Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2013

Orang Kantoran naik gunung–part 3

Kondisi puncak saat itu cerah namun berangin cukup kuat. Alhasil suhu diatas lumayan dingin tapi kering. Angin yang bertiup kuat menerbangkan debu-debu. Tanah di puncak gunung Gede memang berupa pasir. Dan yang disebut puncak ini bukanlah benar-benar puncak, karena berupa jalur tanah di bibir kawah. Saya sih mikirnya, mungkin sebelum meletus, “puncak” gunung Gede ini bisa lebih tinggi lagi.

Satu yang unik dari puncak Gede ini adalah, di puncak ada pedagang nasi uduk, minuman hangat dan mie instan. Keberadaan pedagang ini disatu sisi jadi anugrah, karena sangat membantu pendaki untuk mengisi tenaga. Namun disisi lain, keberadaan para pedagang ini seolah mementahkan euforia pencapaian.
Kebayang gak pas kita menginjakan kaki di mulut kawah, di puncak Gunung Gede, kita mengangkat dua tangan terkepal keatas dan berteriak: “Horeeee… kita mencapai puncaaaak….”, eh…. tiba-tiba dateng bapak-bapak: “nasi uduk, nasi uduk…” Gubraak…. ^_^

Tapi itu gak penti bagi kami, orang-orang kantoran yang s…

Orang Kantoran naik gunung–part 2

Rombongan yang terdiri dari 14 orang ini semuanya adalah karyawan. Rata-rata umurnya diatas 26 dan yang paling senior, usianya diatas 50, perempuan lagi.  Adapun perbadingan peserta cewek dan cowok hampir seimbang. Cowoknya 8 orang ceweknya 6 orang.

Sekitar jam 1 pagi, saya sudah bisa tidur lagi. Karena hawa dingin yang meresap dari bawah. Meski saya tidur di dalam tenda dan memakai sleeping bag, tetap saja terasa dingin, karena antara tanah dan punggung hanya dibatasi terpal alas tenda dan selapis bahan sleeping bag. Mungkin kalau saya tidur diatas matras camping, akan sangat menolong mengisolasi dingin dari bawah.

Meski demikian, bisa memejamkan mata dan terlelap kurang lebih 1 jam-an lumayan membantu. Apalagi dalam kondisi “siaga merah” begitu ^_^, tubuh seolah mempersiapkan semua sistemnya untuk aktifitas yang berat. Paling nantinya semua harus ditebus dengan kelelahan seminggu lamanya.

Saya keluar tenda, dan mulai membangunkan teman-teman yang lain. Awalnya saya pikir kita bongka…

Proses pendaftaran pendakian Gunung Gede

Ya,  untuk bisa mendaki gunung Gede kita membutuhkan Surat Ijin, gak  bisa asal berangkat. Prosesnyapun lumayan bertahap, tidak bisa datang langsung dapet surat. Diawali dengan melakukan pendaftaran secara online di http://booking.gedepangrango.org dan pendaftaran ini dilakukan sebulan (30 hari) sebelum hari H. Jadi kita yang mau naik tanggal 9 November 2013, sudah melakukan booking online sejak tanggal 10 Oktober 2013.

Ketika mendaftar, kita mengisi formulir. informasi yang dibutuhkan diantaranya, nama, nomor KTP, nomor HP, nama Organisasi, alamat organisasi, dsb. Untuk mengisi ini, sebaiknya kita mempersiapkan KTP (copy KTP) dari semua peserta + no hp/telp.

Setelah mengisi formulir kita juga diwajibkan membayar tiket masuk sebesar Rp. 5.000,-/kepala. Uang ini dibayarkan melalui transfer bank ke rekening TNGGP (Taman Nasional Gunung Gede Pangrango) di bank BNI, no Rek. 0190127132. Nanti bukti transfer ini discan/difoto, kemudian hasil scan/fotonya ini di kirim ke email TNGGP di: boo…

Orang Kantoran naik gunung–part 1

Awalnya yang daftar ada 17 orang. Namun yang jadi berangkat 9 orang. Yang 8 orang berguguran karena berbagai penyebab, ada yang counseling mau nikah, ada yang ngedadak dapet kunjungan orang tua ada juga yang cedera waktu olahraga.

Memang, acara Mendaki Gunung Gede ini sudah digaungkan sejak 3 bulan lalu. Dan para calon peserta sudah jauh-jauh hari dihimbau untuk mempersiapkan fisik dan mentalnya. Ini perlu karena mendaki gunung bukan  jenis olah raga ringan. Mendaki gunung membutuhkan fisik yang tangguh dan mental baja.

Pada hari Sabtu, 9 November 2013 jam 7 pagi berkumpullah 9 orang yang siap menguji fisik sampai batas-batas kemampuan. Semua tampak semangat meski mereka tahu resiko yang akan dihadapi. Medan hutan, tanjakan, hujan guntur, hawa dingin, gelap malam, pokoknya yang serem-serem deh.

Sengaja semua peserta “ditakut-takuti” oleh segala ancaman hujan guntur di gelap malam, supaya mereka mempersiapkan mental dari awal. Mengingat sekarang ini musim hujan. Keadaan medan bisa ku…

Bisnis, dilihat dari luar angkasa

Sebenarnya saya masih meraba-raba apa saja poin-poin yang ingin saya sampaikan pada tulisan ini. Namun daripada ide-idenya berseliweran di benak bikin pusing, mending saya tumpahkan saja pada blog. Tak peduli ada poin idenya atau tidak. ^_^

Yang berseliweran kali ini adalah seputar bisnis dan orang-orang yang menjalankannya. Ya, orang sekarang kan pada rame melakukan usaha sampingan (bagi yang punya pekerjaan tetap). Ada juga yang jumawa jadi wirausaha, dengan berbagai dalih konsep kuadran.

Maaf nih katlimat yang keluar kok sinis ya? lagi galau kali ni si penulisnya.

Namun percaya deh didalam hati saya tidak ada rasa iri maupun dengki kepada para pelaku bisnis. Saya hanya mengutarakan pendapat saya dari sudut pandang yang saya sebut "Holistic Point of View" - Sudut Pandang Semesta.

Pada film-film terutama film Science Fiction, terkadang suka ada adegan kamera yang zoom out dari satu orang, naik ke atas sampai kelihatan gedung, terus keatas sampai kelihatan pulaunya, terus l…

Hijau Negeriku

Jadwal Sholat

Warung Blogger

Warung Blogger

Kabar Terbaru