Kartu Kredit
Kartu Kredit

"Jeng Sumi maaf ya, barangkali jeng Sumi punya rejeki lebih. Saya mau minjam uang 20 ribu aja, buat beli beras dan lauknya." berkata Ngatinah pada Sumirah pada suatu pagi. "Anu, suami saya belum balik narik. Mungkin ngojeknya lagi sepi. Atau mungkin belum kebagian giliran narik kali ya. Wong yang ngojek di perempatan itu buanyak banget." Ngatinah menambahi sekaligus menerangkan alasannya meminjam uang.

Mendengar keluh tetangganya, Sumirah tersenyum sambil mengeluarkan uang dari saku daster lusuhnya, kemudian diserahkan pada Nagatinah."Alhamdulillah yu, aku sedang ada kelebihan. Nih pake aja dulu."

"Alhamdulillah, makasih ya jeng", Ngatinah menerima uang itu dengan perasaan haru dan penuh terima kasih. Hari ini, dia bisa membeli beras dan lauk untuk makan dia sekeluarga.

Ngatinah dan Sumirah sudah bertetangga cukup lama, mereka sama-sama menempati kontrakan rumah petak milik Haji Husin. Meski mereka tinggal di Ibu Kota Negara, namun hidup mereka tidak lebih enak dibandingkan saudara-saudara mereka yang tinggal di kampung sana. Karjo, suami Ngatinah, dulunya pekerja operator mesin di sebuah pabrik. Namun ketika pabrik itu tutup, dan ribuan karyawannya diPHK, Karjo jadi nganggur. Katanya sih,pabriknya merugi dan si pemilik pabrik tidak bisa membayar utangnya ke bank. Akhirnya pabrik dinyatakan bangkrut. Untunglah ketika diPHK, dia mendapat pesangon. Meski nilainya tidak begitu besar namun cukup untuk dipakai membeli sepeda motor yang sekarang dipergunakannya sarana menyambung hidup. Karjo jadi tukang ojek.

Namun rupanya jadi tukang ojek bukanlah ide Karjo saja, orang lain yang juga korban PHK, punya ide yang sama dan mengambil langkah yang sama. Tukang ojek pun jumlahnya meningkat drastis. Di perempatan jalan itu saja, sekarang mangkal tak kurang dari 30 tukang ojek. Untuk mencegah terjadinya perselisihan, diberlakukanlah sistem giliran. Dengan banyaknya tukang ojek, otomatis pendapatan pun tidak banyak. Bisa mempertahankan dapur ngebul saja itu sudah untung.

***
"Bro, sekarang udah ada type baru yang lebih canggih. Lihat nih gambarnya, keren kan." Ryan menggeser laptopnya dan menunjukan sebuah halaman website ke Jefri sahabatnya. Mereka menempati meja kecil dipojok ruangan. Di tengah meja terhidang dua gelas tinggi kopi dan dua piring kecil roti. Mereka berdua tengah nongkrong di sebuah gerai kopi merek luar negri di lantai dasar sebuah Mall.

"Gimana bro?" Ryan meminta penegasan.
"Bagus, keren juga",Jefri menimpali.
"Ya iya lah keren, kalo kagak mah nggak bakalan masuk daftar 'must have' gua", Ryan melanjutkan. "Counternya kan ada di lantai empat bro, gimana kalau kita sekarang naik. Gue mau beli".
"Buat apaan lo beli, bukannya yang sekarang lo pake belum setaun umurnya"
"Yah elo, hidup jaman sekarang itu harus update bro, biar tetep eksis."
"Update, eksis, basi lo, ngomong aja lo mau pamer sama si Cathrin."
"he..he..he.. ya itu juga salah satunya bro".
"halah, udah ayo naik" kata Jefri sambil mulai menutup laptopnya dan mengemasi barang-barangnya.
"By the way bro, gw pinjem credit card lo ya. Punya gue udah over limit"
"Lho, bukannya credit card lo ada 4?" Jefri bertanya sambil alisnya bertaut.
"iya sih, tapi yang tiga udah over limit, yang satu tinggal dikit lagi, nggak bakalan cukup."
"hah, hari gini kartu lo udah overlimit? lo pake buat apaan aja?"
"Ya banyak lah, secara gw kan banyak kebutuhan."
"eh lo tu ye, jangan kan anak istri, pacar aja belum punya, sok banyak kebutuhan."
"Alaaa.... udah deh mau minjemin gue nggak?"
"kagak mau, ntar kalo gw butuh gimana?"
"yah bro, sekali ini aja, ini penting bro penting."
"lagak lo sok penting, tampang lo tuh nggak penting tau nggak, ya udah ayo jalan."

