Mengukur Salary Dengan Nilai Diri

0 Comments
Jika kita adalah seorang Fresh Graduate dan baru memasuki dunia kerja, kita mungkin masih belum punya gambaran tentang seberapa "nilai diri" kita dalam hal gaji. Kita pantasnya mendapatkan gaji berapa?

Beberapa waktu lalu di dunia maya sempat ramai tentang lulusan Perguruan Tinggi ternama yang menolak gaji yang menurutnya kurang dan tidak sesuai, mengingat dia adalah lulusan Perguruan Tinggi ternama.

Sikap seperti lulusan PT ternama ini boleh-boleh saja, apalagi jika memang dirinya mempunyai skill yang dapat mendatangkan keuntungan bagi perusahaan.

Namun ada baiknya jika kita mempertimbangkan dan menilai diri sendiri dulu, sebelum meminta nilai gaji tertentu. Apakah kontribusi kita terhadap organisasi (perusahaan) sudah pantas untuk mendapatkan sekian rupiah yang kita minta itu?

Sebuah perusahaan terutama perusahaan swasta, dalam operasionalnya tentu mempunyai perhitungan-perhitungan. Kita ambil contoh yang sangat sederhana. Misalnya sebuah perusahaan mendapatkan proyek dengan nilai 100jt. Nanti, bayaran 100jt dari klien itu dibagi-bagi. Untuk biaya operasional (biaya transportasi dan akomodasi tim ke luar kota misalnya, lalu bayar pajak, bayar listrik, kebutuhan sehari-hari operasional kantor, dll) berapa? Biaya overhead (gaji karyawan) berapa? Sisanya buat tabungan masa sulit, dan biaya pengembangan produk dan layanan perusahaan.

Hubungannya dengan kita yang fresh graduate ini apa?

Kalau kita produktif, dan dengan skill kita yang tinggi, kita bisa menyelesaikan lebih banyak proyek dalam waktu yang singkat, maka perusahaan bisa menerima lebih banyak uang. Sehingga biaya-biaya diatas bisa tertutup, dan masih mempunyai sisa yang banyak. Sisa ini bisa digunakan untuk pengembangan perusahaan, dan menggaji karyawan lebih tinggi. Atau bisa juga diberikan dalam bentuk bonus.

Tapi kalau produktifitas kita kurang, maka kita hanya bisa menyelesaikan sedikit proyek saja. 

Akibatnya pemasukan uang ke perusahaan juga kecil. Kalau sudah begitu, masih untung jika perusahaan kita bisa survive, semua biaya bisa tertutupi. Yang masalah adalah jika biaya-biaya diatas tidak tertutupi. Bagaimana membayar gaji karyawan?

Tapi baiklah, kita tidak perlu terlalu memikirkan masalah keuangan perusahaan. Karena yang mengatur keuangan perusahaan sudah ada bagiannya. Kita laksanakan saja tugas dan pekerjaan kita dengan sebaik-baiknya.

Kembali ke masalah Salary untuk seorang fresh graduate. Bagaimanapun salary-nya, kita jadikan kesempatan bekerja yang kita peroleh sekarang ini untuk "meningkatkan harga" profesionalitas diri. Mungkin di perusahaan yang sekarang ini, secara nominal salary kita tidak sebesar teman kita yang bekerja di perusahaan tambang misalnya. Terima dan jalani saja dulu. Gunakan pekerjaan sekarang untuk mengembangkan diri.

Seiring berjalannya waktu, "Price Tag" kita akan naik seiring bertambahnya skill dan pengalaman. Dan mungkin pada saat itu, kita akan mendapatkan Salary yang sesuai dengan "Price Tag" kita. Mungkin di perusahaan yang sekarang atau bisa juga dari tempat lain.

Diatas semuanya, rejeki itu sudah ada yang mengatur, Dialah Tuhan Yang Maha Kaya. Oleh karena itu, selain kita secara lahiriah berusaha meningkatkan skill dan pengalaman, secara bathiniah kita “cari muka” kepada Tuhan Yang Maha Kaya, dengan cara meningkatkan  level ibadah kita kepada-Nya. Dengan demikian mudah-mudahan kita dianugerahi rejeki yang melimpah.***

Image Credit:
- freepik.com


You may also like

Tidak ada komentar:

Copyright © 2018 - irpanisme.com. Diberdayakan oleh Blogger.