Pejamkan mata, rasakan halus angin membelai wajah dan hangat cahaya matahari yang baru bangun dari peraduaannya. Terdengar suara gemericik air yang keluar dari mata air di sela akar sebuah pohon besar. Riuh burung di dahannya, saat mereka saling bercengkrama sambil siap terbang mencari makan.

Tarik nafas, isilah rongga dada dengan udara sepenuhnya ...

Uhuk..uhukk... kenikmatan alam dalam imajinasi itu buyar, karena udara yang kita hirup tidak terasa sejuk segar berbau tanah. Hawa yang menyusup lubang hidung terasa panas dan pengap. Bau debu dan asap kendaraan sungguh menyengat.

Begitulah keadaanya, lingkungan di sekitar kita sungguh membuat paru-paru merana. Terlebih jika kita tinggal di kota.

Namun tidak peduli kita tinggal di kota atau di desa, dampak polusi udara menyebar merata.

Menurut para ahli, Polusi Udara itu penyebabnya ada dua:
  • Sebab Alami
  • Sebab buatan/manusia

Yang termasuk penyebab polusi udara alami adalah seperti letusan gunung berapi ataupun kebakaran hutan yang terjadi secara alami.

Adapun penyebab polusi udara buatan adalah segala aktifitas manusia yang mengeluarkan zat-zat kotor ke udara. Bisa dari kendaraan bermotor, pabrik, pendingin udara, sampai asap rokok.

Oh satu lagi yang ini biasanya tidak disadari oleh orang-orang: Polusi yang dikeluarkan oleh material di dalam rumah. Jangan salah, beberapa bahan bangunan yang dipasang di rumah secara perlahan menghasilkan zat yang tercampur dengan udara dan mencemarinya. Contohnya adalah asbes dan material penyekat panas.

Selain itu di rumah kan suka ada aja daerah yang tidak terjamah namun lembab, karena sering kehujanan misalnya. Pada area lembab itu tumbuh jamur. Jamur akan menghasilkan spora untuk menyebarkan dirinya. Spora jamur ini berukuran kecil sekali dan dengan mudah melayang di udara.

Efek pada manusia.
Polusi udara sudah jelas membawa pengaruh buruk pada manusia. Contoh misalnya spora jamur diatas. Jika sampai terhirup oleh manusia, bisa menyebabkan sakit.

Adapun udara yang sudah tercemar akibat asap kendaraan atau pabrik, jika terhirup setiap hari , tentunya akan berpengaruh juga pada tubuh manusia. Lingkungan kita seolah tertutup #SelimutPolusi. 

Polusi udara ini dapat menyebabkan penyakit, diantaranya:

  • Pneumonia atau bronkhitis
  • Iritasi pada jaringan lunak seperti lubang hidung, tenggorokan, mata, bahkan kulit.
  • Sakit kepala, mulai dari yang ringan sampai berat.

Jika manusia terpapar polusi udara yang berat dan berlangsung sangat lama, penyakitnya lebih berat lagi. Tak kurang dari penyakit Jantung, kangker Paru-paru, Emphysema, kerusakan organ dalam (Ginjal, Liver, Otak dan Syaraf, dan organ lainnya).

Bahkan para ahli menengarai, polusi bisa menyebabkan cacat lahir.

Efek pada Lingkungan
Kita sudah tahu betapa buruk efek polusi udara pada manusia. Hal yang sama juga berlaku pada hewan dan tumbuhan.

Selain itu partikel-partikel polusi di udara seperti Sulfur Dioxida dan Nitrogen Oksida, ketika hujan turun, akan terbawa air hujan meresap ke dalam tanah. Akibatnya air tanah jadi terkontaminasi partikel berbahaya.

Tanah dan air yang terkontaminasi ini, sungguh buruk untuk pertanian, karena tanaman tidak dapat tumbuh dengan sebagaimana mestinya.

Belum lagi air tanah yang sudah tercemar ini kemudian mengalir ke sungai. Sungainya jadi tercemar. Habitat sungai pun rusak karenanya.

Global Warming


Kalau ini semua tentu sudah kenal atau minimal pernah mendengar. Global Warming terjadi ketika suhu planet bumi kita naik.

Jangan bayangkan air mendidih 100 derajat Celcius ya. Kalu kita bicara Planet, kenaikan suhu 1 derajat celcius saja, akibatnya luar biasa pada alam dan penghuni planet.