Mereka berdua pun keluar dari gerai kopi dan naik ke lantai 4. Selesai bertransaksi mereka memutuskan untuk pulang, karena tidak ada lagi yang ingin mereka lakukan. Ketika turun mereka tidak menggunakan lift tapi memakai eskalator, sekalian cuci mata katanya. Ketika sedang turun di eskalator lantai 3 ke lantai 2, Jefri tiba-tiba menyikut lengan sahabatnya. "eh men, lihat siapa yang naik itu? Kayak si Cathrin, eh iya si Cathrin, tapi sama cowok, pegangan tangan lagi, mesra banget. Siapa tu cowok?".
Ryan melihat ke arah yang ditunjuk Jefri. Hatinya berdebar. "Gue nggak kenal." Ryan menjawab dengan suara bergetar.
"Ntar dulu, kalo nggak salah itu kan Alex, iya bener itu Alex yang jadi bintang iklan eL-Man itu." Kata Jefri."ha..ha..ha.. malang nian nasibmu kawan, udah bela-belain ngutang buat mempesonakan sang bunga idaman. Sayang sungguh sayang sang bunga keburu digaet orang ha..ha..ha..."
Ryan menanggapi ledekan sahabatnya itu dengan senyum kecut dan langkah yang lesu.

***

"Butuh dana Tunai? Jaminan BPKB Motor/Mobil, 3 jam Dana Cair. Hubungi 08xx xxxx xxxx", demikian lah kira-kira bunyi dari beberapa brosur atau spanduk yang banyak kita temui di pinggir-pinggir jalan. Baiknya orang-orang itu ya. Mereka mau berbagi kelebihan uang mereka kepada orang lain (meski mereka juga akan meminta kelebihan uang, ketika kita mengembalikan pinjaman he..he..he..). Adapun sebagai bukti kepercayaan, cukup menitipkan BPKB motor/mobil. Prosesnya pun sepertinya tidak bertele-tele, buktinya mereka berani mengatakan dalam 3 jam uang akan diberikan.

Kalau ada award-award buat para entrepreneur, kayaknya si pemilik usaha "jaminkan BPKB, dana cair" ini patut masuk nominasi untuk kategori pengusaha yang jeli. Soalnya dia sangat jeli milihat besarnya peluang di pasar 'peminjaman uang'. Sekarang ini kan orang senang sekali pinjam uang alias ngutang.

Orang sekarang dikelilingi oleh hal-hal yang membuai mereka. Entah itu barang elektronik, pakaian, makanan, kendaraan, tempat rekreasi, hobby, dll. Hal-hal tersebut oleh para pembuatnya dikemas dan dipromosikan sedemikian rupa sehingga menimbulkan pengaruh rayuan yang luar biasa. Orang-orang jadi terangsang untuk memiliki. Dan alasan orang memiliki sesuatu itu bukan lagi sekedar untuk memenuhi kebutuhan, sekarang alasan orang memiliki itu adalah untuk memuaskan hasrat.

Ketika orang haus, dia membutuhkan air minum. Maka dia pun pergi ke warung, membeli air minum kemasan ukuran gelas dan diminum.Yang dia lakukan sekarang ini hanyalah sekedar memenuhi kebutuhan tubuhnya yang kehausan. Namun ketika orang itu tidak haus, kemudian dia melihat minuman yang berpenampilan menggairahkan, dia pun membelinya. Saat itu, yang dia perbuat bukan lagi sekedar memenuhi kebutuhan namun sudah memuaskan hasrat nafsunya.

Contoh-contoh kelakuan yang mengumbar nafsu ini juga banyak terjadi disekitar kita. Bagaimana seseorang meski kebutuhan dia akan alat komunikasi telah terpenuhi, namun tetap membeli alat komunikasi yang baru. Gonta-ganti model dan punya lebih dari satu alat komunikasi. Masih mending kalau dalam aksinya mengumbar hasrat itu, dia mempunyai uang yang cukup. Bukankah tidak sedikit orang yang gaya hidupnya mengumbar nafsu, namun duit tidak punya. Agar hasratnya tetap bisa tersalurkan, jadilah dia pengutang.

Meski demikian pengutang sekarang itu keren-keren. Dia tidak ber-maaf-maaf ke tetangganya minjem duit buat beli smartphone baru. Cukup datang ke counter smartphone, speak-speak, haha hihi, gesek kartu, selesai. Dia keluar counter dan jalan sepanjang Mall dengan tangan menenteng tas smartphone baru dan dada membusung. Ketika orang-orang melihat dia, waah..... padahal dia pengutang. :)

Ngatinah, dia berhutang karena memang dalam keadaan terdesak. Dia sekeluarga butuh makan, sedangkan uang untuk membeli makanan tidak ada. Dengan sangat terpaksa dia meminjam uang kepada tetangganya. Itu pun sekedar untuk memenuhi kebutuhan dapurnya saja.

Sedang kita, banyak diantara kita yang berhutang sekedar untuk membeli hal-hal yang bukan kebutuhan pokok dan mendesak. Ya ya ya pada sistem keuangan jaman moderen canggih milenium komputerisasi tat tit tat tit sekarang ini, berhutang bukan berarti kita miskin. Toh kita akan membayarnya nanti. Kita punya penghasilan yang tidak sedikit. Ya betul. Namun bukan kemampuan membayarnya yang jadi masalah, namun kebiasaan berhutang, ini yang patut kita waspadai.

Orang tua Siti Nurbaya, mereka harus merelakan anak perawannya dinikahi oleh kakek gaek Datuk Maringgih. Mereka tahu anaknya menderita, anaknya jadi korban, namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Ini dikarenakan mereka berhutang pada Datuk Maringgih.

