Ketika baca-baca berita science, saya menemukan sebuah artikel dengan topik yang menarik. Artikel tersebut tentang kotoran telinga.

Dulu saya pernah mengalami penurunan pendengaran. Suara orang yang bicara terdengar kecil/pelan. Saya kemudian periksa ke dokter THT. Guess what, dalam saluran telinga saya ada beberapa gumpal kotoran telinga!

Setelah gumpalan-gumpalan kotoran tersebut dikeluarkan oleh dokter dengan alat penyedot kecil, pendengaran saya kembali normal.

Sepertinya gumpalan tersebut merupakan akibat saya membersihkan telinga dengan cotton bud. Ketika menggunakan cotton bud, sebagian kotoran memang menempel ke cotton bud, tapi ada juga yang justru jadi terdorong ke bagian dalam saluran telinga.

Btw, apa sebenarnya kotoran telinga itu?

Kotoran Telinga merupakan campuran antara sel kulit mati, keringat, dan lemak yang dikeluarkan oleh kelenjar pada kulit di sepanjang saluran telinga.

Meski kotoran telinga ini berbau kurang sedap, dan bagi beberapa orang itu menjijikkan, namun rupanya dia ada manfaatnya juga lho.

Kotoran telinga rupanya dapat berfungsi sebagai pelindung kulit di saluran telinga, dan organ lainnya di dalam telinga. Dengan adanya kotoran telinga, maka kulit menjadi lebih lembab, sehingga tidak kering dan gatal.

Jika tidak ada kotoran telinga, maka kulit di saluran telinga akan selalu terasa kering dan gatal. Akibatnya kita akan mengorek-ngorek saluran telinga ini untuk menggaruknya. Hal ini bisa berbahaya, karena bisa melukai kulit, selain itu jika terdapat bakteri pada jari atau alat pengorek telinga, maka bakteri tersebut bisa menempel di kulit dan menyebabkan infeksi.

Selain itu, bentuk kotoran telinga yang lembab dan lengket, bisa menangkap serangga kecil atau benda asing yang masuk ke saluran telinga. Mencegah mereka masuk lebih dalam lagi dan mengancam selaput gendang telinga.

Apakah kotoran telinga ini harus dikeluarkan secara berkala?

Sebenarnya saluran telinga mempunyai mekanisme untuk mengeluarkan kotoran telinga. 

Pertumbuhan sel kulit baru menggantikan sel kulit yang mati di saluran telinga, berurutan sedemikan rupa sehingga pergantian sel ini mendorong kotoran telinga ke arah luar.

Selain itu, ketika kita mengunyah makanan, gerakan geraham selama mengunyah, juga merembet ke saluran telinga dan menggerakkan kotoran telinga ke arah luar.

Dengan mekanisme diatas, maka kotoran telinga akan terbuang dengan sendirinya. Maka jangan heran kalau kita sering mendapati ada kotoran telinga menempel pada daun telinga kita.

So, kalaupun kita mau mengeluarkan kotoran telinga, sebaiknya jangan menggunakan cotton bud. Gunakan alat untuk mengeluarkan kotoran telinga. Sekarang alat-alat tersebut ada berbagai macam, dan dapat dengan mudah kita beli secara online.

Stay safe, stay health.***

Credit Picture:
- Lars Chittka; Axel Brockmann


  

Copyright © 2018 - irpanisme.com. Diberdayakan oleh Blogger.