Suhu planet bisa naik karena atmosfir dikotori oleh polusi. Jika atmosfir tidak kotor, maka permukaan bumi dapat dengan mudah membuang panas yang diterima dari matahari, kembali ke angkasa. Tapi karena atmosfirnya kotor, panas mau merambat ke angkasa, terhalang partikel polusi. Akibatnya panas tidak sepenuhnya dibuang ke angkasa, dan diam di planet kita. Ini yang mengakibatkan suhu planet naik.

Ketika suhu planet naik, maka benua es di kutub mencair, akibatnya permukaan air laut naik. Banyak kota dan pemukiman manusia yang terletak di pesisir pantai, jadi tenggelam.

Selain itu kenaikan suhu juga membuat iklim jadi tidak teratur. Ini sangat berpengaruh pada petani. Karena jadi sulit untuk mengatur masa bertani.

Belum lagi dampaknya pada hewan dan tumbuhan. Tumbuhan jadi susah berbunga dan berbuah akibat suhu panas atau iklim yang tidak tentu. Hewan jadi banyak yang mati dan tingkat kelahiran-nya rendah. Tinggal menunggu waktu saja, sampai hewan-hewan itu satu-persatu punah.

“Selimut polusi membuat bumi semakin panas dan menyebabkan perubahan iklim.”
Take Action
Begitu besar dan berbahayanya dampak polusi pada kehidupan manusia dan lingkungannya. Maka Polusi ini harus kita perangi.

Untuk memeranginya bisa dengan berbagai cara.

Untuk skala diri pribadi, langkah yang bisa kita ambil adalah mengurangi polusi yang dihasilkan. Caranya dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Perbanyak jalan kaki atau bersepeda. Selain mengurangi polusi, juga bisa melatih tubuh kita sehingga menjadi lebih sehat dan kuat.


Selain itu kita perbanyak menanam tanaman. Dimana ada tanah, disitu kita tanam pohon. Apa saja. Seperti kita ketahui, pohon adalah "pemakan" udara kotor. Makanya kita perlu banyak-banyak menanam pohon.

Satu lagi, mari kita jaga hutan. Karena Hutan merupakan salah satu senjata untuk mengatasi polusi dan perubahan iklim. Kita bisa bergabung dengan komunitas-komunitas yang giat melakukan reboisasi, penanaman kembali pohon di hutan-hutan. Kita cari #MudaMudiBumi yang peduli dengan gerakan anti polusi.

Ada banyak teknologi yang dikembangkan para ahli untuk "menangkap kembali" zat-zat pencemar yang sudah terlarut di udara. Jika saya menjadi sorang pengambil kebijakan, saya akan terapkan semua teknologi tersebut dalam skala besar, sehingga kadar polusi di planet bumi bisa segera dikurangi.


Ok guys, let's #TeamUpForImpact. Mari kita perangi polusi, mulai dari hal kecil dan mulai dari diri sendiri. #UntukmuBumiku***

Image source:

freepik.com

Keterangan foto tidak tersedia.

Berdasarkan pengalaman saya, melakukan kegiatan hiking atau aktifitas outdoor lainnya dengan jalan-jalan di Mall, itu terasa sekali perbedaannya.

Ketika kita jalan-jalan di Mall, meski suasananya serba nyaman, lampu gemerlapan, musik yang asik, pramuniaga yang cantik-cantik, namun tetap tidak bisa memberikan semacam kepuasan yang hakiki... cie. Lain halnya ketika kita jalan-jalan ke tempat yang alami, baik itu hutan ataupun pantai. Meski segalanya serba sederhana, namun semua kehijauan, angin sepoi-sepoi, suara beraneka satwa, atau deburan ombak yang tiada henti, memberikan semacam kesenangan yang penuh dan lengkap.

Saya yakin semua orang setuju tentang jalan-jalan di alam itu menyenangkan, dan bagi yang belum sebaiknya segera setuju karena berdasarkan penelitian ilmiah, memang terbukti bahwa melakukan perjalanan di alam terbuka itu bermanfaat sangat baik bagi kesehatan terutama kejiwaan kita.

Sebuah studi telah dilakukan oleh para peneliti di the Max Planck Institute for Human Development. Hasil studi tersebut memberikan beberapa bukti yang menunjukkan bahwa dengan berjalan satu jam di hutan, itu dapat mengurangi aktivitas di area otak yang bertanggung jawab untuk memproses stres. Dengan kata lain, jalan-jalan di hutan dapat mengurangi stress.

