Sandang, Pangan dan Papan adalah kebutuhan dasar yang mau tidak mau harus dipenuhi oleh setiap kita. Bagi kita-kita yang sudah berpenghasilan, ketika kebutuhan akan makanan dan pakaian sudah bisa terpenuhi, maka selanjutnya adalah memenuhi kebutuhan akan Papan alias Rumah tempat tinggal kita.

Apalagi bagi yang sudah berkeluarga, tempat tinggal itu wajib, meski mungkin bisanya baru ngontrak atau malah mungkin masih tinggal di Pondok Mertua Indah.

Ketika kita mempertimbangkan untuk membeli rumah, ada banyak sekali faktor yang harus dipertimbangkan. Lokasinya dimana, jauh nggak dari tempat kerja kita, transportnya kesana gimana, kualitas rumahnya gimana, urusan administrasi/legalitasnya gimana, cara bayarnya gimana, wah banyak pokoknya.

Terkadang untuk mempertimbangkan semua faktor ini, kita tidak mempunyai cukup pengetahuan dan wawasan. Untuk itu kita membutuhkan bantuan pihak-pihak yang memang ahli di bidang tersebut.




Beruntung, kini banyak diselenggarakan event-event pameran perumahan yang diikuti oleh para pengembang perumahan. Dengan adanya event tersebut, maka kita cukup datang ke satu tempat, disitulah kita dengan dibantu para ahli, bisa melakukan pemilihan, menimbang kemudian kalau sudah ketemu yang cocok, kita bisa bertransaksi jual beli rumah.

Drive Home Expo 2018
Adalah sebuah event yang diselenggarakan oleh rumah.com dan mobil123.com. Sebuah pameran yang bertajuk Drive Home Expo 2018, menjadi ajang pameran 50 proyek property dan produsen mobil terkemuka. Acara yang bertempat di ICE BSD City, Tangerang ini akan berlangsung dari tanggal 2-4 November 2014.

Kita tentunya tahu atau minimal pernah mendengar kedua perusahaan tersebut. Rumah.com, website dan perusahaan yang membantu kita menemukan rumah idaman yang dinginkan dan mobil123.com membantu kita dalam hal jual beli mobil berkualitas.

Ok, tunggu, kita tadi ngebahas rumah, tapi sekarang kok ada mobil123.com?

Rupanya dua entitas top dibidangnya ini mengadakan event bersama untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat sekarang, khususnya kaum milenial. Hal ini diawali dari survey Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H2-2018 yang dilakukan pada Juni lalu.
rumah.com
rumah.com

Dari hasil survey diketahui, 63% dari 1.000 responden Rumah.com Property Affordability Sentiment Index 2018 , mengaku berniat membeli rumah dalam kurun waktu enam bulan ke depan. 57%-nya merupakan first time buyers dan berencana membeli rumah pada semester dua 2018. Bisa dikatakan, 6 dari 10 orang berencana membeli rumah sepanjang Juli hingga Desember, tahun ini.

Marine Novita, selaku Country Manager Rumah.com, mengatakan bahwa first time buyers ini sebagian besarnya adalah milenial yang memiliki mobilitas tinggi. karenanya untuk urusan rumah, mereka menginginkan yang aksesnya mudah.

“Harga properti di tengah kota seperti Jakarta dan kota-kota besar lainnya sudah sangat tinggi. Tak pelak, milenial lebih mengincar properti di pinggir kota. Selain harga yang jauh lebih terjangkau, rumah atau apartemen di kawasan suburban cukup banyak yang ditunjang dengan akses bagus seperti dekat dengan pintu tol,” ucap Marine pada sesi press conference Drive Home Expo 2018 di Jakarta.

“Untuk itu, kami bersama dengan portal otomotif nomor 1 di Indonesia, Mobil123.com, bersinergi untuk menginisiasi Drive Home Expo 2018 dengan harapan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini,” ujarnya lagi.
mobil123.com
mobil123.com

Hal ini diamini oleh Country Manager mobil123.com, Regia Glamouria.“Pesatnya perkembangan infrastruktur seperti jalan tol memacu permintaan akan kendaraan bermotor tetap tinggi. Kemudahan masyarakat untuk mengakses tempat tinggal dengan tempat beraktivitas lainnya, menjadi hal utama yang menggairahkan pasar otomotif,” papar Regia.

“Sehingga saat mencari tempat tinggal, hal lain yang juga tak kalah penting adalah bagaimana kita dapat mengakses hunian idaman dengan nyaman. Tentunya akses untuk kendaraan menjadi faktor yang harus diperhatikan. Pada pameran ini brand-brand otomotif akan memberikan promo-promo menarik yang memberikan keuntungan ke konsumen untuk memiliki mobil idaman,” imbuhnya.