Kalau kita berhutang, apakah yang siap kita korbankan?

Beberapa orang mungkin sukses menjadi orang kaya berkat berhutang. Dia sedemikian pintar mengelola utang-utangnya sehingga utang itu bukan saja bisa dilunasi tepat waktu namun juga mendatangkan keuntungan buat dia. Namun berapa banyak orang seperti ini?

Bukankah kebanyakan orang, justru hidupnya jadi bermasalah gara-gara berhutang? Dengan adanya kemudahan meminjam uang, mereka tidak bisa mengendalikan diri. Ada smartphone baru, gesek. Makan di restoran yang mak nyus, gesek. Beli baju merek luar negri, gesek. Karaoke, clubbing, panti pijat, gesek. Nikmatnya hidup ini :).

Kita tidak pernah merasa buka dompet, mengeluarkan uang Rp. 100 ribu berlembar-lembar, menerima kembalian Rp. 7,250,-. Kita tidak pernah melihat uang keluar dan masuk kantong kita. Yang kita tahu cuma gesek, gesek dan gesek. Kita sama sekali tidak menyadari bahwa kesenangan menggesek ini bisa berakibat buruk bila kita tidak bisa mengendalikan diri.

***
Brug...Brug..Brug!, "bro, buka pintu bro, buka pintu!". Malam itu seseorang menggedor-gedor kamar kost Jefri. "Siapa sih ... tunggu dulu!", Jefri yang saat itu sedang tidur, terpaksa membuka matanya dan berjalan terhuyung menuju pintu.
"Ini gue, Ryan, bukain pintunya cepetan" jawab suara dari luar.
"Gila lu ya, jam berapa ini." Jefri bersungut-sungut sambil membuka kunci pintu.
"haah... .thanks banget bro", Ryan segera masuk dan menutup pintu, nafasnya terengah-engah.
"Kenapa lo, ngos-ngosan kaya abis dikejar anjing begitu?"
"waduh gawat bro, gawat, tempat gue didatengin debt kolektor bro, banyak lagi. Untuk tadi gue nggak lagi di dalem, lagi kewarung indomie rebus. pas balik gue lihat mobil debt kolektor didepan kostan gue. gue langsung cabut aja kesini"
"oh ya?, emang lo nunggak tagihan kartu kredit ya?"
"bukan nunggak lagi bro, gue pernah ditelepon salah satu bank kartu kredit gue, katanya tagihan gue 53 juta. Gue mana punya duit sebanyak itu buat bayar. Itu baru satu kartu, yang lainya gue nggak tau tagihannya berapa."
"Emangnya elo nggak pernah periksa tagihan kartu kredit lo berapa?"
"Gue emang nggak pernah periksa bro, gue cuman bayar minimum payment doang tiap bulan. tapi itu rutin bro. Cuman emang tiga bulan terakhir gue nggak bayar. kemarin-kemarin kita kan nonton bola ama nonton konser itu bro. Jadi duit gue buat bayar kartu kredit kepake kesana. Sekarang gue dikejar-kejar debt kolektor. gimana nih bro?"
"De-El, derita lo itu mah. Udah gue mau nerusin tidur. Ganggu aja lo". kata Jefri sambil ngeloyor ke tempat tidurnya.
"yah elo, tega banget sih."
"bodo!, udah besok aja kita bicarain, gua ngantuk. Sekarang lo pulang aja sono."
"Mana bisa gua pulang sekarang, gue nginep sini deh."
"Ya udah lo gelar sendiri karpetnya."
"thanks bro, ntar gue mau keluar dulu, mau ngerokok dulu nenangin hati."
Ryan pun keluar dari kamar dan berdiri di beranda. Pikirannya kalut memikirkan utang kartu kredit yang puluhan juta, bahkan mungkin ratusan juta. Dihisapnya rokok dalam-dalam. Hatinya galau...

Tumbal Manusia
Tumbal Manusia

Malam itu langit gelap karena memang lagi gelap bulan, malam awal bulan Suro. Langit gelap semakin gelap karena tertutup oleh awan hitam yang bergayut, penuh dengan air. Dan tak perlu menunggu lama, diawali dengan sebuah kilatan halilitar yang disertai guntur bergemuruh, hujan pun turun.

Dalam situasi yang sangat tidak menyamankan tersebut, tampak satu sosok manusia berjalan di pematang sawah. Seiring kelebat cahaya kilat, sosok itu pun sekilas terlihat. Seorang laki-laki mengenakan caping dan memanggul cangkul. Rupanya Samijan, seorang buruh tani. Dia baru memeriksa sawah milik jurangan Karta orang terkaya di desa, dimana Samijan menjadi buruh taninya.

Pekerjaan petani memang terkadang tak ingat waktu. Disaat malam gelap dingin berhujan begini, kewajiban memelihara tanaman membuat petani harus menembus kegelapannya dan berkecipak dengan air, lumpur dan nyamuk. Tak heran, jaman sekarang ini tidak banyak orang yang mau jadi petani.