Ya itu mah semua juga sudah tau. Eit jangan protes dulu, karena hasil penelitian tersebut memberikan jawaban terhadap pertanyaan, mengapa stressnya bisa berkurang? Apa yang terjadi?

Selama beberapa dekade para peneliti telah mencatat banyak sekali perbedaan kesehatan mental antara orang yang tinggal di lingkungan pedesaan dan perkotaan. Tetapi pertanyaan seputar hubungan antara alam dan relaksasi tetap tidak terjawab. Adalah Sonja Sudimac, penulis utama dari penelitian institut Max Planc diatas, mengatakan bahwa belum jelas, apakah lingkungan perkotaan yang menyebabkan lebih banyak stres, atau apakah paparan lingkungan alam yang mengurangi stres?

“…sejauh ini seperti masalah ayam dan telur yang tidak bisa diurai, yaitu apakah alam benar-benar menyebabkan efek pada otak atau apakah individu tertentu memilih untuk tinggal di daerah pedesaan atau perkotaan,” kata Sudimac.

Untuk mencari jawabannya, para peneliti merancang eksperimen unik untuk mengetahui apakah menghabiskan waktu di alam secara langsung mengurangi respons stres kita.

Penelitian ini melibatkan sekitar 60 sukarelawan. Setibanya di lab, setiap sukarelawan menjalani pemindaian MRI, untuk merekam aktivitas kelenjar Amigdala. Mereka direkam aktifitas Amigdalanya ketika mengerjakan beberapa tes untuk mengukur respons stresnya.

Setelah pemindaian dilakukan dan data aktifitas Amigdala didapatkan, para sukarelawan kemudian melakukan perjalanan selama 60 menit. Sebagian berjalan kaki di tengah kota, sebagian lagi berjalan kaki di area hutan dipinggiran kota.

Rute perkotaan berada di sepanjang jalan yang sibuk di Berlin, sedangkan rute alamnya melalui hutan terdekat, area hijau terbesar di pinggir kota. Setelah menyelesaikan perjalanan selama satu jam, para sukarelawan kembali ke lab dan mengulangi tes pencitraan MRI yang sama.

Di semua tes stres, penurunan aktivitas di amigdala terdeteksi pada kelompok jalan alam. Mereka yang berjalan di rute perkotaan tidak menunjukkan perubahan aktivitas amigdala. Ini berarti paparan perkotaan tidak serta merta meningkatkan respons stres seseorang, tetapi waktu di alam dapat meredam aktivitas saraf itu.

“Kami mendapatkan data bahwa aktivasi amigdala menurun selama test stres setelah paparan alam, sedangkan tetap stabil setelah paparan perkotaan,” para peneliti menyimpulkan dalam studi baru. "Ini sangat mendukung efek salutogenic dari alam yang bertentangan dengan paparan perkotaan yang menyebabkan stres tambahan."

Temuan baru yang menarik mengikuti dari penelitian sebelumnya yang menunjukkan kesehatan otak dapat dikaitkan dengan kedekatan seseorang dengan area hijau. Jadi penduduk kota yang tinggal lebih dekat dengan lingkungan yang hijau, hutan kota ditemukan memiliki struktur amigdala yang lebih sehat secara fisiologis dibandingkan dengan mereka yang tinggal di kota tanpa akses dekat ke ruang hijau.

Simone Kühn, dari Lise Meitner Group for Environmental Neuroscience, mengerjakan kedua studi tersebut dan sebelumnya berpendapat bahwa perencana kota harus memasukkan ruang hijau ke dalam desain kota untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan mental. Kühn mengatakan temuan baru ini dengan jelas menunjukkan bagaimana waktu singkat yang dihabiskan di alam dapat secara langsung mengurangi aktivitas stres di otak.

“Hasilnya mendukung hubungan positif yang diasumsikan sebelumnya antara alam dan kesehatan otak, tetapi ini adalah studi pertama yang membuktikan hubungan sebab akibat,” kata Kühn. “Menariknya, aktivitas otak setelah jalan-jalan perkotaan di wilayah ini tetap stabil dan tidak menunjukkan peningkatan, yang bertentangan dengan pandangan umum bahwa paparan perkotaan menyebabkan stres tambahan.”

Studi baru ini diterbitkan di Molecular Psychiatry, dan artikel tentang ini saya dapatkan dari newatlas dot com.

