Syaraf Kejepit HNP

Syaraf Kejepit, kita mungkin sering sekali mendengar istilah itu. Dan sebelum tahu lebih banyak, saya membayangkan syaraf kejepit itu adalah urat syaraf yang kejepit diantara ruas tulang belakang ^_^. Namun belakangan, ketika istri saya menderita penyakit ini, pengetahuan saya tentang syaraf kejepit jadi bertambah.

Istilah Syaraf Kejepit ini secara medis namanya adalah HNP (Herniated Nucleus Pulposus). Berupa pembengkakan atau tonjolan yang terjadi pada bantalan antar ruas tulang belakang. Seperti kita ketahui, tulang belakang manusia itu beruas-ruas. Nah, antar ruas ini ada semacam bantalannya. Syaraf kejepit alias HNP ini adalah ketika bantalan antar ruas ini menonjol keluar dari rongganya dan menekan saluran syaraf. Kondisi ini menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Meski saya belum pernah merasakannya, namun saya melihat sendiri ketika istri saya kesakitan sampai bibirnya membiru.


Bagaimana bisa bantalan ini menonjol keluar?

Penyebab utama terjadinya HNP ada hubungannya dengan proses penuaan atau keausan bantalan antar tulang. Seiring bertambahnya usia, kadar air yang dikandung bantalan ini semakin berkurang. Hal ini mengakibatkan bantalan jadi kurang fleksibel dan rentan robek atau pecah. Adapun penyebab lainnya bisa jadi karena sering mengangkat benda berat dengan posisi badan membungkuk. Ketika  kita mengangkat beban, badan kita membungkuk dan menggunakan otot punggung untuk mengangkat. Hal ini menyebabkan tekanan berat pada bantalan-bantalan tulang punggung, dan ini beresiko menimbulkan HNP.


Adapun untuk HNP yang diderita istri saya, sepertinya bukan karena penuaan, mengingat istri saya masih mudah. Ehm…. ^_^ jadi mungkin penyebabnya adalah sering mengangkat beban secara membungkuk. Ditambah lagi, dia pernah beberapa kali mengalami jatuh duduk. Sehingga mungkin formasi tulang belakang atau bantalannya sedikit berubah.

Sebenarnya kalau sekedar terjadi sekali dua kali saja jatuh duduk, resiko HNP sangat kecil. Namun ada faktor yang berpengaruh yang membuat bantalan jadi membengkak. Faktor ini adalah kekuatan otot punggung. Kalau otot punggung seseorang kuat, ketika mengalami jatuh atau goncangan atau tekanan, meski terjadi perubahan posisi antar ruas tulang belakang, karena otot punggungnya kuat, maka susunan ruas tulang belakang dan bantalannya akan kembali ke kondisi normal.

Masalahnya adalah, orang-orang sekarang sedikit sekali berolahraga atau melatih otot-ototnya, sehingga otot tubuh mereka lemah, termasuk otot punggung. Akibatnya ketika terjadi perubahan posisi tulang punggung, otot punggungnya tidak cukup kuat untuk menarik tulang kembali ke posisi normal. Dan terjadilah HNP.

Bagaimana penyembuhannya?

Jika HNP ini masih pada taraf awal, maka penyembuhan dengan fisio terapi dan olah raga renang, bisa membantu memulihkan kondisi tulang punggung dan bantalannya. Namun pada kondisi akut, mau tidak mau harus dilakukan operasi. Operasi yang dilakukan disini adalah untuk menghilangkan bagian bantalan yang menonjol dan menekan syaraf.

Nah HNP yang diderita istri saya pun termasuk yang harus dioperasi. Adapun jenis operasi yang dilakukan adalah MED (Micro Endoscopic Dissection). Dokter membuat sayatan kecil di atas bagian yang kena HNP. Lalu dengan bantuan kamera dan peralatan operasi canggih, bagian yang menonjol dan menekan syaraf ini bisa dihilangkan.



Alhamdulillah setelah dioperasi MED ini, istri saya tidak merasakan sakit lagi. Kalau pun ada, itu adalah rasa sakit akibat sayatan pada bagian yang dioperasi.

Istri saya dirawat di Rumah sakit, total selama 5 hari. Namun demikian ketika pulang kerumah, tidak bisa langsung beraktifitas seperti biasa, karena bagaimanapun tindakan operasi ini berdampak trauma sementara, seperti sakit pada luka operasi, terus ketika mau duduk atau berbaring masih agak-agak takut, badan masih lemah, dsb.

