Mari Mengenal Vitamin

0 Comments

Struktur Kimia Vitamin C (Asam Askorbit)

Menghadapi masa pandemi Covid-19 ini, kita harus menjaga kesehatan tubuh terutama menjaga tingkat imunitas. Supaya ketika tubuh kemasukan virus, imunitas tubuh bisa mengatasinya.

Imunitas tubuh bisa dijaga dan ditingkatkan, salah satunya dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan gizi. Malah kalau perlu ditambah dengan konsumsi suplemen dan multi vitamin.

Saya kadang mikir, vitamin itu apa sih? mengapa begitu penting. Jadilah kemudian saya browsing-browsing.
 
Vitamin jika dilihat dari sudut pandang ilmu kimia, adalah molekul organik (susunan atom karbon dan unsur lainnya). Vitamin  merupakan mikronutrien penting yang dibutuhkan organisme hidup, untuk membantu fungsi sistem metabolisme tubuhnya supaya bekerja dengan benar.

Pada umumnya Vitamin tidak dapat dibuat/dihasilkan oleh tubuh mahluk hidup. Atau kalaupun ada, jumlah yang dihasilkan tidaklah cukup.

Cara terbaik untuk mendapatkan vitamin yang cukup adalah dengan mengonsumsi makanan dengan kandungan gizi yang seimbang.

Manusia membutuhkan setidaknya 13 vitamin esensial. Vitamin-vitamin tersebut dibutuhkan tubuh agar semua komponennya dapat bekerja dengan baik. 13 vitamin tersebut adalah:

  1. Vitamin A
  2. Vitamin C
  3. Vitamin D
  4. Vitamin E.
  5. Vitamin K.
  6. Vitamin B1 (tiamin)
  7. Vitamin B2 (riboflavin)
  8. Vitamin B3 (niasin)
  9. Asam pantotenat (B5)
  10. Biotin (B7)
  11. Vitamin B6
  12. Vitamin B12 (cyanocobalamin)
  13. Folat (asam folat dan B9)


Vitamin dikelompokkan menjadi dua kategori:

  • Vitamin yang larut dalam lemak
  • Vitamin yang larut dalam air

Vitamin yang larut dalam lemak disimpan di jaringan lemak tubuh. Empat vitamin yang larut dalam lemak adalah vitamin A, D, E, dan K. Vitamin ini lebih mudah diserap oleh tubuh dengan adanya lemak makanan.

Vitamin yang larut dalam air ada sembilan jenis, yakni:

  1. Vitamin B1 (tiamin)
  2. Vitamin B2 (riboflavin)
  3. Vitamin B3 (niacin)
  4. Vitamin B5 (asam pantotenat)
  5. Vitamin B6
  6. Vitamin B7 (biotin)
  7. Vitamin B9
  8. Vitamin B12 (cobalamin)
  9. Vitamin C

Vitamin-vitamin jenis ini tidak disimpan di dalam tubuh. Setiap sisa vitamin yang tidak diserap tubuh akan dikeluar dari tubuh melalui air seni. Meskipun tubuh menyimpan sedikit cadangan vitamin ini, mereka harus dikonsumsi secara teratur untuk mencegah kekurangan dalam tubuh. Vitamin B12 adalah satu-satunya vitamin yang larut dalam air yang dapat disimpan di hati selama bertahun-tahun.


Struktur Kimia Vitamin

Fungsi
Berikut adalah fungsi dari beberapa vitamin diatas:

Vitamin A,
membantu membentuk dan menjaga kesehatan gigi, tulang, jaringan lunak, selaput lendir, dan kulit. Vitamin A bisa kita dapatkan dari makanan berupa buah dan sayuran berwarna. Kalau sumbernya dari hewan, bisa didapat dari hati dan susu murni.

Vitamin B6, juga disebut piridoksin. Vitamin B6 membantu membentuk sel darah merah dan menjaga fungsi otak. Vitamin ini juga berperan penting dalam proses penyerapan protein oleh tubuh.Semakin banyak protein yang Anda makan, semakin banyak piridoksin yang dibutuhkan tubuh Anda. Vitamin B6 terlibat dalam perkembangan otak selama kehamilan dan masa bayi, dan juga terlibat dalam fungsi kekebalan tubuh.