Berdasarkan data dari GAIKINDO, penjualan kendaraan bermotor baru dari Januari – September 2018 sebesar 856.439 kendaraan atau naik 7% dari periode yang sama pada 2017. Ini menandakan bahwa selain pasar property, pasar otomotif pun kini kembali tumbuh.
Dengan adanya pameran ini diharapkan bisa membantu masyarakat dalam bertransaksi properti. Selain itu tersedia berbagai bonus seperti DP 0%, Uang Muka yang bisa dicicil, Promo Bebas Biaya KPR, dan banyak lagi. Malah akan ada bonus khusus bagi mereka yang membeli rumah dan mobil sekaligus. Seperti apa ya bonusnya?

Acara ini didukung juga oleh Grab Indonesia, sehingga para pengunjung bisa memanfaatkan jasa Grab untuk kebutuhan transportasi menuju dan pulang dari lokasi acara. Khusus acara ini, Grab menyediakan promo diskon khusus dengan memasukkan kode GFBDriveHome ketika melakukan pemesanan.

Btw, kita bisa mendapatkan kemudahan "bebas Antri" ketika memasuki lokasi. Untuk mendapatkan kemudahan ini, silahkan daftar terlebih dahulu di website https://www.drivehomeexpo.id/

Jadi pastikan tanggal 2-4 November ini, kita kosongin acara, lalu bersama-sama mengunjungi pameran rumah dan mobil di Drive Home Expo 2018, di ICE BSD City, Tangerang. Siapa tahu dapet promo khusus dan bisa segera mewujudkan impian kita memiliki rumah dan idaman.
Bisnis Franchise Waralaba
Bisnis Franchise

Sepanjang manusia hidup, manusia tentulah membutuhkan makanan. Kebutuhan akan makanan ini harus dipenuhi. Karenanya segala sesuatu yang berhubungan dengan makanan tentulah akan senantiasa ada. Pertanian, transportasi yang mendistribusikan hasil pertanian, pasar dan tempat jual beli bahan makanan, dan tentu saja bisnis tempat makanan seperti restoran, cafe, warung nasi sampai gerobak penjual makanan.

Pada jaman sekarang ini, makanan lebih dari sekedar memenuhi kebutuhan hidup. Lebih dari itu makanan sekarang bagian dari gaya hidup. Apa yang kita makan, dimana kita makan, dll, bisa menjadi identitas yang menunjukkan siapa diri kita.

Dari dua hal diatas, dimana makanan adalah kebutuhan dan makanan adalah bagian dari gaya hidup, menjadikan bisnis makanan adalah suatu jenis bisnis yang bisa dikatakan nggak ada matinya. Bisnis makanan selalu menjanjikan.

Namun demikian, meskipun bisnis makanan secara umum tidak akan mati namun pada prakteknya banyak sekali orang-orang yang berbisnis di bidang makanan harus menelan pil pahit. Ketika dia membuka sebuah cafe atau jenis tempat makan lainnya, bisnisnya ini tidak berjalan mulus bahkan sampai harus menutupnya.

Ada banyak faktor yang menyebabkan suatu bisnis makanan tidak berjalan mulus atau bahkan harus terhapus. Mulai dari sepinya pengunjung, kalah bersaing, gejolak harga bahan baku, strategi yang tidak tepat, dsb.

Untuk menjabarkan semua faktor diatas beserta solusinya, sepertinya tidak cukup waktu satu dua jam.

Nah, sebenarnya ada cara lain yang bisa kita gunakan untuk menjalankan bisnis kuliner alias bisnis makanan yang tidak ada matinya ini. Yakni, biarkan orang lain yang meriset potensi pasarnya, membangun brandingnya, menyediakan dan mengurus bahan bakunya, sampai membuatkan manajemen operasinya. Adapun kita cukup sediakan modalnya saja. Enak bukan?

Cara diatas lebih dikenal dengan istilah Franchise atau Waralaba. Berbisnis kuliner dengan metoda Waralaba bisa dikatakan melompati beberapa fase susahnya dan langsung memiliki sebuah bisnis yang stabil. Karena Waralaba telah menyediakan semua sistem yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnisnya. Mulai dari kriteria pemilihan tempat, manajemen operasional, pengadaan bahan baku, dsb.
Namun demikian memilih Waralaba apa yang akan kita jalankan juga tidaklah mudah. Dewasa ini model bisnis dengan cara waralaba sudah banyak sekali. Apalagi Waralaba makanan, sepertinya semua kategori makanan sudah ada Waralabanya.

