Cara Kerja Virus

24 Comments
Virus Corona
Virus Corona

Apa Itu Virus?

Virus berwujud partikel kecil. Partikel virus memiliki panjang sekitar 17 hingga 300 nanometer (1 nano meter = 1/1milyar meter). Virus sekitar seribu kali lebih kecil dari bakteri, dan bakteri jauh lebih kecil daripada kebanyakan sel manusia. Virus sangat kecil sehingga sebagian besar tidak bisa dilihat dengan mikroskop biasa, tetapi harus diamati dengan mikroskop elektron.
Anatomi virus Corona
Anatomi virus Corona
1 (ekor?) Partikel virus, atau disebut juga Virion, terdiri dari bagian-bagian berikut:
  •  Asam nukleat - seperangkat instruksi genetik, baik DNA atau RNA, baik untai tunggal atau untai ganda
  •  Lapisan protein - mengelilingi DNA atau RNA untuk melindunginya
  •  Membran lipid - mengelilingi lapisan protein (hanya ditemukan pada beberapa virus, termasuk influenza; jenis virus ini disebut virus terselubung dan bukan virus telanjang)
Virus sangat bervariasi dalam bentuk dan kompleksitasnya. Beberapa terlihat seperti bola popcorn bundar, sementara yang lain memiliki bentuk rumit yang terlihat seperti laba-laba atau pendarat bulan Apollo.

Tidak seperti sel manusia atau bakteri, virus tidak mengandung mesin kimia (enzim) yang diperlukan untuk melakukan reaksi kimia sebagai "bahan bakar" hidupnya. Sebaliknya, virus hanya membawa satu atau dua enzim yang memecahkan kode instruksi genetik mereka. Jadi, virus harus memiliki sel inang (bakteri, tanaman atau hewan) yang menjadi tempat tinggal mereka, dan disitu mereka menggandakan dirinya, membuat lebih banyak virus.

Jika virus tidak tinggal di sel inangnya, virus tidak dapat berfungsi. Karena alasan inilah, virus terkadang dikategorikan sebagai benda, bukan mahluk hidup. Namun kebanyakan ilmuwan setuju bahwa virus itu termasuk mahluk hidup karena apa yang dilakukannya ketika mereka menginfeksi sel inang.

Bagaimana Virus Menginfeksi Kita?
Virus berada di sekitar lingkungan kita sepanjang waktu, hanya menunggu untuk hinggap sel inang yang tepat. Mereka dapat memasuki kita melalui hidung, mulut atau luka di kulit.

Begitu masuk, mereka menemukan sel inang untuk diinfeksi. Misalnya, virus flu akan menyerang sel-sel yang melapisi saluran pernapasan atau pencernaan. Human Immunodeficiency Virus (HIV), yang menyebabkan AIDS, menyerang sel-T, sistem kekebalan tubuh.
Siklus Litik Virus
Siklus Lytic
Terlepas dari jenis sel inang, semua virus akan melakukan langkah-langkah dasar yang sama. Ini dikenal sebagai siklus Lytic (lihat gambar):
  1. Partikel virus menempel pada sel inang.
  2. Partikel melepaskan instruksi genetiknya ke dalam sel inang.
  3. Bahan genetik yang disuntikkan menguasai enzim sel inang.
  4. Enzim membuat bagian-bagian virus.
  5. Bagian-bagian virus tsb kemudian dirakit menjadi virus baru.
  6. Partikel  virus baru terlepas dari sel inang.
Semua virus memiliki beberapa jenis protein pada lapisan luar yang dapat "merasa" atau "mengenali" sel inang yang tepat. Protein ini menempelkan virus ke membran sel inang.

Setelah menempel, virus itu ada yang bisa masuk ke dalam sel inang, ada yang tidak bisa.

Untuk Virus yang dapat masuk ke dalam sel, virus ini dibungkus lapisan protein yang dapat menembus membran sel inang dengan mudah karena baik lapisan luar virus maupun membran sel, sama-sama terbuat dari lipid.

Setelah berada di dalam sel inang, kemudian melepaskan "muatannya" yakni instruksi genetik dan enzim di dalam sel inang. Dengan bahan-bahan yang terdapat di dalam sel inang, virus ini memperbanyak dirinya.

Virus-virus yang tidak dapat masuk ke dalam sel harus menyuntikkan isinya (instruksi genetik, enzim) ke dalam sel inang. Kemudian berlaku hal yang sama, mereka memperbanyak dirinya menggunakan bahan yang ada.

Di Dalam
Setelah masuk ke dalam sel, enzim virus mengambil alih enzim sel inang dan mulai membuat salinan instruksi genetik virus dan protein virus baru, dengan menggunakan instruksi genetik virus dan mesin enzim sel. Salinan baru dari instruksi genetik virus dikemas di dalam mantel protein untuk membuat virus baru.