So, dengan demikian temen-temen sekalian, jika kalian sering merasakan stress, ada baiknya kita jalan-jalan ke tempat-tempat yang alami, entah itu hutan, pantai atau minimal taman kota yang banyak pohon-pohon besarnya.

Jika kita banyak terpapar dengan lingkungan yang hijau, maka level stress kita bisa menurun.

Yuk jalan-jalan ke alam.

 


Ini adalah tulisan berikutnya yang featuring Istri Saya. ^_^

---

Anyeong haseyo ...

Hai Bunda, kita mungkin sudah pernah mendengar bahwa wewangian bisa menciptakan kesan dan memiliki efek psikologis bahkan bisa membangkitkan memori tersendiri. dan setiap aroma memberikan efek berbeda.

Itulah mengapa di halaman rumah saya terdapat berbagai tanaman dengan bunga yang menghasikan aroma, tentu saja aroma yang saya sukai seperti Melati, Kemuning, Mawar, Kaca Piring, Pucuk Merah bahkan Kenanga. Aroma tersebut menimbulkan kesan tenang, romantis serta lembut, yaa paling tidak itu efek yang saya rasakan.

Ngomong-ngomong tentang wangi nih, saya ingin berbagi pengalaman baru yang saya rasakan  saat mencuci dengan memakai pewangi pakaian varian Korean Strawberry. Saya merasa kegiatan mencuci jadi lebih menyenangkan! karena harum Molto Korean Strawberry  yang segarnya mengesankan dan wanginya bikin jatuh cinta..! Bisa banget lho jadi mood booster para bunda ketika mulai merasa lelah saat harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga.  Karena pelembut pakaian Korea ini memang wanginya yang segar seperti dalam kebun buah dan khas. Putri kecil saya bahkan tak henti menciumi bajunya sendiri dan berkomentar "hm... jadi pengen jilat, sepertinya enak," serunya. Apalagi jika ia sempat melihat cairan berwana Pink mirip sirup itu saat dituang ke bilasan terakhir pakaian yang telah dicuci, bisa benar-benar ia jilat. hahah.

Molto pewangi pakaian formula terbaru  Korean Strawberry memang wanginya enak di penciuman karena ternyata konsentrat parfum Korean Strawberry-nya yang memiliki daya tujuh kali lebih mengharumkan dan anti bau  tentunya. Misal bau apek, bau polusi yang bisa menempel di pakaian saat di luar rumah, bau keringat, bau amis dan bau bawang yang bisa merusak mood seseorang yang menciumnya, ya gak sih.

Nah dengan menambahkan Molto pewangi Korean Strawberry ke dalam cucian,  meski si kecil sudah bermain seharian, si kakak sudah beraktivitas di sekolahnya sampai sore, si ayah yang masih wangi padahal wajahnya sudah kusut saat pulang kantor, meski daster bolong bunda sudah dipakai berbagai pekerjaan, tetep wangi dan efek wanginya enak, membuat percaya diri untuk peluk suami pas pulang kerja, no bau bawang apalagi bau amis hehhe . Kan,kan, jadi membayangkan serial Drakor "Jewel In The Palace"  saya sebagai Jung Geum sedang meramu hidangan terus datang pejabat Min pulang setelah seharian bekerja di istana, mau peluk bebas dong kan tetep harum  haiyaa.. itu drama Korea kapan yaa?

Dengan harga per pouch ukuran 680 ml cuma enam belas ribuan, sangat worth it untuk beragam manfaat yang kita rasakan ya Bunda. Melembutkan pakaian, lembut pula di telapak tangan dan  harumnya itu lho, berkesan mendalam...

Bunda, banyak produk yang dikeluarkan PT. Unilever dengan varian Korean Strowberry ini lho. Produk-produk tsb diantaranya :
  • Rinso Korean Strawberry dengan formulasi lengkap untuk mengatasi noda membandel dengan sekali kucek, menjaga serat kain agar tetap lembut dan tidak menimbulkan efek panas di tangan serta mengandung extrak pewangi dengan daya tahan selama 21 hari tetap wangi yang terpenting membunuh bakteri dan virus.
  • Superpell Korean Strawberry mengharumkan ruangan dengan aroma buah, melindungi anak dari paparan kumah saat bermain dilantai karena formulasi koeran strowberry dilengkapi teknologi power clean yang membuat lantai higienis maksimal dan membuat ruangan lebih wangi tahan lama bisa hingga 8 jam.
  • Nah ini hal yang sering dianggap sepele padahal penting dan harus diperhatikan di dapur bunda, yaitu mencuci piring. Karena jika kegiatan  yang satu ini dilakukan asal saja, resikonya kesehatan keluarga bisa terganggu. Sunlight Extra Korean Strawberry bisa dijadikan partner kita lho, untuk membersihkan lemak membandel dengan ekstrak Jeruk Nipisnya. Peralatan makan kita jadi lebih bersih kesat dan wangi buah.

