Pintu Gerbang Ragunan
Sumber: id.wikipedia.org


Ragunan, sebuah tempat rekreasi yang akan terbersit di benak setiap ayah dan ibu ketika anaknya meminta jalan-jalan mau melihat gajah. Ya, Kebun Binatang Ragunan adalah tempat rekreasi keluarga yang berada di bilangan selatan Jakarta.

Berada di Ragunan seolah membawa kita terlempar keluar dari hiruk-pikuk hutan beton Jakarta dan masuk ke rindangnya pepohonan hutan tropis. Lebih dramatis lagi karena ditingkahi berbagai suara binatang seperti Singa, Harimau, berbagai jenis kera, burung-burung dan banyak lagi.

Ragunan dari Udara



Bagi yang belum bisa terlepas sepenuhnya dari keramaian kota, maka di dalam kompleks Ragunan juga ada sejenis taman rekreasi yang berisi berbagai wahana yang bisa dinaiki. Dan tentu saja semuanya bernuansa alam dan binatang. Ada kereta gantung, komidi putar, dsb.

Kalau ada yang lebih suka dengan wisata air, maka di dalam Ragunan juga ada berbagai tempat rekreasi air, mau Rakit, Perahu Naga, Sepeda air, sampai memancing. Kesemuanya bisa kita nikmati di beberapa danau buatan. Namun karena dikelilingi berbagai pohon raksasa, maka nuansa alaminya sangatlah terasa.

Rekreasi Air di Ragunan


Sesuai dengan namanya Taman Margasatwa alias kebun binatang, tentu saja Ragunan adalah rumah bagi 260 jenis satwa dan sekitar 3000 hewan. Selain itu di Ragunan juga ada 30,000 tanaman dari 250 varietas berbeda. (sumber: kebunbinatang.org). Dengan sekian banyak hewan dan tumbuhan ini tentu saja Ragunan bisa menjadi sarana pendidikan yang sangat berharga bagi anak-anak kita.

Kebun Binatang Ragunan adalah kebun binatang pertama di Indonesia. Kebun binatang ini didirikan pada tahun 1864 dengan nama Planten En Dierentuin yang berarti "Tanaman dan Kebun Binatang." Pada awalnya Ragunan dibangun di atas tanah seluas 10 hektare di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Tanah ini merupakan hibah dari seorang pelukis ternama Indonesia, Raden Saleh. Saat itu, Planten En Dierentuin dikelola oleh Perhimpunan Penyayang Flora dan Fauna Batavia yang tergabung dalam Culturule Vereniging Planten en Dierentuin at Batavia.

Pada tahun 1949, nama Planten En Dierentuin diubah menjadi Kebun Binatang Cikini dan pada tahun 1964 dipindahkan ke kawasan Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pemerintah DKI Jakarta menghibahkan lahan seluas 30 hektare bagi kebun binatang ini. Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin meresmikan Taman Margasatwa Ragunan pada 22 Juni 1966. (sumber: id.wikipedia.org)

Jika mengunjungi Ragunan, sebaiknya kita mengalokasikan waktu satu hari penuh. Ragunan buka setiap hari mulai jam 8 pagi - 5 sore. Mengapa mesti begitu lama? Karena di Ragunan banyak sekali tempat dan sarana yang bisa kita pelajari dan nikmati. Apalagi jika kita membawa anak-anak. 3-4 jam saja tidak cukup untuk meningkahi kehebohan anak-anak kita tatkala melihat berbagai binatang yang selama ini hanya dilihatnya di TV.


Atraksi Naik Gajah
Sumber: tribunnews.com

Belum lagi berbagai wahana yang bisa dinaiki, baik yang berhubungan dengan hewan seperti naik Gajah, Delman yang ditarik kuda, pentas pertunjukan hewan, dsb. Atau pun juga wahana mekanis seperti kereta gantung dan komidi putar, dll, yang tentu saja bertema hewan dan alam.

Menghabiskan waktu lama di Ragunan memang tak akan terasa, kita akan lupa waktu disana. Apalagi kita berada ditengah-tengah rubungan pohon-pohon hijau nan rindang, yang memberikan udara sejuk segar. Sungguh sebuah nuansa hutan di tengah kota metropolitan. Malah bisa dikatakan Ragunan ini Central Park-nya Jakarta.