Setelah virus baru dibuat, mereka meninggalkan sel inang dengan salahsatu dari 2 cara berikut:
  • Mereka membuka sel inang (lysis) dan menghancurkan sel inang.
  • Mereka mencubit membran sel dan mebungkus virus dengan "potongan" membran tsb, kemudian melewatkan virus yang terbungkus tersebut menembus membran sel, keluar dari sel inang. Dengan cara ini, sel inang tidak dihancurkan.
Setelah bebas dari sel inang, virus baru ini dapat menyerang sel lain. Karena satu virus dapat mereproduksi ribuan virus baru, infeksi virus dapat menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh.

Urutan kejadian yang terjadi ketika kita terserang flu atau pilek adalah contoh bagaimana virus bekerja:
  1. Orang yang terinfeksi bersin di dekat kita.
  2. kita menghirup partikel virus, dan itu menempel pada sel-sel yang melapisi sinus di hidung kita.
  3. Virus menyerang sel-sel yang melapisi sinus dan dengan cepat mereproduksi virus baru.
  4. Sel inang pecah, dan virus baru menyebar ke aliran darah kita dan juga ke paru-paru kita. Karena kita telah kehilangan sel yang melapisi sinus kita, cairan dapat mengalir ke saluran hidung kita. Ini lebih dikenal dengan pilek.
  5. Virus dalam cairan yang menetes ke tenggorokan menyerang sel-sel yang melapisi tenggorokan kita dan membuat kita sakit tenggorokan.
  6. Virus dalam aliran darah kita dapat menyerang sel-sel otot dan menyebabkan kita mengalami sakit otot.
Sistem kekebalan tubuh kita kemudian akan merespons infeksi virus flu ini. Dalam proses pertempuran, ia menghasilkan bahan kimia yang disebut pirogen yang menyebabkan suhu tubuh kita meningkat atau Demam. Demam ini sebenarnya membantu kita melawan infeksi dengan memperlambat laju reproduksi virus, karena sebagian besar reaksi kimia tubuh kita memiliki suhu optimal 37 derajat Celsius. Jika suhu kita naik sedikit di atas ini, reaksinya melambat. Respons imun ini berlanjut sampai virus dihilangkan dari tubuh kita. Namun, jika kita bersin, kita dapat menyebarkan ribuan virus baru ke lingkungan untuk menginfeksi orang lain.

Siklus Lysogenic
Begitu masuk ke dalam sel inang, beberapa virus, seperti herpes dan HIV, tidak segera bereproduksi. Sebaliknya, mereka mencampur instruksi genetik mereka ke dalam instruksi genetik sel inang. Ketika sel inang bereproduksi, instruksi genetika virus disalin ke keturunan sel inang.
Siklus Lisogenik Virus
Siklus Lysogenic
Sel inang dapat mengalami banyak putaran reproduksi. Pada suatu waktu, ada satu keadaan tertentu yang mengirimkan sinyal instruksi ke virus yang tengah "tidur" untuk aktif. Pada saat itu, instruksi genetik virus kemudian akan mengambil alih mesin inang dan membuat virus baru seperti yang dijelaskan di atas. Siklus ini, disebut siklus lisogenik, ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Karena virus hanyalah seperangkat instruksi genetik yang dikelilingi oleh mantel protein, dan karena itu tidak melakukan reaksi biokimia sendiri, virus dapat hidup selama bertahun-tahun atau lebih lama di luar sel inang. Beberapa virus dapat "tidur" di dalam instruksi genetik sel inang selama bertahun-tahun sebelum bereproduksi. Misalnya, seseorang yang terinfeksi HIV dapat hidup tanpa menunjukkan gejala AIDS selama bertahun-tahun, tetapi ia masih dapat menyebarkan virus ke orang lain.

Mengurangi Penyebaran
Seperti dibahas di atas, virus dapat hidup lama di luar tubuh. Cara penyebaran virus bermacam-macam tergantung jenis virusnya. Tapi secara umum, virus dapat menyebar melalui cara-cara berikut:
  • Organisme pembawa - nyamuk, kutu
  • Udara
  • Transfer langsung cairan tubuh dari satu orang ke orang lain - air liur, keringat, lendir hidung, darah, air mani, cairan vagina
  • Permukaan tempat cairan tubuh mengering
Untuk mengurangi risiko penyebaran atau kontak virus, berikut adalah hal-hal yang dapat kita lakukan:
  •  Tutupi mulut atau hidung kita saat bersin atau batuk.
  •  Cuci tangan kita sesering mungkin, terutama setelah pergi ke kamar mandi atau menyiapkan makanan.
  •  Hindari kontak dengan cairan tubuh orang lain.
Praktek-praktek ini tidak mudah, tetapi hal ini dapat membantu kita mengurangi risiko infeksi virus.

Obat-obatan Yang Dapat Membantu
Sebenarnya antibiotik tidak memiliki efek pada virus. Sebagian besar antibiotik mengganggu reproduksi bakteri, menghambat penciptaan instruksi genetik baru atau dinding sel baru. Karena virus tidak melakukan reaksi biokimia mereka sendiri, antibiotik tidak mempengaruhi mereka.

Imunisasi bekerja dengan cara menginfeksi tubuh sehingga sistem kekebalan tubuh jadi tahu cara menghasilkan antibodi yang tepat segera setelah virus mulai bereproduksi.