Produk-produk diatas dapat dengan mudah kita beli di mini market maupun dipesan secara online.

Gamsahabnida.


"Jangan sampai tertipu oleh kebahagiaan semu, sehingga mengorbankan kebahagiaan yang hakiki"

Kumandang takbir bersahutan dari speaker mesjid-mesjid. Semburat manusia keluar dari pintu-pintu masjid menandai berakhirnya prosesi shalat hari Raya Idul Fitri. Atik segera melipat sajadah dan mukenanya, kemudian begabung dengan rombongan orang-orang yang keluar dari pintu Timur masjid. Di halaman masjid dia bertemu dengan tetangganya dan beberapa teman masa kecil dulu, yang merantau dan sekarang tengah pulang kampung.

Para jama'ah riuh bersalaman dengan tetangga, saudara, kenalan dan teman main. Momen ini jadi kesempatan untuk melampiaskan rindu bertemu dengan orang-orang yang hanya pada saat-saat seperti itu saja bisa menghadirkan dirinya di kampung. Anak-anak bergerombol saling memamerkan baju lebaran masing-masing.

Atik riuh berceloteh sambil bersalaman dengan mak Ipih, wak Hamidah, ibu hajjah Rustini, dan Silvy, anak ibu hj. Rustini yang kini tengah kuliah kedokteran di kota. Segera bergabung dengan kelompok celoteh itu Hartini, Dewi, Sari dan nenek Iyah.

Diluar mesjid tampak para pemuda tanggung nongkrong berjejer di pinggir jalan dekat selokan. Beberapa diantaranya sambil merokok. Busananya baju koko dan kain sarung, dihiasi peci yang sama sekali tidak menutupi rambut. Meski tampak saling bicara dengan temannya, tapi mata-mata mereka menyelidiki wajah-wajah yang dihiasi mukena dan jilbab itu. Menilai bidadari mana yang paling cantik.

Di dalam masjid masih terdapat bapak-bapak dan orang-orang tua. Termasuk imam dan khatib shalat Id barusan, Kyai Muslih. Nampak mereka berkumpul di dekat mimbar sambil berbincang-bincang ringan.

Langit cerah berhias awan-awan putih menaungi masjid desa itu. Kokok ayam masih bersahutan di belakang rumah-rumah. Burung-burung ramai berkicau.

Atik masih riuh berceloteh dengan kumpulannya. Tiba-tiba bahunya terasa ada yang menepuk, "Hei, cetar..." Mendengar panggilan itu mata Atik terbelalak. Hatinya merasakan seribu satu sensasi. Cetar adalah panggilan sahabat karibnya sewaktu sekolah dulu. Dia dipanggil cetar karena dulu rambutnya panjang sampai melewati pantat namun tipis. Rambut tipis panjangnya ini selalu dia kepang. Namun apa daya, alih-alih indah, kepang rambutnya ini malah jadi mirip cambuk. Itulah asal muasalnya dia dipanggil cetar. Namun hanya sahabatnya saja yang dia perbolehkan memanggil dirinya demikian. Kalau ada orang lain yang memanggilnya begitu, dia tak segan untuk mencubit si pemanggil tersebut.

"Isna!", pekik Atik setelah berbalik dan memastikan siapa yang memanggilnya cetar. Atik langsung  memeluk sahabatnya itu. "Makin kinclong aja kamu" ujar Atik sambil mencubit pipi Isna. "Ah biasa aja kali" kilah Isna merendah.

Isnawati Febriani, kini seorang dokter gigi yang membuka praktek di Kota. Sosoknya tinggi langsing berkulit putih. Wajahnya bersih dan cantik. Isna sudah berkeluarga, dikaruniai dua orang putra. Yang paling besar baru SD kelas 5, sedang adiknya baru masuk SD tahun ini.

