Sunglasses

Kacamata hitam atau biasa dikenal dengan nama sunglasses adalah kacamata yang dibuat dengan fungsi untuk menghindari atau melindungi mata dari paparan sinar matahari. Disebut kacamata hitam karena awalnya hanya mengenakan kacamata dengan lensa berwarna hitam untuk menghindari silau, sehingga seterusnya disebut dengan kacamata hitam.

Namun, seiring berjalannya waktu kacamata hitam tidak hanya menggunakan lensa hitam saja, sekarang sangat banyak lensa warna lainnya yang digunakan pada kacamata hitam, seperti warna biru, hijau, abu, coklat, pink dan warna lainnya. Sama halnya dengan lensanya yang semakin bervariatif. 

Berikut ini adalah beberapa lensa yang biasanya digunakan dalam sunglasses atau kacamata hitam.

  • Clear Lens
    Clear lens atau lensa polos tanpa warna sebenarnya tidak digunakan sebagai pure kacamata hitam. Tetapi, sekarang ini mulai banyak digunakan oleh orang-orang karena teknologi baru yang dapat membuat lensa polos berubah warna menjadi hitam apabila terkena sinar matahari atau UV Lights. Biasanya lensa ini digunakan oleh orang-orang yang memiliki mata rabun. Tentu dengan hadirnya teknologi baru tersebut, orang yang memiliki mata rabun dapat merasakan memakai kacamata hitam atau sunglasses dengan penglihatan yang jelas.

  • Mirrored Lens
    Mirrored lens adalah salah satu dari lensa kacamata hitam yang sudah ada sejak dahulu kala. Disebut sebagai mirrored lens karena lensanya memantul jika dilihat dari luar. Apabila menggunakan kacamata hitam menggunakan lensa ini maka lawan bicara kita dapat melihat bayangannya di kacamata. Awalnya mirrored lens hanya warna hitamnya saja yang digemari, kemudian mulai menggemari warna coklat, warna biru dan sekarang baik warna silver, gold, pink, kuning, dan berbagai warna lainnya sangat digemari baik pria maupun wanita.

  • Polarized Lens
    Polarized lens dilapisi dengan selembar sepecial chemical film yang dapat mengurangi glare atau silau. Glare biasanya disebabkan oleh pantulan cahaya matahari oleh air atau permukaan padat lainnya. Oleh karena itu, lensa ini dapat membantu penggunannya untuk dapat melihat benda-benda dengan lebih tajam dan jelas. Polarized lens juga membantu untuk mengurangi efek berbahaya UV Lights terhadap mata.

    Kacamata hitam pada umumnya dapat membantu mengurangi jumlah cahaya secara vertical dan horizontal yang masuk ke mata. Tetapi, karena polarized lens memiliki satu lembar chemical film yang mana membantu mengeliminasi cahaya yang masuk secara horizontal dan tetap membiarkan cahaya yang masuk secara vertical. Polarized lens dapat digunakan dengan resep dokter sehingga tidak masalah apabila pengguna membutuhkan lensa tersebut untuk kacamata rabun jauh.

    Polarized lens memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan lensa lainnya. Polarized lens memiliki warna yang cukup beragam seperti biru, hijau, silver dan beberapa warna lainnya tetapi tidak sebanyak dengan warna lensa mirrored ataupun lensa tinted.

  • Tinted Lens
    Tinted lens merupakan lensa semi tembus pandang, yang mana semakin tinggi tingkat kegelapannya maka semakin gelap pula lensanya, sehingga orang luar tidak dapat melihat bola mata pengguna kacamata dengan lensa ini. Tinted lens tidak hanya full tinted saja, tetapi sejak beberapa tahun belakangan muncul lensa tinted gradasi juga. Lensa gradasi mengambil satu warna pada bagian atas lensa dan semakin kebawah akan semakin berkurang tingkat kegelapannya seperti clear lens. Tinted lens hanya dapat dibuat dengan resep dokter (kacamata rabun) apabila memilih lensa tinted full dan bukan gradasi.***


Credit Picture:
- Amr Nasr


 


Berdamailah dengan masa lalu, kemudian perbaiki masa ini, supaya masa depan menjadi lebih baik.
Ketika suatu saat kita mengalami kondisi yang sulit, terkadang kita menyalahkan diri sendiri dan keputusan yang kita ambil pada masa lalu, yang setelah dirunut-runut mengakibatkan terjadinya kondisi sulit yang kita alami sekarang.