Virus bereproduksi sangat cepat dan sering, adakalanya mereka berubah sedikit. Terkadang, terjadi kesalahan pada instruksi genetik mereka. Kesalahan ini mungkin mengakibatkan perubahan struktur lapisan protein mereka. Hal ini menyebabkan vaksin yang pernah dibuat menjadi tidak seefektif sebelumnya, untuk jenis virus yang sama. Inilah sebabnya mengapa vaksin baru harus diproduksi terus-menerus untuk memerangi infeksi virus dan mencegah wabah.

Kita mungkin pernah mendengar tentang wabah virus Ebola atau virus West Nile yang telah menewaskan banyak orang. Influenza telah membunuh banyak orang di masa lalu (awal abad ke-20), dan perdebatan pun terjadi seputar kapan akan terjadi epidemi flu besar-besaran berikutnya.

Tidak semua virus mematikan, dan efeknya bisa berbeda bagi sebagian orang. Misalnya, ada orang yang menderita pilek sepanjang waktu dan tidak mati. Namun, virus yang tampaknya tidak berbahaya ini dapat mematikan bagi seseorang yang sudah memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, semisal orang dengan AIDS, pasien kanker yang menjalani kemoterapi, orang lanjut usia atau bayi baru lahir. Oleh karena itu kita harus berhati-hati agar tidak menyebarkan virus ke orang-orang yang rentan seperti ini.

Sumber:
https://science.howstuffworks.com/life/cellular-microscopic/virus-human.htm/printable

Baca juga: Cara Kerja Vaksin
 
***
Credit Foto, dari atas ke bawah:
1. CDC/Dr. Fred Murphy
2. https://www.scientificanimations.com
3. https://www.howstuffworks.com
4. https://www.howstuffworks.com


You may also like

24 komentar:

  1. ini info bermanfaat soal virus, karena lagi ramai ya. Jadi bermanfaat walau kayak baca buku biologi jadinya hihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagian menarik dari belajar biologi adalah ketika topiknya reproduksi manusia :D

      Hapus
    2. Sepakat. Menarik banget karena subyeknya diri sendiri ya hehehe

      Hapus
  2. Kilas balik ke masa2 SMA dulu, waktu belajar ttg virus, bakteri, jamur, dll. Thks buat sharingnya

    BalasHapus
  3. Artikel yang sangat relevan untuk kondisi sekarang ini, tapi jujur memang materi nya cukup kompleks sih jadi musti sambil ngopi bacanya. Kalau bisa sekalian informasi tentang cara kerja vaksin mas, biar balance artikelnya hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ide bagus itu mas, terima kasih masukannya.

      Hapus
  4. Perlu banget nih baca artikel informatif seperti ini supaya mengerti cara kerja virus dan pencegahan terbaiknya

    BalasHapus
  5. makasih sharingnya bermanfaat

    BalasHapus
  6. Nah info yang bermanfaat ditengah tengah bencana banyak info asal yang minim kevalid-annya. Makasih kak

    BalasHapus
  7. Lagi ramai virus Corona, pas banget artikelnya. Thanks for sharing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mudah-mudahan membantu menambah wawasan.
      Sama-sama mas ^_^

      Hapus
  8. Informasinya keren dan menarik sekali terutama dengan kondisi mewabahnya covid-19.
    Semoga imunitas bisa terjaga lebih baik dan maksimal menangkis serbuan virus ya

    BalasHapus
  9. Baca ini serasa belajar biologi lagi. Apalagi ditengah kasus Covid-19. Selama ini kan kita hanya tahu kalau sudah kena flu. Tapi jarang berusaha mengantisipasi biar tidak kena. Tulisannya keren

    BalasHapus
  10. Virus memang sangat cepat berubah ya kak, apalagi kalau masuk pas daya tahan tubuh kita lagi lemah.

    BalasHapus
  11. Lengkap banget infonya.Jadi nambah pengetahuan tentqg virus dan bagaimana mereka meninvasi tubuh inangnya

    BalasHapus
  12. Untuk menghadapi virus aku lebih banyak makan buah dan sayur biar data tahan tubuh kuat dan tidak mudah terjangkit virus.

    BalasHapus
  13. Dikupas tuntas sangat scientific sekali artikelnya tapi cukup mudah dipahami. Semoga kita semua dilindungi dari virus ini.

    BalasHapus
  14. Ilmu yg mendalami tentang virus, virologi ya,, saya malah auto-berdoa agar ada salah seorang anak sy kelak menjadi kayak professor Nidom, hehe... Tfs yaa pak guru

    BalasHapus
  15. Terima kasih mas buat penjelasan soal virus yang lengkap dan cukup dalam ini. So kita mesti aware ya soal virus dan jaga kesehatan. Dan pastinya bantu yg rentan ini biar gak kena virus

    BalasHapus
  16. oke dapet ilmu virus nih, tapi semoga kita slalu sehat dri virus hehe

    BalasHapus

Copyright © 2018 - irpanisme.com. Diberdayakan oleh Blogger.