Adapun Atik, dia juga sudah berkeluarga dan punya tiga orang anak. Anak yang paling besar harusnya lulus SMA tahun ini. Namun apa daya, suaminya yang hanya kerja serabutan, tidak mampu membiayai sekolah anaknya. Alhasil anak pertamanya terpaksa putus sekolah ketika kelas dua SMA. Kini dia bekerja menjadi montir di Bengkel Motor kecil di samping pasar. Penghasilannya digunakan untuk membantu menjaga dapur tetap ngebul. Anak Atik yang kedua kini duduk di bangku SMP, sedang anak yang ketiga masih SD.

Melihat sahabatnya Isna, Atik hanya bisa menelan sesal. Andai saja dulu dia tidak mengalami "kecelakaan" hamil diluar nikah saat kelas 3 SMA, mungkin dia bisa melanjutkan sekolah bahkan kuliah. Dengan ijasah Sarjananya dia akan mendapat pekerjaan yang layak. Dan tentunya akan menikah dengan lelaki yang "jelas" mata pencahariannya.

Lain dengan yang dialaminya kini. Akibat dulu terlena dengan pacarnya, mereka melangkah terlalu jauh, sehingga mengakibatkan hamilnya Atik. Sang pacar yang juga sama-sama duduk di bangku kelas 3 SMA, dituntut untuk bertanggung jawab dan terpaksa menikahinya.

Hanya saja bangunan pernikahan mereka berdiri diatas pondasi yang sangat rapuh. Pondasi ekonomi keluarganya sangat-sangat lemah. Suaminya tidak pernah lulus SMA dan tidak punya keterampilan khusus. Akibatnya dia tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang "seperti orang-orang".

Lebih parah lagi, Suaminya juga termasuk orang yang malas namun rasa gengsinya tinggi. Ia tidak mau bekerja kasar atau berjualan dengan benar. Yang dilakukannya untuk mencari uang adalah mencari proyekan-proyekan, atau bahasa pendeknya calo.

Jika ada rencana pembangunan jalan desa misalnya, dia tampil paling depan. Setelah proyeknya dipegang, dia akan cari orang yang mau jadi sub kontraktor, memberikan sebagian dana proyek ke sub kontraktor tersebut untuk membangun jalan, sedangkan sebagian lagi masuk kantong. Karena sang sub kontraktor mendapatkan dana yang pas-pasan bahkan terkadang kurang, maka demi untuk mendapat untung, mereka terpaksa mengurangi kualitas bahan-bahan yang digunakan untuk membangun jalan. Alhasil jalan yang dibangunnya berkualitas buruk, tidak tahan lama. Ketika terkena hujan sedikit, jalannya langsung rusak, berlubang disana-sini. Malah di beberapa tempat, jalan tersebut kondisinya sangat parah, sehingga lebih mirip sungai kering ketimbang jalan.
 
Suami Atik juga termasuk playboy yang suka menyeleweng. Jika mendapatkan uang dari hasil jadi calo, hanya sebagian saja yang digunakan untuk menafkahi keluarga. Sebagiannya lagi digunakan untuk berfoya-foya dengan wanita selingkuhannya. Meski itu tidak berlangsung lama, karena uangnya akan cepat menguap habis.

Dengan tabiat suami yang demikian, tak heran kalau kondisi ekonomi keluarga Atik sungguh memprihatinkan.

"Tik, pipi kamu kenapa?" tanya Isna ketika matanya menangkap sesuatu yang tidak biasa pada pipi kiri Atik bagian belakang, dekat telinga. Bagian itu nampak sedikit lebam membiru. Rupanya ketika mereka berpelukan, jilbab Atik tergeser kebelakang, dan menampakkan bagian pipi yang sebenarnya sedang berusaha ditutupi oleh Atik.

"Ah, nggak, bukan, bukan apa-apa kok" jawab Atik tergagap, sambil tangannya berusaha merapikan kembali jilbabnya dan menutupi bagian itu.

"Tik, aku tahu itu lebam Tik, bukan blast on. Kenapa? Dipukul suamimu ya?" cecar Isna.

"Serius Na, aku nggak apa-apa", Atik tetap berkilah sambil mencoba pergi dari pelataran masjid. Namun Isna pantang menyerah. Dia tahu sahabatnya dalam masalah, karenanya Isna pun mengikuti Atik, berlalu dari kerumunan jama'ah di halaman Mesjid.

"Tik, aku ini sahabatmu sejak lama. Kalau kamu dalam masalah, aku ingin membantumu" kata Isna sambil berusaha menjajari langkah Atik.