Ketika sampai di perbatasan antara sawah juragan Karta dengan sawah haji Sodik, sayup-sayup Samijan mendengar suara gemerincing, dan sepertinya suara itu mendekat. Samijan melihat dua titik terang menuju ke arahnya dari sebelah kanan. Dua titik cahaya itu semakin medekat disertai suara gemerincing dan derap kaki kuda. Rasa penasaran Samijan pun terjawab beberapa saat kemudian, ketika dihadapannya berhenti sebuah kereta kuda berpenumpang dua orang lelaki tinggi tegap. Penumpang kereta itu berpenampilan seperti punggawa kerajaan.

Kalau pada kondisi normal, Samijan harusnya mengalami dua keheranan. Pertama bagaimana mungkin di tengah sawah seperti itu bisa ada kereta kuda. Dan yang kedua, siapakah dua orang ini, dan mengapa berpenampilan seperti punggawa kerajaan, memang jaman sekarang masih ada kerajaan?

Namun entah kekuatan apa yang menguasainya, Samijan tidak bisa berpikir. Bahkan ketika salah satu dari punggawa kerajaan itu berkata padanya bahwa Samijan harus ikut mereka dan kemudian menarik tangannya dan menaikkannya ke kereta, Samijan hanya menurut saja. Hujan turun semakin deras.

Besoknya kampung Samijan gempar, karena Samijan ditemukan tergeletak di pematang sawah dan dalam keadaan sudah tidak bernafas lagi. Desas-desus mengatakan bahwa Samijan mati tidak wajar, dia telah menjadi tumbal. Desas-desus mengatakan lagi bahwa Juragan Karta telah menumbalkan Samijan kepada siluman tempat Juragan Karta meminta pesugihan....

(cerita ini hanyalah fiktif belaka, jika ada kesamaan nama, tempat maupun kejadian, itu hanyalah kebetulan belaka dan tanpa ada unsur kesengajaan. Demikian juga dengan kisah-kisah dibawahnya )

***
Mistik dan klenik memang tidak bisa lepas dari perikehidupan masyarakat Indonesia. Mulai dari mbah Jambrong penguasa mata air di lereng gunung, khodam keris, batu cincin, rumah hantu, santet, pelet, ngepet. Dan juga tidak ketinggalan, Pesugihan.

Menurut desas-desus, pengertian pesugihan adalah suatu proses memperoleh kekayaan dengan memanfaatkan jasa makhluk ghaib. Mahluk ghaib ini, kalau kata desas-desus, bisa siluman (siluman babi, monyet, ular, dsb), atau bisa juga tuyul. Karena mereka mahluk ghaib, maka fee mereka tidak dibayar dengan dolar atau rupiah. Upah terhadap jasa mereka dibayar dengan bermacam-macam hal, tergantung kontrak yang ditandatangani. Bisa dengan sesajian tertentu semisal kepala kerbau dibalur darah ayam hitam plus rokok putih (Mild atau Marlboro Menthol). Atau bisa juga dengan (maaf) menetek atau menggauli istrinya. Bahkan ada juga yang meminta nyawa manusia sebagai fee.
Tak heran kalau ada kecelakaan yang merenggut nyawa manusia pada sebuah proyek pembangunan sesuatu atau kecelakaan suatu armada transportasi, atau kecelakaan lain yang ada korban tewasnya, desas-desus mengatakan bahwa yang mati itu adalah tumbal pesugihan dari orang kaya pemilik proyek atau pemilik armada transportasi.

Kebenaran ucapan si desas-desus memang sukar dibuktikan, selain hal itu melibatkan mahluk ghaib (menurut si desas-desus), buat apa juga kita susah-susah menengusutnya. Toh menurut sudut pandang kita, itu adalah kecelakaan. Dan yang namanya kecelakaan, kalau ada yang meninggal, yaa.. namanya juga kecelakaan. Paling yang perlu diusut itu apa penyebab terjadinya kecelakaan tersebut. Dan kalau disitu ada unsur kelalaian, ya silahkan ditindak sesuai undang-undang. (halah.. kebanyakan terpapar radiasi Gayus nih, ngomongnya jadi serba undang-undang)

Namun demikian, sebenarnya Kekayaan dan Tumbal untuk kekayaan tidaklah selalu harus melibatkan mahluk ghaib.Di jaman sekarang ini, tidak sedikit Pesugihan yang nyata dan tidak memakai ghaib-ghaiban. Ngomong-ngomong, kalau ngomongin siluman monyet atau siluman anjing atau sejenisnya, suka jadi ingin bertanya, kalau siluman T-Rex sama Siluman Raptor ada nggak ya? hebat kan kalau ada, dia pasti jadi Raja Diraja dan Mahapatih para Siluman, ya nggak :).

Nah contoh tumbal yang bukan untuk siluman adalah dibakarnya kios-kios pasar tradisional, karena pada area itu akan dibangun pusat perbelanjaan modern. Atau penebangan kayu-kayu berharga di hutan Sumatra dan Kalimantan, kejadian-kejadian tersebut menimbulkan korban. Meski bukan korban jiwa tapi korban harta dan korban lingkungan. Tapi tunggu dulu, emang bener nggak ada korban jiwa?

