Beberapa Tanda Haid Yang Tidak Normal di Siklus Menstruasi

0 Comments
Organ Reproduksi Wanita
Organ Reproduksi Wanita
Menstruasi yang dialami setiap wanita itu berbeda-beda,  ada wanita yang mengalami menstruasi selama dua hari saja, sementara yang lain mungkin mengalaminya selama seminggu penuh. Dalam hal darah yang keluar juga bisa berbeda, ada yang sedikit atau tidak terlihat sama-sekali, ada juga yang mengalami pendarahan yang cukup berat, yang bisa menyebabkan ketidaknyamanan. Ketika menstruasi, terkadang seorang wanita tidak akan beraktifitas di hari pertama menstruasi karena terasa sakit, tapi ada juga yang sama sekali tidak merasakan gejala kram yang akan menggangu mereka. Akan tetapi jika itu dalam periode menstruasi yang tetap dan konsisten, tidak perlu khawatir. Lain halnya kalau siklusnya tidak tetap, itu harus diwaspadai. Berikut ini beberapa gejala siklus menstruasi yang tidak normal.
  1. Menstruasi Yang Datang Terlambat.
    Ada wanita yang memiliki periode menstruasi yang lebih teratur ketimbang yang lain. Namun ada pula yang tidak teratur. Terkadang mendapatkan menstruasi tersebut di setiap 28 hari, tapi haid tiba-tiba berhenti. Ada beberapa alasan  mengapa bisa terjadi hal yang demikian. Diantaranya: kemungkinan hamil, olah raga yang intens, berat badan naik, penggunaan pil kb berkelanjutan, stress berat, PCOS atau Perimenopause. 
  2. Mengalami Pendarahan Yang Berat.
    Volume darah yang dikeluarkan di setiap periode bisa berbeda-beda untuk setiap wanita. Jika darah yang dikeluarkan banyak, ditandari dengan dibutuhkannya satu atau lebih banyak pembalut dalam waktu yang singkat, itu bisa disebut gejala dari menorrhagia. Gejala ini bisa lebih parah lagi jika kondisi ini  terjadi bersamaan dengan tanda-tanda anemia, seperti kelelahan hingga sesak napas. Jika terjadi hal seperti ini, disarankan untuk menemui dokter  spesialis kandungan, untuk mengkonsultasikan dalam masalah yang dialami.
  3. Mengalami Mestruasi Terlalu Pendek Atau Panjang Yang Terlihat Tidak Normal.
    Pada periode menstruasi yang normal, keluarnya darah akan berlangsung antara dua hingga tujuh hari. Pada penggunaan alat kontrasepsi hormonal, siklus ini kemungkinan menjadi lebih singkat. Hal ini tentu ada pengaruhnya, karena alat kontrasepsi hormonal mengganggu siklus menstruasi yang normal.  Kemudian jika tiba-tiba haid menjadi terlalu singkat, dan ini dirasa tidak normal, ini bisa menjadi tanda dari beberapa penyakit, seperti ketidak seimbangan hormon, polip dan fibroid. Untuk memastikannya harus konsultasi ke dokter.
  4. Mengalami Keram Yang Cukup Intens.
    Memang keram merupakan bagian dari gejalan menstruasi yang normal. Kondisi ini disebabkan oleh kontraksi uterus yang berusaha mendorong darah haid keluar. Keram akan terjadi satu atau dua hari sebelum haid dimulai, dan berlangsung dalam waktu dua hingga empat hari. Ada wanita yang mengalami kram yang ringan dan ada juga wanita yang mengalami kram yang lebih parah atau disimonore. Adapun penyebabnya kemungkinan seperti fibroid, penggunaan IUD, endometriosis, adenomyosis, penyakit radang panggul, bahkan penyakit menular seksual.
  5. Mengalami Pendarahan Diantara Periode Menstruasi.
    Memang ada beberapa penyebab mengapa wanita megalami kemunculan bercak atau pendarahan di sela-sela periode menstruasi, Penyeabnya diantaranya:  terlewat atau mengubah jadwal minum pil kb, penyakit menular seksual klamidia atau gonorrhea, PCOS, cedera pada vagina, fibroid uterus atau polip, kehamilan ektopik atau keguguran, kanker serviks, ovarium atau rahim, dan perimenopause. Jika mengalami hal demikian sebaiknya segera konsultasi ke dokter.
***
Credit Photo:
- CDC




You may also like

Tidak ada komentar:

Copyright © 2018 - irpanisme.com. Diberdayakan oleh Blogger.