Atik trenyuh mendengar pernyataan sahabat karibnya itu. Dia tahu ucapan Isna bukan basa-basi pemanis mulut. Karenanya Atik kemudian memegang tangan Isna, dan mengajaknya ke rumah Atik.

Sesampainya di rumah, suasana nampak lengang. Rumah Atik kecil saja dan dari luar nampak kusam karena catnya sudah memudar. Di ruang tamu nampak sehelai karpet bergambar yang tidak terlalu baru. Beberapa toples makanan berjajar ditengah.

Atik mempersilahkan sahabatnya masuk. Isna memasuki rumah itu dengan perasaan trenyuh. Betapa sahabatnya ini kurang beruntung dalam hidup.

Setelah mereka duduk, mulailah Atik menceritakan permasalahan hidup yang dialaminya.

Sore kemarin dia bertengkar hebat dengan suaminya. Bibit pertengkaran itu pada awalnya adalah perihal persiapan lebaran. Namun kemudian melebar kemana-mana. Puncaknya Suami Atik menampar dan memukulinya kemudian pergi, dan hingga pagi ini belum kembali.

Atik menceritakan itu diiringi dengan uraian air mata dan isak tangis. Isna berkaca-kaca dibuatnya. Hatinya turut hancur mendengar penderitaan sahabatnya itu.

Atik menceritakan tabiat suaminya kepada Isna. Betapa mereka sering mereka bertengkar, dan ketika bertengkar tak jarang suaminya melakukan kekerasan kepada Atik dan kepada anak-anak.  Karena tumbuh di lingkungan keluarga yang penuh dengan pertengkaran dan kekerasan, anak-anak Atik kemudian tumbuh menjadi anak yang liar, kurang kasih sayang.

Isna yang selain dokter, kini juga tengah memperdalam ilmu parenting, mulai merangkai semua alur kehidupan sahabatnya. Jika dirunut, rupanya hal ini terjadi karena baik Atik maupun suaminya, sebenarnya belum siap membangun rumah tangga dan belum siap jadi orang tua. Mereka menikah karena terpaksa, dan mempunyai anak juga terpaksa, akibat ulah mereka sendiri.

Alhasil, banyak bagian-bagian diri mereka yang belum matang namun langsung dibebani dengan tanggung jawab sebagai suami istri dan orang tua. Yang terjadi kemudian adalah apa yang keluarga Atik alami sekarang. Kehidupan keluarga mereka carut-marut dan penuh penderitaan.

Atik mulai kehabisan bahan keluh kesah, karena semua beban di hatinya sudah dikeluarkan, diceritakan pada sahabat karibnya itu. Tangisnya mulai mereda, meski menyisakan isak yang berjeda.

Isna memegang tangan Atik, menunjukkan simpatinya yang mendalam.

Hari semakin siang ...


Indahnya punya pasangan yang punya passion yang sama itu gini. Saya suka nulis, istri saya juga. Jadilah saya punya kesempatan menampilkan guest writer. Guest writer kali ini adalah my beloved wife.

Biasanya istri saya nulis fiksi cerita bersambung di wall facebook-nya. Namun kali ini saya tantangin nulis pengalaman hidup dalam format blog.  Tantangan saya disambut baik, dan berikut adalah tulisannya:

***

Setelah beraktivitas seharian, cocok rasanya kita ambil waktu sejenak memanjakan diri. 

Merawat diri khususnya wajah, adalah hal yang bisa kita lakukan dengan berbagai cara. Saya berharap saya dapat  memiliki kulit sehat serta tampak cerah sesuai dengan warna kulit.

Agar kita memiliki kulit yang sehat, cerah, lembab, dan halus  tentu membutuhkan perhatian khusus baik cara perawatan, bahan yang digunakan, dan seberapa sabar kita melakukannya. 

Sangat penting untuk kita ketahui, bahwa cara-cara instan dan  sembarangan memilih produk dengan kandungan bahan dasar berbahaya pasti menimbulkan efek merugikan di kemudian hari. So, pilih jalan aman dan tentu sesuai dengan kemampuan, ya. 

Salah Satu contoh rangkaian perawatan mudah dan praktis yang bisa kita lakukan sendiri di rumah adalah dengan menggunakan serum dan masker. 

Ngomong-ngomong soal masker dan serum, saya mau cerita tentang produk kecantikan yang sudah sangat terkenal di Indonesia, tahu Pond's, ya? 