Malahan pada 24 jam pertama setelah operasi, istri saya sempat mengalami sulit buang air kecil. Penyebabnya adalah sisa pengaruh bius yang mungkin mempengaruhi mekanisme organ kandung kemih. Untunglah susah buang air kecilnya tidak berlangsung lama. Hari kedua sudah berangsur pulih.

Nah, bagi temen-temen yang masih sehat segar bugar, jangan terlena. Rajin-rajinlah berolahraga sehingga otot-otot tubuh kita menjadi kuat. Dengan demikian berbagai resiko cedera yang bisa timbul akibat lemahnya otot, bisa diminimalkan.







Marina Bay Singapura
Marina Bay Singapura

Singapura bagi sebagian orang Indonesia bukanlah Luar Negeri. Singapura seakan telah jadi semacam kota dari suatu provinsi di Indonesia, seperti Bandung, atau Surabaya, atau Medan. Banyak orang Indonesia yang wara-wiri Jakarta-Singapura atau Batam-Singapura tiap seminggu sekali atau sebulan sekali. Entah untuk keperluan bisnis, sekolah, atau wisata. Dan puncaknya biasanya menjelang hari libur nasional atau liburan sekolah.

Kalau jalan ke Singapura dan ketika menjelang pulang kita mencari souvenir untuk oleh-oleh, maka ada satu tempat yang cocok sekali untuk dikunjungi, terutama untuk orang-orang Indonesia yang suka harga murah. Tempat itu cukup terkenal yakni Bugis Street.


Bugis Street Singapura
Bugis Street Singapura

Bugis street ini menyerupai gang yang kiri-kanannya dipenuhi pedagang souvenir. Mulai dari kaos-kaos berdisain Singapura, bermacam-macam merchandise khas Singapura, dsb. Dan yang penting semuanya harganya murah-murah. Untuk kaos misalnya, kita bisa mendapatkan kaos seharga 10 Sing Dollar untuk 3 kaos. Terus untuk merchandise semacam gunting kuku, atau gantungan kunci, ada yang 3 buah 10 Sing Dollar, malah ada yang 6 buah 10 Sing Dollar.  Kalau kita mencari oleh-oleh murah-meriah, BugisStreet lah tempatnya.

Bugis Street Singapura
Bugis Street Singapura

Selain souvenir, di Bugis Street juga ada toko-toko yang menjual bahan-bahan obat-obatan tradisional Cina, maupun bahan makanan yang dikeringkan. Sewaktu ke sana, saya pernah mengantar teman saya membeli bahan obat tradisional di sebuah toko bernama Joo Huat Trading. Toko ini ada di basemen sebuah gedung bernama Fu Lu Shou Complex, masih di daerah Bugis Street.

Toko obat Cina di Bugis Street
Toko obat Cina di Bugis Street

Toko Joo Huat ini menjual berbagai macam bahan makanan yang telah dikeringkan. Selain bahan makanan, disini juga dijual berbagai macam bahan obat-obatan tradisional Cina. Di dinding bagian dalam toko, berderet satu dinding penuh kotak-kotak dan toples-toples berisi akar-akaran, dan bahan ramuan lainnya. Dan tentu saja tak ketinggalan, Ginseng si akar ajaib.
Toko obat Cina di Bugis Street
Toko obat Cina di Bugis Street

Bugis Street ini lokasinya berada di persimpangan antara Rochor Rd dengan Victoria St. Patokannya adalah Sim Lim Square. Dari sini juga kita bisa mencapai Gedung “Durian” Esplanade, patung Merlion dan Marina Bay dengan berjalan kaki. Kebetulan Gedung Espalanade, Patung Merlion dan Marina Bay ini berada di satu area yang berdekatan.

Peta Bugis Street
Peta Bugis Street

Gedung Durian Esplanade
Gedung "Durian" Esplanade
Suasana di Bugis Street ini mengingatkan kita akan kawasan-kawasan di Jakarta yang ramai, banyak pedagang kaki lima dan orang lalu-lalang terkadang berdesakan. Namun sepanjang tempat-tempat yang saya kunjungi di Singapura ini, hanya di Bugis Street ini lah tempat yang ada pedagang kaki limanya dan terkesan padat. Selain itu, tidak ada daerah seperti Bugis Street ini lagi. Semuanya serba teratur dan terkesan sepi. Jalanan mobil pun tidak sepadat di Jakarta.

Pedagang Kakilima di Bugis Street
Pedagang Kakilima di Bugis Street



***
Baca juga:

- Fem, catatan saya tentang seorang pramusaji Hooters Restaurant di Clarke Quay, Singapura



Copyright © 2018 - irpanisme.com. Diberdayakan oleh Blogger.