Hanya saja apakah dengan menyalahkan diri sendiri akan merubah kondisi menjadi lebih baik? Apakah dengan menyalahkan keputusan yang diambil dulu, kondisi sulit ini berakhir?

Dengan menyalahkan diri sendiri maka kondisi menjadi lebih baik, sepertinya tidak akan terjadi. Tapi kalau menjadi lebih buruk sangat mungkin terjadi.

Ketika kita menyalahkan diri sendiri dan keputusan di masa lalu, yang timbul kemudian adalah rasa sesal, marah, sedih, dan sederet emosi negatif lainnya. Kehadiran perasaan dan emosi negatif ini hanya membuat diri kita semakin lemah, sehingga kita tidak mempunyai keinginan dan energi untuk bangkit. 

Hasilnya? Keadaan akan semakin buruk.

Lantas bagaimana sebaiknya kita menjalani kondisi yang sulit ini? Sehingga mampu bertahan dan bahkan menang?

Kita harus menjalaninya dengan cara berdamai dengan masa lalu. Terima dan perlakukan setiap keputusan yang telah kita ambil di masa lalu sebagai keputusan terbaik. Keputusan yang terbaik yang dapat kita ambil pada waktu itu. Apapun akibatnya kini.

Akui bahwa pada saat itu kita masih sedikit ilmu dan pengalaman, sehingga  mengambil keputusan yang kurang tepat. Terima itu, tapi jangan kemudian menghina diri sendiri dan menganggap diri kita bodoh. Terimalah segala kekurangan kita pada masa lalu.

Setelah itu, gunakan pengalaman pahit pada kondisi sulit ini sebagai pelajaran untuk memperbaiki diri. Jadikan semua kesusahan yang kita alami sekarang sebagai pupuk yang menyuburkan jiwa kita dan menjadikannya lebih baik lagi.

Dan yang lebih penting, lakukan itu mulai dari sekarang, jangan ditunda.

Mulailah melakukan hal-hal positif yang membuat kita merasa lebih baik. Tambahlah teman, perbanyak aktivitas, cobalah sesuatu yang baru. Tetaplah bergerak.

Ketika kita berada pada lorong yang gelap, jangan berhenti dan diam. Karena kita tidak akan pernah bisa keluar dari lorong gelap tersebut kalau berhenti dan hanya diam. Kita harus terus bergerak ke depan, sampai suatu saat nanti sampai pada ujung dan keluar dari lorong gelap ini.

Berdamailah dengan masa lalu. Perbaiki diri kita di masa kini. Sehingga di masa depan, kita menjadi pemenang.

***

Credit Picture:
- freepik.com

Jika kita adalah seorang Fresh Graduate dan baru memasuki dunia kerja, kita mungkin masih belum punya gambaran tentang seberapa "nilai diri" kita dalam hal gaji. Kita pantasnya mendapatkan gaji berapa?

Beberapa waktu lalu di dunia maya sempat ramai tentang lulusan Perguruan Tinggi ternama yang menolak gaji yang menurutnya kurang dan tidak sesuai, mengingat dia adalah lulusan Perguruan Tinggi ternama.

Sikap seperti lulusan PT ternama ini boleh-boleh saja, apalagi jika memang dirinya mempunyai skill yang dapat mendatangkan keuntungan bagi perusahaan.

Namun ada baiknya jika kita mempertimbangkan dan menilai diri sendiri dulu, sebelum meminta nilai gaji tertentu. Apakah kontribusi kita terhadap organisasi (perusahaan) sudah pantas untuk mendapatkan sekian rupiah yang kita minta itu?