Bagi yang ingin mengunjungi Ragunan, maka ada berbagai sarana transportasi yang bisa digunakan. Yang paling populer dan mudah adalah jalur bus Trans Jakarta, alias Busway. Dengan busway kita bisa menikmati perjalanan yang murah sekaligus nyaman. Dengan hanya membayar tiket sebesar Rp. 3500,- kita bisa menikmati perjalanan dengan armada Bus ber-AC dan mempunyai jalur sendiri di jalanan Jakarta.

Halte Busway Ragunan
Sumber: tribunnews.com



Trayek Kendaraan Umum di Ragunan
Sumber: transportumum.com

Bagi yang memilih menggunakan kendaraan pribadi, baik mobil maupun motor pun tidak usah khawatir, karena di Ragunan tersedia lahan parkir yang luas dan aman karena telah menerapkan sistem parkir yang professional. Jika ada yang ingin menggunakan kendaraan umum selain busway, maka bisa menumpang metromini maupun angkot.

Terakhir saya kesana adalah hari minggu lalu, tanggal 2 Desember 2012. Harga tiket masuknya: Dewasa Rp. 4.500,- dan anak-anak Rp. 3.500,-. Namun sebaiknya kita membawa uang lebih ketika berekreasi ke Ragunan, karena meski tiket masuknya murah, namun untuk menaiki atau menggunakan beberapa fasilitas, kita harus bayar lagi. Untuk toilet misalnya, kita dikenakan tarif Rp. 2000,-, sekali pakai.

Harga tiket untuk berbagai atraksi juga bervariasi mulai Rp. 3.000 - Rp. 15.000,- Naik Gajah misalnya, kita harus membayar Rp. 7.500,-, naik kereta keliling Ragunan, tarifnya Rp. 6.000,-/orang,  naik Perahu Naga, Rp. 10.000/orang. Dan banyak lagi.

Meski terkesan "serba bayar", kita tidak perlu berkecil hati. Toh kita tidak wajib untuk mencoba semua itu kan? Bagi yang ingin sekedar piknik, makan-makan dan melihat binatang, semuanya itu tidak bayar lagi. Cukup bayar Tiket masuknya saja. Di dalam Kebun Binatang Ragunan yang luas, terdapat banyak sekali lahan-lahan terbuka. Lahan-lahan ini bisa kita gunakan untuk menggelar tikar, membuka bekal makanan dan menyaksikan anak-anak kita bermain berlari kesana-kemari atau melihat bermacam-ragam binatang.

Dan satu hal lagi yang harus kita perhatikan ketika melihat binatang-binatang. Kita harus memperhatikan keamanan dan keselamatan. Jangan mengganggu binatang-binatang tersebut, kalau menonton cukup menonton saja atau foto-foto, tapi jangan mengganggu atau memprovokasinya. Selain itu jangan coba-coba melewati pagar keamanan. Pihak pengurus telah memperhitungkan daya jangkauan dari hewan-hewan tersebut. Pagar pengaman itu sudah diukur sehingga cukup jauh dan aman dari jangkauan hewan. Jika kita melewatinya untuk lebih mendekati hewan yang ada, akan sangat berbahaya. Karena meski terlihat jinak, mereka tetap saja binatang buas/liar, yang bisa berubah sifatnya dalam sekejap.

Selamat berekreasi dan belajar dalam keceriaan di Taman Margasatwa Ragunan.

Pelikan di Taman Depan Ragunan

Catatan: telah dilakukan revisi pada jam 16:40 tanggal 04-12-12, sesuai perbaikan yang dilakukan pihak log.viva.co.id terhadap tulisan di blog ini.




Masih ingat "Koin Prita"? masih lah ya. Jadi nggak perlu saya ceritakan lagi apa, siapa, kenapanya ^_^. Saat itu Koin Prita yang terkumpul totalnya Rp. 810.940.402 (detik.com). Yang  ingin saya bahas disini bukan kasus Prita-nya, melainkan kekuatan "gotong-royong".