Bagaimana dengan seekor gajah Sumatra yang mati dibunuh warga, karena gajah tersebut memakan tanaman para petani.Usut punya usut ternyata gajah tersebut turun gunung, karena hutan yang menjadi rumahnya kini telah gundul. Otomatis makanan gajah pun sulit ditemui di rumahnya sendiri, jadilah si gajah keluar dan memakan tanaman petani. Salah siapa coba?

Bagaimana dengan si Codet, yang tewas mengenaskan dalam kondisi hangus dibakar massa, gara-gara tertangkap ketika menjalankan aksinya mencopet di terminal. Usut-punya usut, si Codet yang nama aslinya Kartadi ini, dulu adalah seorang pedagang sayur-mayur di pasar tradisional. Namun ketika pasar itu dibakar, sumber matapencaharian Kartadi hilang. Sedang dia harus tetap menghidupi istri dan anak-anaknya. Kondisi sulit ini membuat Kartadi jadi pencopet, yang naasnya harus tewas dibakar massa. Salah siapa coba?

Tidakkah si Gajah dan si Codet bernasib sama seperti Samijan, jadi tumbal demi kekayaan yang diraup si Pembakar Pasar dan si Penggundul Hutan. Bedanya, kalau Samijan jadi korban keganasan Siluman, sedang si Gajah dan Si Codet jadi korban keganasan sebuah Sistem keserakahan.

***

Rumah kosong yang lapuk itu mendadak ramai dikerumuni warga. Meski demikian tidak seorangpun yang boleh masuk, karena disekeliling rumah telah pasangi pita "Garis Polisi". Rumah kosong ini sekarang menjadi sebuah TKP dari kasus kematian akibat over dosis. Adapun yang tewas adalah Baim, seorang pemuda anak orang kaya namun pemakai narkoba.

Ibrahim alias Baim merupakan anak pengusaha suami istri Sugiharto, taipan yang mempunyai kerajaan bisnis yang tidak kecil di negeri ini. Perusahaan yang dia miliki mencapai ratusan, dan bergerak di berbagai bidang.

Teman Baim ketika dimintai keterangan oleh Polisi mengatakan, bahwa Baim sudah sejak lama mengalami depresi. Ditengah gelimang harta dan berbagai fasilitas super mewah, Baim tidak merasa bahagia. Dan sebagai pelarian, dia pun mengkonsumsi narkoba.

Menurut seorang psikolog, Baim itu kurang mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya. Kesibukan orang tua membuat waktu untuk bersama antara orang tua dan anak sangat sedikit sekali. Dan memang, menurut teman Baim, belum tentu seminggu sekali Baim bisa bertemu dengan orang tuanya.

Desas-desus mengatakan, Baim menjadi tumbal ... tapi bukan diberikan ke Siluman melainkan tumbal kesibukan orang tuanya. Masa iya, pak Sugiharto yang lulusan sekolah Amrik masih pake pesugihan Siluman Kepinding :)

***

Juragan Karta, si Pembakar Pasar, si Penggundul Hutan, dan Sugiharto. Mereka orang-orang kaya. Mereka banyak harta. Namun mereka mengorbankan jiwa-jiwa sebagai tumbal kekayaannya.
Pesugihan dengan Siluman mungkin sulit dituduhkan dan dibuktikan. Namun pesugihan moderen, banyak sekali pelakunya. Dan tumbal-tumbal pun banyak berjatuhan.

Kalau Pesugihan Siluman, tumbalnya setahun sekali satu orang di malam 1 suro (kata desas-desus). Tapi kalau Pesugihan modern tidak perlu menunggu setahun sekali, kapan saja bisa ada korban jiwa. Dan tidak cukup satu orang. Tumbal pesugihan moderen bisa satu keluarga, satu kampung, satu hutan, satu pasar. Kalau siluman Kepinding tidak meminta tumbal anak, pesugihan moderen tumbalnya tak kenal silsilah, bisa anak, ibu, ayah, saudara, rekan, dll.

Bagi kita orang Islam, maka pesugihan siluman itu jelas haram malahan termasuk syirik, karena meminta harta kepada selain Allah. Namun apakah kita benar-benar tidak melakukan pesugihan? Kalau jatuhnya korban merupakan salah satu faktor dari aktifitas pesugihan. Maka kekayaan kita pun jika memakan korban, akan termasuk kategori pesugihan. Meski rada keren, yakni pesugihan moderen, tidak memakai siluman Kepinding. :)

Apakah kita termasuk pelaku pesugihan modern?

(Sebenarnya saya mau menambahkan tentang para pejabat dan aparat negeri ini yang meraup kekayaan dari negara, tetapi menelantarkan rakyat. Rakyat jadi tumbal kekayaan mereka. Mereka juga pelaku pesugihan. Malah mereka itu memiliki jabatan rangkap, pelaku pesugihan sekaligus silumannya. Negeri kita kan terkenal dengan "Biaya Siluman"-nya. Mau ngurus apa-apa kalau mau lancar dan cepat harus bayar "biaya siluman" :). Tapi setelah dipikir lagi, karena tulisannya menyangkut pejabat dan aparat, mendingan cari aman deh. Jadi nggak jadi deh ditulisnya :P)








Sebuah mobil berpenumpang dua orang gadis cantik tiba-tiba bannya kempes. Para penumpang pun kebingungan. Mereka tidak mampu mengganti ban sendiri. Akhirnya cewek cantik yang satu yang berbaju 'yu ken si' mendapat ide, dia berdiri di samping mobil kemudian melambai-lambaikan tangannya ke setiap mobil yang lewat. Ia berusaha meminta bantuan. Namun tak ada mobil yang mau berhenti. Penyebabnya adalah ... ketek! ketiak sang cewek seksi berbaju 'yu ken si' ternyata berwarna gelap. Meski wajahnya cantik, tapi kalau keteknya gelap, ah nggak menarik, nggak seksi. Mungkin itu yang terpikir dalam benak setiap pengendara mobil yang lewat.