Pond's adalah brand perawatan kesehatan dan kecantikan yang diluncurkan pada tahun 1846 di Amerika serikat. Sementara saya mengenal Pond's sejak 22 tahun lalu. Pada saat itu saya menggunakan cream pelembabnya saja untuk melengkapi kegiatan sehari-hari.

Seiring berjalannya waktu, Pond's mengeluarkan banyak sekali produk unggulan untuk melengkapi kebutuhan perawatan kulit wanita masa kini. Tentu dengan pengalaman ratusan tahun, Pond's pasti sangat mengerti kebutuhan berbagai karakter kulit wanita. 

Nah, Pond's saat ini memperkenalkan Pond's Bright Beauty Triple Glow Serum dan Triple Glow Serum Mask. Keduanya diformulasikan khusus untuk memberi solusi perawatan kulit wajah berbahan dasar aman, agar menghasilkan kulit sehat, halus, lembab dan tampak cerah.  Istilah yang kita kenal sekarang, Glowing! 

Triple Glow Serum dan Triple Glow Serum Mask adalah rangkaian perawatan yang mengandung tiga unggulan skincare sekaligus!

  1. Mengandung 60 kali lebih efektif dari vitamin C untuk menutrisi kulit, mencerahkan wajah dan menyamarkan flek hitam dengan Gluta-boost-C.
  2. Melembabkan wajah terutama untuk kulit kering dan sensitif dengan Hyaluronic Acid-nya sehingga kulit tampak sehat, lembab dan berkilau. 
  3. Membuat pori-pori kulit wajah menjadi lebih kecil tersamarkan hingga menyamarkan garis-garis halus di wajah karena mengandung vitamin B3+.

Saya sangat suka aromanya yang lembut dan teksturnya yang ringan. Tidak lengket, cepat meresap dan agak kental namun ketika diaplikasikan ke wajah jadi meleleh sehingga mudah diratakan di kulit dan tentu jadi mudah meresap sehingga wajah langsung lembab, sehat dan terasa kenyal. 


Setelah menggunakan Triple Glow Serum dan Triple Glow Serum Mask yang langsung saya rasakan adalah kulit jadi terasa kenyal dan semakin fresh!

Kelebihan lainnya, menggunakan masker sheet sangat praktis, tidak perlu dibilas dan tidak menimbulkan remahan setelah kering. 

Karena terdapat juga kemasan kecil maka bisa dibawa kemana-mana dan perawatan bisa dilakukan juga saat bepergian. Praktis, kan?

How to use: 

Bersihkan wajah dengan sabun wajah, keringkan lalu teteskan Triple Glow Serum di beberapa titik wajah, kemudian ratakan sambil dipijat lembut memutar, tunggu beberapa menit hingga serum meresap. 

Langkah berikutnya, aplikasikan Triple Glow Serum Mask sheet. Atur agar sesuai dengan fitur wajah. Sebaiknya sambil rebahan supaya lebih santai. Rasakan sensasi sejuk dan segarnya, diamkan selama kurang lebih 15-20 menit. 

Owh ya, masker sebaiknya cukup gunakan 2-3 kali dalam sepekan, sementara serum bisa digunakan setiap hari sebelum tidur setelah wajah dibasuh. 

Perlu kita ketahui, jika kita menggunakan masker sheet, maka serum diaplikasikan di awal. Namun jika kita menggunakan masker berupa pasta yang harus dibilas maka serum diaplikasikan di akhir. 

Sekali lagi, kulit sehat tidak bisa didapat dengan cara-cara instan. Selain dari perawatan luar, pola hidup sehat, hindari stress, sabar dan konsisten melakukan perawatan, maka kita akan merasakan hasilnya. 

Well, bagi saya, melakukan perawatan sesuai keperluan dalam arti tidak berlebihan, tidak memaksakan diri, tidak pula terobsesi dengan kecantikan, merupakan refleksi dari rasa syukur atas karunia-Nya yang telah menciptakan kita sedemikian sempurna :).

Hayuk, nutrisi kulit dengan Pond's Triple Glow Serum lanjut maskeran dengan Triple Glow Serum Mask. Ini bisa jadi solusi untuk kulit kita yang bermasalah atau mempertahankan kulit agar tetap sehat, lembab, kenyal, halus dan cerah! 

#Pond's Bright Beauty Triple Glow Serum  #Pond's Bright Beauty Triple Glow Serum Mask

***
Photo Credit:
- Freepik.com
- Pond's
Copyright © 2018 - irpanisme.com. Diberdayakan oleh Blogger.