Gotong-royong, kata yang telah kita kenal sejak SD, maknanya juga saya yakin semua sudah tahu, namun apakah kita telah mengamalkannya? .... errr... kalo saya mah jaraaaaanngggg banget ^_^

Ketika bicara gotong-royong, maka kita membicarakan sebuah kekuatan yang sangat besar. Dengan gotong-royong, meski seorang mengumpulkan satu keping koin Rp. 500,-, kalau orang yang berpartisipasinya ada satu juta , maka yang terkumpul adalah Rp. 500juta. Sebuah jumlah yang sangat besar bukan?

**
Di dunia Internet, sekarang ini ada sebuah fenomena besar di bidang pendidikan. Fenomena ini adalah "Khan Academy" (www.khanacademy.org), sebuah website berisi video-video yang menjelaskan berbagai bidang pendidikan, mulai matematika, biologi, sejarah, seni, ekonomi dan keuangan, komputer, dan banyak lagi. Di website ini ada lebih dari 32000 video. Dan kesemuanya berisi materi-materi pendidikan yang luar biasa.

Sayangnya, penjelasan ilmu dalam video-video tersebut disampaikan dalam bahasa Inggris. Bagi kita yang terbiasa cas cis cus berbahasa Ingris, mungkin tidak akan kesulitan untuk menyimak dan menyerap ilmu yang disampaikannya. Tapi bagaimana dengan anak-anak, kerabat, teman-teman kita yang tidak bisa bahasa Inggris?

Jika video tersebut ada terjemahannya atau di dubbing bahasa Indonesia seperti di TV-TV, tentulah akan sangat membantu bukan? "Tapi bro, 32000 video siapa yang sanggup menerjemahkan dan mendubbingnya? Superman aja mesti tapa lagi kali" ^_^

Untunglah kita orang Indonesia yang mempunyai budaya gotong-royong. 32000 video adalah jumlah yang sangat besar. Namun jika kita bergotong-royong menterjemahkannya, maka hal itu tidaklah mustahil.

"Bro, kita kan banyak kerjaan, mana ada waktu ngurusin begituan?" Ya memang, kita mungkin tidak bisa melakukannya karena berbagai hal. Namun siapa tahu diantara kita ada yang mempunyai anak, keponakan, saudara, tetangga yang kebetulan mahasiswa jurusan sastra Inggris, atau mahasiswa apapun yang punya rasa peduli, atau pelajar, atau umum yang kebetulan punya waktu luang.

Kita bisa sampaikan ide ini kepada mereka dan mengajak mereka ikut bergotong-royong. Jika ada yang berminat, silahkan follow twitternya @khanacademyindo. Itu twitternya komunitas khanacademy Indonesia.

Bisa juga langsung beraksi ^_^ dengan membuka website www.khanacademy.org lalu klik link "Volunteer", disana ada dua pilihan Aksi yang bisa kita lakukan, membuat subtitle bahasa Indonesia atau Mendubbing Video yang ada dengan bahasa Indonesia.

Ada baiknya jika kita berkomunikasi dengan sesama penggiat di twitternya, sehingga aksi kita menjadi lebih terkoordinasi. Mana video yang sudah digarap, mana yang belum.

Satu aksi lagi yang tidak kalah pentingnya, yakni menyimpan video-video tersebut di Indonesia atau istilahnya "mirroring" website www.khanacademy.org. Ini pekerjaan yang besar juga, dan target sukarelawannya lebih spesifik lagi, yakni orang-orang yang mengerti per-website-an.

Dengan disimpannya video-video tersebut di Indonesia, maka orang yang mengakses video, relatif bisa lebih cepat, karena tidak perlu jauh-jauh mengakses ke luar negri.

Mudah-mudahan saja tulisan ini bisa menyebar sangat cepat ke seantero jagat dan menyentuh hati para ksatria berhati mulia. Sehingga proyek besar mencerdaskan bangsa, bisa terlaksana dengan kekuatan gotong-royong. Amiin.

Copyright © 2018 - irpanisme.com. Diberdayakan oleh Blogger.