Melihat temannya tidak berhasil mendapatkan bantuan, padahal wajahnya cantik dan pakaiannya seksi, si cewek cantik yang satunya kemudian turun tangan. Cewek satu ini menggunakan baju kurang seksi. Nah untuk menambah daya penarik, kemudian cewek ini merobek lengan bajunya, soalnya ketiak perlu diperlihatkan, biar seksi. Kemudian dia bergabung dengan temannya, mengangkat tangan dan melambaikannya. Hasilnya, tak kurang dari empat mobil berhenti. Dari dalamnya keluar cowok-cowok ganteng dengan segala peralatan, siap untuk memberikan bantuan mengganti ban yang kempes. Yang membuat cowok-cowok itu berhenti adalah ketiak cewek kedua yang putih mulus indah memikat.

Ternyata cewek putih itu lebih laku lho dibanding yang kulitnya tidak putih. Mau bukti lain? bukti lainya adalah kisah cinta si mahasiswi yang berhasil mendapatkan cowok idamannya berkat wajahnya yang putih mulus. Tadinya sang mahasiswi merasa minder untuk mendekati cowok gacoannya. Rasa minder ini muncul karena wajahnya yang banyak flek-flek hitam. Namun berkat khasiat sebuah obat oles ajaib yang tiba-tiba muncul di dalam lokernya, flek-flek hitam diwajahnya menjadi tidak kelihatan, dan wajahnya semakin putih mulus. Dia pun berhasil mendapatkan sang pangeran idamannya.

Mau bukti lain? ah banyak sekali, kalau diceritakan disini, membacanya hanya menghabiskan waktu aja. Yang jelas cewek kulit putih itu lebih cantik,menarik dan lebih dihargai dibandingkan cewek yang tidak putih.

Kisah-kisah tersebut memang hanyalah iklan. Dan seperti kita tahu, iklan terkadang lebay. Mendramatisir dan melebih-lebihkan sesuatu. Hal ini dilakukan untuk membangun 'ke-tahuan' masyarakat akan produk tersebut. Namun meski lebay, toh ternyata produk tersebut laku. Kenapa bisa laku, banyak yang beli? karena setiap wanita ingin tampil cantik memikat dengan kulit yang putih alami. Alami? alami dari hongkong :). Kenapa mesti putih? emang yang sawo matang atau hitam manis kenapa?

Suatu standar yang menyedihkan bukan? kalau tidak disebut diskriminasi.

Bagaimana opini masyarakat dibentuk untuk lebih memilih dan menghargai dan memandang cantik perempuan-perempuan berkulit putih. Derajat si putih ini lebih tinggi dibanding yang kulitnya tidak putih. Setiap produk kecantikan, pasti menjual putih.

Bagaimana dengan gadis-gadis yang berkulit sawo matang atau lebih gelap. Bukankah warna kulit ini merupakan warna kulit khas Indonesia. Apakah si gadis sawo matang harus menggunakan lulur pemutih agar disukai pemuda. Apakah si hitam manis harus menggunakan lotion pemutih yang diiklankan di TV agar mendapatkan pria idamannya? Apakah anugerah penciptaan kulit gelap itu sia-sia dan tidak bermanfaat?

Dengan adanya standar kulit putih ini, para wanita berusaha sekuat tenaga membuat diri mereka menarik dengan memper-putih kulit. Mereka tentu telah termakan iklan dan menerima standar kulit putih ini. Berbagai macam cara pun dilakukan. Untuk gadis kere, mereka hanya mampu membeli lotion yang diiklankan di TV. Itupun setelah mereka bersusah payah menyisihkan uang jajan mereka selama satu bulan. Maklum ada barang ada harga. Sedang untuk gadis berduit, mereka pergi ke center-center. Di tempat itu mereka mengelupas kulit-kulit mereka seperti ular. Ada juga yang menggunakan lumpur dicampur-campur kemudian di sapukan dikulit sebagai lulur. Dan berbagai macam teknik-teknik memper-putih kulit lainnya.

Hasilnya? Sebagian memang ada yang berhasil. Wajahnya mulus dan kulitnya bagus mirip model iklan di TV-TV. Namun ada juga yang kurang beruntung. Alih-alih menjadi putih, wajah mereka menjadi merah seperti Monyet bermuka merah (Ateles paniscus), atau efek samping lainnya. Nah si wanita beruntung yang berhasil menjadi seperti model iklan itu, ke-putih-an kulitnya juga tidak bisa selamanya. Seperti halnya cinderela yang ke-putrian-nya hanya bertahan sampai jam 12 malam, wanita putih hasil center-center itu juga kecantikannya hanya bertahan beberapa waktu saja, setelah itu dia harus pergi lagi ke center-center untuk me-recharge kembali ke-putih-an kulit mereka. Jika tidak demikian, maka mereka akan kembali ke wujudnya semula.
Repot ya?