Vitamin B12, membantu membentuk sel darah merah dan menjaga sistem saraf pusat, membantu dalam proses pembuatan DNA. Vitamin B12 juga membantu mencegah penyakit Anemia yang membuat orang lelah dan lemah. Vitamin B12 dapat diperoleh dari sumber makanan hewani.

Vitamin C, juga disebut Asam Askorbat (Ascorbic Acid), adalah antioksidan yang meningkatkan kesehatan gigi dan gusi, membantu tubuh menyerap zat besi, dan menjaga jaringan tubuh supaya sehat. Vitamin C juga penting untuk penyembuhan luka dan meningkatkan kekebalan tubuh.
Vitamin C bisa didapatkan dengan mengkonsumsi buah dan sayur.

Vitamin D, juga dikenal sebagai "vitamin sinar matahari", karena dibuat oleh tubuh setelah berada di bawah sinar matahari. Vitamin D membantu tubuh dalam proses penyerapan Kalsium. Anda membutuhkan Kalsium untuk pertumbuhan tubuh dan pemeliharaan kesehatan gigi dan tulang. Vitamin D juga membantu menjaga kadar kalsium dan fosfor dalam darah.
Sepuluh sampai 15 menit sinar matahari, 3 kali seminggu, sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan vitamin D. Namun ini berlaku bagi daerah yang kaya akan sinar matahari. Untuk yang tinggal di daerah yang kurang cahaya matahari, bisa membutuhkan lebih dari itu. Atau memperbanyak memakan makanan yang kaya akan vitamin D, seperti kuning telur, ikan air asin, dan hati. Beberapa makanan lain, seperti susu dan sereal, sering kali mengandung vitamin D. Sebagai tambahan Anda juga bisa mengonsumsi suplemen vitamin D.
 
Vitamin E, adalah antioksidan yang juga dikenal sebagai tokoferol. Ini membantu tubuh membentuk sel darah merah dan membantu tubuh dalam menggunakan vitamin K.

Vitamin K, berguna dalam proses penggumpalan darah. Ketika kulit atau organ tubuh terluka, maka darah disekitar luka akan menggumpal dan menutup lubang, mencegah darah keluar lebih banyak. Proses penggumpalan darah ini membutuhkan andil dari vitamin K . Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa vitamin K juga penting untuk kesehatan tulang.

Biotin, sangat penting untuk metabolisme protein dan karbohidrat, serta dalam produksi hormon dan kolesterol.

Niacin, adalah vitamin B yang membantu menjaga kesehatan kulit dan saraf. Ia juga memiliki efek penurun kolesterol pada dosis yang lebih tinggi.

Folat, bekerja dengan vitamin B12 untuk membantu membentuk sel darah merah. Ini diperlukan untuk produksi DNA, yang mengontrol pertumbuhan jaringan dan fungsi sel. Folat sangat dibutuhkan oleh Wanita yang sedang hamil. Jika wanita hamil kekurangan Folat, maka anak yang lahir beresiko mengalami  cacat lahir seperti Spina Bifida.

Asam Pantotenat, sangat penting untuk metabolisme makanan, produksi hormon dan kolesterol.

Riboflavin (vitamin B2), bekerja dengan vitamin B lainnya. Penting untuk pertumbuhan tubuh dan produksi sel darah merah.

Tiamin (vitamin B1), membantu sel-sel tubuh mengubah karbohidrat menjadi energi. Mendapatkan cukup karbohidrat sangat penting selama masa kehamilan dan menyusui. Ini juga penting untuk fungsi jantung dan sel saraf yang sehat.

Kolin, membantu fungsi normal otak dan sistem saraf. Kekurangan kolin bisa menyebabkan pembengkakan di hati.

Karnitin, membantu tubuh mengubah asam lemak menjadi energi.

Antioksidan, adalah zat yang dapat mencegah atau menunda beberapa jenis kerusakan sel. Contohnya termasuk beta-karoten, lutein, likopen, selenium, dan vitamin C dan E. Mereka ditemukan di banyak makanan, termasuk buah-buahan dan sayuran. Mereka juga tersedia sebagai suplemen makanan. Sebagian besar penelitian belum menunjukkan suplemen antioksidan bermanfaat dalam mencegah penyakit.


sumber:
- medlineplus.gov
- alodokter.com
- compoundchem.com

photo credit:
- commons.wikimedia.org



You may also like

Tidak ada komentar:

Copyright © 2018 - irpanisme.com. Diberdayakan oleh Blogger.