Sebuah perusahaan terutama perusahaan swasta, dalam operasionalnya tentu mempunyai perhitungan-perhitungan. Kita ambil contoh yang sangat sederhana. Misalnya sebuah perusahaan mendapatkan proyek dengan nilai 100jt. Nanti, bayaran 100jt dari klien itu dibagi-bagi. Untuk biaya operasional (biaya transportasi dan akomodasi tim ke luar kota misalnya, lalu bayar pajak, bayar listrik, kebutuhan sehari-hari operasional kantor, dll) berapa? Biaya overhead (gaji karyawan) berapa? Sisanya buat tabungan masa sulit, dan biaya pengembangan produk dan layanan perusahaan.

Hubungannya dengan kita yang fresh graduate ini apa?

Kalau kita produktif, dan dengan skill kita yang tinggi, kita bisa menyelesaikan lebih banyak proyek dalam waktu yang singkat, maka perusahaan bisa menerima lebih banyak uang. Sehingga biaya-biaya diatas bisa tertutup, dan masih mempunyai sisa yang banyak. Sisa ini bisa digunakan untuk pengembangan perusahaan, dan menggaji karyawan lebih tinggi. Atau bisa juga diberikan dalam bentuk bonus.

Tapi kalau produktifitas kita kurang, maka kita hanya bisa menyelesaikan sedikit proyek saja. 

Akibatnya pemasukan uang ke perusahaan juga kecil. Kalau sudah begitu, masih untung jika perusahaan kita bisa survive, semua biaya bisa tertutupi. Yang masalah adalah jika biaya-biaya diatas tidak tertutupi. Bagaimana membayar gaji karyawan?

Tapi baiklah, kita tidak perlu terlalu memikirkan masalah keuangan perusahaan. Karena yang mengatur keuangan perusahaan sudah ada bagiannya. Kita laksanakan saja tugas dan pekerjaan kita dengan sebaik-baiknya.

Kembali ke masalah Salary untuk seorang fresh graduate. Bagaimanapun salary-nya, kita jadikan kesempatan bekerja yang kita peroleh sekarang ini untuk "meningkatkan harga" profesionalitas diri. Mungkin di perusahaan yang sekarang ini, secara nominal salary kita tidak sebesar teman kita yang bekerja di perusahaan tambang misalnya. Terima dan jalani saja dulu. Gunakan pekerjaan sekarang untuk mengembangkan diri.

Seiring berjalannya waktu, "Price Tag" kita akan naik seiring bertambahnya skill dan pengalaman. Dan mungkin pada saat itu, kita akan mendapatkan Salary yang sesuai dengan "Price Tag" kita. Mungkin di perusahaan yang sekarang atau bisa juga dari tempat lain.

Diatas semuanya, rejeki itu sudah ada yang mengatur, Dialah Tuhan Yang Maha Kaya. Oleh karena itu, selain kita secara lahiriah berusaha meningkatkan skill dan pengalaman, secara bathiniah kita “cari muka” kepada Tuhan Yang Maha Kaya, dengan cara meningkatkan  level ibadah kita kepada-Nya. Dengan demikian mudah-mudahan kita dianugerahi rejeki yang melimpah.***

Image Credit:
- freepik.com

Saya menuliskan ini sebagai pengingat buat diri sendiri tentang 17 Pupuh Sunda (Pupuh = lagu tradisional Sunda).

  1. Asmarandana:
    Watek: (kadeudeuh, kaasih, kanyaah) (rasa sayang, cinta)
    7 padalisan
    (8-i), (8-a), (8-o/é), (8-a), (7-a), (8-u), (8-a)

    Dengar lagu Asmarandana:


  2. Balakbak:
    Watek: (heureuy/banyol tapi sopan) (candaan yang sopan)
    3 padalisan
    (12 + 3-é), (13 + 3-é), (12 + 3-é)

    Dengar lagu Balakbak:


  3. Dangdanggula:
    Watek: (kabungah/kagumbiraan) (kesenangan/riang gembira)
    10 padalisan
    (10-i), (10-a), (8-é/o), (7-u), (9-i), (7-a),(6-u), (8-a), (12-i), (7-a)

    Dengar lagu Dangdanggula:


  4. Durma:
    Watek: (gedé harepan) (besar harapan)
    7 padalisan
    (12-a), (7-i), (6-a), (7-a), (8-i), (5-a), (7-i)

    Dengar lagu Durma:


  5. Gambuh:
    Watek: (kanyeri/kasedih/kasusah) (kesakitan, kesedihan, kesusahan)
    5 padalisan
    (8-u), (8-u), (8-i), (7-a), (8-a/u), (8-a/o)

    Dengar lagu Gambuh:


  6. Gurisa:
    Watek: (ngalamun/malaweung) (melamun)
    6/8 padalisan
    (8-a), (8-a), (8-a), (8-a), (8-a), (8-a), /+8-a, 8-a/

    Dengar lagu Gurisa:


  7. Juru Demung:
    Watek: (bingung ku kalakuan sorangan) (bingung akan kelakuannya sendiri)
    5 padalisan
    (8-a), (8-u), (6-i), (8-a), (8-u)

    Dengar lagu Juru Demung:


  8. Kinanti:
    Watek: (nungguan pinuh pangharepan/kanyaah) (menunggu dengan penuh harapan/sayang)
    6 padalisan
    (8-u), (8-i), (8-a), (8-i), (8-a), (8-i)

    Dengar lagu Kinanti:


  9. Lambang:
    Watek: (banyol pikiraneun) (bercanda yang perlu berpikir untuk mengerti candaanya)
    8 padalisan
    (8-a), (8-a), (8-a), (8-a), (8-a), (8-a), (8-a), (8-a)

    Dengar lagu Lambang:


  10. Magatru:
    Watek: (sedih/handeueul ku kalakuan sorangan/mapatahan) (sedih/menyesali kelakuan sendiri, nasihat)
    5 padalisan
    (12-u), (8-i), (8-u), (8-i), (8-o)

    Dengar lagu Magatru:


  11. Maskumambang:
    Watek: (kanalangsaan/sedih bari ngenes haté) (kesedihan yang mendalam)
    4 padalisan
    (12-i), (6-a), (8-i), (8-a)

    Dengar lagu Maskumambang:


  12. Mijil:
    Watek: (sedih gedé harepan) (sedih namun besar harapan)
    6 padalisan
    (10-i), (6-o), (10-é), (10-i), (6-i), (6-u)

    Dengar lagu Mijil:


  13. Pangkur:
    Watek: (ambek kapegung) (marah terpendam)
    7 padalisan
    (8-a), (12-i), (8-u), (8-a), (12-u), (8-a), (8-i)

    Dengar lagu Pangkur:


  14. Pucung:
    Watek: (ambek ka diri sorangan/teu panuju haté) (marah pada diri sendiri/ hati tidak setuju)
    4 padalisan
    (12-u), (6-a), (8-i), (12-a)

    Dengar lagu Pucung:


  15. Sinom:
    Watek: (kagumbiraan/kadeudeuh/sumanget) (kegembiraan/Rasa sayang/Semangat)
    9 padalisan
    (8-a), (8-i), (8-a), (8-i), (7-i), (8-u), (8-a), (8-i), (12-a)

    Dengar lagu Sinom:


  16. Wirangrong:
    Watek: (kawiwirangan ku polah sorangan) (malu oleh kelakuannya sendiri)
    6 padalisan
    (8-i), (8-o), (8-u), (8-i), (8-a), (8-a)

    Dengar lagu Wirangrong:


  17.  Ladrang:
    Watek: (resep banyol bari nyindiran) (bercanda sambil menyindir)
    4 padalisan
    (10-i), (4-a), (8-i), (12-a)

    Dengar lagu Ladrang:


Watek = Penjiwaan
Padalisan = baris
(8-i) = 8 suku kata, dengan suku kata terakhir, mengandung huruf vokal "i"

***

Sumber materi tulisan:
https://www.facebook.com/i.wayan.kiara

Sumber lagu Pupuh:
https://archive.org/details/pupuh


Trang koléntrang trang koléntrang
Silondok paéh nundutan
Peuting ra'ang ngebrak caang
Di pondok Ujang nengetan

Bulan batok bulan batok
Bulanna sagédé tampir
Weléh hélok weléh hélok
Si Ujang keur jero mikir