Tapi demi menjadi wanita yang menarik, seperti iklan cewek berketek putih mulus itu, atau si mahasiswi berwajah bagus, para wanita rela mengorbankan jiwa dan raga. Ditahannya segala keperihan, kepanasan, berbagai bahan diulas dipulas dioleskan ke kulitnya. Mereka jalani semua itu dengan tabah dan penuh harap. Aku akan menjadi lebih cantik kalau aku putih...

***


Bangunan itu menyerupai wujud jembatan, namun baru sepotong yang rampung. Dan para pekerja sedang menjalankan tugas masing-masing untuk menyelesaikan proyek itu. Salahsatunya adalah sebuah crane yang bertugas mengangkat sebuah benda terbuat dari beton. Sepertinya benda tersebut merupakan komponen penyusun jembatan. Menilik ukurannya yang besar dan bahanya yang terbuat dari beton, maka benda itu tentulah sangat berat. Mungkian bisa berton-ton beratnya. Tak heran tali pengikatnya bukanlah tali biasa melaikan empat untai rantai baja.

Sedang anteng-antengnya crane bekerja, tiba-tiba sesuatu terjadi. Salah satu rantai pengikat putus! untunglah hanya satu dari empat rantai pengikat itu yang putus, sehingga benda beton itu tidak jatuh. Melihat ada yang tidak beres, seorang pria berwajah tampan segera ambil tindakan. Dengan mempergunakan motor yang entah punya siapa, dia ngebut kemudian dengan motornya dia lompat ke seberang. Sampai di sebrang dia pun bergulingan. Kemudian dia mengambil tali baja yang terdapat di sebuah mobil. Lalu mengikatkan tali baja tersebut ke pinggangnya. Setelah itu dia pun menaiki crane terus merambat ke ujungnya. Sampai di tempat tepat diatas benda beton, dia terjun bebas, hampir dia terjatuh kebawah (pembaca tahan napas dong, bagian menegangkan nih), untungnya sang pria tampan berhasil meraih kaitan benda beton tersebut, sehingga tidak jadi jatuh. kemudian dia pun memasangkan kawat baja yang melilit di pinggangnya pada kaitan itu. Insiden pun berakhir dengan happy ending. Sang pria tampan mendapat tepuk tangan dari rekan-rekannya dan tatapan kagum dari rekan wanitanya.
Kisah heroik ini adalah iklan dari sebuah produk rokok. Lha kalau iklan minuman pelangsing, yang ditampilkan adalah gadis tinggi semampai meminum produk pelangsing, kenapa iklan rokok tidak menampiklan cowok macho menyedot rokok? aneh ya? apa hubungannya orang lompat dari crane dengan rokok?

Tapi itulah kenyataannya, bukannya rokok yang ditampilkan iklan rokok, tapi kejantanan lah yang dijual. Dengan merokok produk ini, maka kau akan sejantan pria yang diiklankan, begitulah kira-kira.
Makanya tak heran kalau iklan rokok sering menampilkan kejantanan laki-laki. Ada yang menembus badai pasir, naik tebing, menembus rimba, bla bla bla. Pokoknya macho abis.

Melihat iklan-iklan kejantanan rokok, para laki-laki pun terusik kejantanannya. Maka mereka pun merokok, biar jantan seperti di iklan-iklan. Hasilnya, ya kalau kebetulan dia sosoknya tinggi besar berotot, maka dengan rokok terselip dimulut, asap mengepul, ok lah dia jadi terlihat jantan (aslinya nggak tau :P). Namun bagaimana dengan si pria letoy berbadan kurus kerempeng. Dengan rokok terselip dimulut, asap mengepul, dimana kejantanannya?

Timbulah iklan berikutnya, yang menjual persahabatan. Dengan merokok ini, maka pria biasa saja, nggak perlu menembus badai pasir atau naik tebing bermacho-macho. Persahabatan adalah segalanya, dengan merokok ini, maka ikatan persahabatan kita semakin erat. Brotherhood of smoker, all for smoke and smoke for all!

Dan trik kedua ini pun berhasil, bagi mereka yang tidak kelihatan macho jantan, maka mereka merokok demi persahabatan.

Produsen rokok pun tidak puas sampai disana, dia melihat bahwa orang Indonesia itu gengsinya gede. Mereka akan berbuat apapun demi menaikkan dan membela gengsi. Mengetahui hal itu, produsen rokok pun membuat iklan yang menjual Gengsi, Elegan, Ekslusif, Eksekutif, Mahal, Kaya, Sukses, bla, bla, bla. Ada iklan yang menjemput pacarnya di hotel pake pesawat jet pribadi, ada merubah pulau jadi resort, dsb.

Orang Indonesia yang gengsinya tinggi pun termakan iklan ini, jadilah mereka menghisap rokok yang diiklanin bergengsi tersebut.

***

Ngomong-ngomong soal iklan, tentu sedikit banyak bersinggungan dengan TV. Kotak ajaib ini telah menjadi benda wajib di setiap rumah (Termasuk saya he..he..he..). Dari Sabang sampai Merauke, dari Timor sampai ke Talaud, semua bisa menikmati tontonan acara iklan-iklan yang diselingi acara pokok secara gratis melalui TV. Keberadaan TV ini tentunya mempunyai dua sisi pengaruh. Sisi pengaruh baiknya tak perlu dibahas lah, karena semuanya juga sudah pada tahu. Namun yang perlu kita soroti adalah sisi buruknya. Mungkin semua juga sudah pada tahu sisi buruk tayangan TV. Tapi apakah semua menaruh perhatian akan pengaruh buruk itu?

Sebagai contoh adalah standar diskriminatif wanita berkulit putih dengan wanita berkulit tidak putih. Mengapa si putih selalu menang dari si gelap? hal ini akan membuat kaum hawa banyak yang tidak mensyukuri penciptaan dirinya, apa adanya.

Contoh lain adalah pemutarbalikkan fakta yang dilancarkan produsen rokok. Mereka memasang label macho,persahabatan dan gengsi tinggi untuk barang-barang beracun yang merusak tubuh pemakai.
Kita memang tidak bisa menghindari arus informasi yang diberikan TV. Namun demikian, kita juga tentu punya hak untuk menerima atau tidak menerima informasi tersebut. Jangan lupakan itu, gunakanlah hak anda.

Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah. (d'Masiv)
Jangan rusak tubuh kita, dan lebih penting lagi, jangan rusak tubuh orang-orang di sekitar kita. Karena mereka tidak melakukan kesalahan pada kita.




stressful workplace
Tempat kerja yang membuat stress

10 Pekerjaan yang paling men-stress-kan

Stress adalah pencapaian dan identitas manusia modern. Malah jika dalamsebuah perbincangan kita menceritakan bahwa kita stress kerja, ada semacam 'kebanggaan' tersendiri. Kebanggaan bahwa kita jadi manusia masakini yang berenang dalam arus dinamika kerja. Malah kata workaholik menjadi semacam penanda 'good quality' bagi seseorang :)

Disisi lain, sebuah situs ketenagakerjaan careercast(www.careercast.com) pernah mengadakan suatu polling di Amerika tentangpekerjaan yang paling membuat stress. Hasil polling tersebut kemudiandiangkat menjadi sebuah artikel oleh Linda C. Brinson dan kemudian dipublikasikan di situs howstuffworks.com dengan judul "10 Most StressfulJobs inAmerica" (http://money.howstuffworks.com/10-most-stressful-jobs-in-america.htm/printable).

Berikut adalah daftarnya:
10. Pekerja Tambang (Miner)
9. Pimpinan perusahaan (Corporate Executive)
8. Reporter media cetak (Newspaper Reporter)
7. Pilot dan pengatur lalulintas penerbangan (Those Who Fly, and ThoseWho Help Them)
6. Emergency Personel semisal pemadam kebakaran dan Petugas UGD
5. Pekerja Medis (Medical Professional)
4. Guru (Teacher)
3. Polisi (Police Officer)
2. Militer yang sedang bertugas (Deployed Military Personnel)
1. Orangtua yang bekerja (Working Parents)

Lho kok peringkat pertamanya justru Orang tua yang bekerja. How come?Sepertinya pertanyaan ini hanya bisa dijawab oleh mereka yang telah mempunyai anak. Dan 'sensasi' punya anak ini sepertinya agak sulit diteorikan atau dibuat rumusnya.

Namun dari daftar diatas kita bisa sedikit membuat suatu logika rumus.Jika peringkat 10 sampai 2 mempunyai nilai stress 1 misalnya, maka jika pekerja tersebut juga menjadi orangtua maka stressnya nambah 1 (1+1=2).Dikantor stress dengan tumpukan pekerjaan, sampai dirumah, anak sakitlah, anak berulah lah, dsb.

Tidak sedikit diantara mereka yang tidak mampu menangani keduanya, jadi pekerja merangkap orang tua. Kalau kerja, seberat apapun, orang mau menjalaninya bahkan mungkin menikmatinya. Namun ketika menangani anak, karena jauh lebih kompleks daripada pekerjaan terberat mereka di kantor(lagi-lagi hanya orang yang telah punya anaklah yang tau ke-kompleks-annya :) ), banyak yang akhirnya (menyerah)kannya kepada baby sitter bersertifikat dan bergaji mahal (berarti kualitas babysitternya bagus dong :) ). Mereka tidak mampu menangani anak-anaknyakarena energinya terkuras di tempat kerja.

Orang tua jenis yang tadi sih masih mending, karena setidaknya merekaberusaha menjalankan fungsinya sebagai orang tua meski denganmenggunakan alat bantu berupa baby sitter. Yang dikhawatirkan adalah,ada orang tua yang mengatakan "enakan kerja daripada ngurus anak". :) Dan ini kenyataan sodara-sodara ...



Copyright © 2018 - irpanisme.com. Diberdayakan oleh Blogger.