Pucuk Kalapa jeung Mangga
Aroyag najan keur simpé
Inget lalakon ti Ema
Amun eukeur diparéndé

Teu lila Ga'ang nu gandéng
Patémbalan meni téréh
Rék saré Ema ngadongéng
Lalakona nini Antéh

Kalangkangna Saliara
Teu éléh panjang ngagemat
Kocap kacarita téa
Ni Antéh jeung Candramawat

Anu jangkungna pohara
Rungkun awi, Awi Bitung
Cicing di Bulan ngumbara
Ninun waktu kentrung-kentrung

Lalay hiber meni rabeng
Néangan dahar buahna
Ujang angger rasa hemeng
Kuma Nini ka bulanna

Lalayna kurang saeundan  
Nyamberan Peuteuy sapapan
Si Ujang ku panasaran
Hayang pisan ngarandapan

Nyiruan sararé kabéh
Dijuru sayangna ratu
Ka Bulan ka nini Antéh
Guguru élmuna waktu

Ngagembrong hateup buruan
Sajalon wungkul nyiruan
Keur anteng neuteup ka Bulan
Itu naon ngadeukeutan?

Kembangna jeung dangdaunan
Sarupaning sisieupeun
Leumpang siga lalaunan
Tapi geuning geus hareupeun

Surupna siki Kawéni
Na taneuh pikeun ngajadi
Ngawujudna hiji nini
Tapi masih kénéh nyari

Ngarayap Kadal leumpangna
Teu jauh aya liangna
Najan teu kedal kecapna
Ujang wawuh ka anjeunna

Tina kembang sawaréhna
Nya Anggrék Bulan ngaranna
Ieu Nini Antéh téa
Anu di Bulan ngumbara

Kembang deui nu séjénna
Siga anu di Cilamé
Ujang saharita nanya
Sagala ganjelan haté

Peuting geuning beuki jempling
Wancina guriang tandang
Anaking ku deudeuh teuing
Si Ujang nu hayang nganjang

Mawana sirep dibaca
Nyieun surup ka sirungna
Wayahna hidep can bisa
Sabab can sanggup ngapungna


Sirung kudu dilelemu
Akarna kudu disangga
Ngapung wudu butuh élmu
Ngajomantara ku banda

Sugan jadi sugan wani
Binih ngacambah na wadah
Kutan kitu geuning nini
Ka Bulan teu sagawayah

Antik bulan cahayaan
Caang kabéh mayapada
Sidik pisan kaayaan
Ujang ayeuna can bisa

Budak ngariung bidara
Di buruan anu mabra
Bisa ngapung jomantara
Ka Bulan jeung béh dituna

Haliwu répéh ku simbut
Si nyai kakarék hudang
Gelenyu ni Antéh imut
Ngarti ngangluhna si Ujang

Ngabungbang hayu ngabungbang
Ningali bulan janari
Ieuh Ujang tong salempang
Geura si beneran diri

Ngajajar Mega teu nyaram
Teu hésé nyangsang na jambé
Diajar tong haroréam
Digawe diengké-engké

Darariuk na palupuh
Ngariung nyaro'o kuya
Waktu kapaké teu puguh
Banda béak poya-poya

Surup waktu kabeurangan
Nyoro balebat pisahan
Hirup éstu teu sirungan
Komo deui ka buahan

Wanci beurang murub mubyar
Alam dunya tembong kabéh
Si Ujang harita sadar
Kana pituduh ni Antéh

Jalma indit ka kasabna
Aya oge ka tampian
Geuningan ieu sababna
Aing teu bisa ka Bulan

Tiap jalma gawé nyata
Miang mulang ke sareupna
Kocap mimiti harita
Ujang ngarobah sikepna

Nu tani subur lahanna
Anu ngahuma sugema
Nu tadina ukur nyanda
Robah jatnika percéka

Cibingbin sirahna cai
Nyaian sawah jeung reuma
Tigin kana jangji ati
Ka Bulan jeung beh dituna


Bandung, 15 Februari 2021
Irpan Rispandi 3roet
 
Sumber Foto:
epnri.indonesiaheritage.org



Copyright © 2018 - irpanisme.com. Diberdayakan oleh Blogger.