Bagaimana kita memilih Waralaba yang tepat untuk kita?

Yang pertama dan utama adalah kita harus tahu seperti apa kinerja pemilik lisensi Waralaba ini. Untuk mengetahuinya kita bisa melihat dari sejauh mana keberhasilan-keberhasilan yang dicapai oleh Waralaba ini. Karena bagaimanapun fakta di lapangan berbicara.

Kalau sekedar jualan sistem dan iming-iming omset sekian profit sekian, siapapun bisa. Namun bagaimana sistem tersebut bekerja di lapangan, apakah survive atau tidak, berhasil atau tidak? inilah yang membuktikan kalau sistem tersebut bagus dan kita boleh memilihnya untuk dijadikan bisnis.

Kemudian setelah mengetahui kinerja sebuah sistem Waralaba, kita menggali lebih jauh, sistemnya seperti apa sih?

Kita bisa menilainya dari beberapa point, yakni:

  • Brand License Sales. Penjualan Lisensi Mereknya.
  • Integrated Business System. Sistem operasional Bisnisnya.
  • Architecture Drawing.  Konsep arsitektur gerainya.
  • Training. Pelatihan semua pihak yang menjalankannya
  • Marketing and Promotion Service. Membantu Marketing dan Promosinya.
Apakah sebuah Waralaba menyediakan layanan-layanan diatas? Karena bangunan kemitraan bisnis antara pemilik lisensi waralaba dan pewaralaba bukan seperti beli ikan dipasar, yang setelah dibayar, sudah, selesai, itu ikan terserah mau digoreng atau dipepes. Kemitraan bisnis waralaba adalah kerjasama yang terus-menerus.
Pemilik lisensi Waralaba dengan sistem dan pengalamannya tetap membantu pewaralaba untuk menjalankan bisnisnya sampai berhasil, dan lebih mengembangkannya lagi. Dengan demikian semua pihak yang terlibat dalam bisnis Waralaba ini akan merasakan manfaat yang sama, dan saling menguntungkan.
membuat ektp disdukcapil
eKTP
Produk peradaban manusia masa ini, yakni Internet dan segala teknologi yang lahir darinya, telah membawa kehidupan manusia ke masa yang serba mudah, otomatis, dan seketika.

Di dunia serba gadget sekarang ini, kehidupan kita semakin dipermudah dengan hadirnya solusi-solusi yang memenuhi kebutuhan hajat hidup orang banyak. Contoh yang paling kentara adalah Ojol alias Ojek Online. Sistem ojek online telah menjadi solusi bagi banyak masalah yang ada di masyarakat.

Namun demikian, masih ada bagian-bagian atau urusan-urusan dari kehidupan manusia ini yang belum sepenuhnya memanfaatkan solusi dari teknologi yang ada.

Salahsatu contoh yang paling banyak dikeluhkan oleh masyarakat, khususnya di Negara Indonesia, adalah masalah Administrasi Kependudukan. Disana-sini kita sering mendengar betapa untuk mengurus administrasi kependudukan itu sungguh lama dan berbelit. Membuat eKTP bertahun-tahun belum jadi juga, mengurus akta kelahiran atau kartu keluarga itu harus mengurus ini dulu, itu dulu, prosedurnya banyak sekali. Belum lagi prosesnya lama, nulisnya salah, dan banyak lagi.

Mengurus Administrasi Kependudukan di Indonesia sungguh menguras energi dan waktu produktif. Karena ketika kita mengurusnya kita diwajibkan datang ke kantor pemerintahan pada hari kerja. Di sana kita harus mengantri berjam-jam. Seringkali terjadi petugasnya melakukan kesalahan penulisan, entah salah huruf, salah nomor, dsb. Yang akibatnya harus mengurus ulang lagi, dan seterusnya dan seterusnya.

Memang dalam hal ini pihak pemerintah juga terus berbenah, meningkatkan kualitas pelayanannya. Dalam menyelenggarakan Administrasi Kependudukan sudah memanfaatkan Teknologi Komputer, Internet, Database dan Aplikasi terpusat dengan keamanan biometrik (sidik jari dan retina mata).

Namun demikian, dalam perakteknya sehari-hari, masih banyak yang sebenarnya bisa lebih ditingkatkan lagi. Sehingga masalah-masalah seperti harus datang ke kantor pemerintahan, harus antri berjam-jam, salah input data, dsb, bisa diatasi.

Apa yang melandasi solusi dari masalah-masalah tersebut?

Landasannya adalah apa yang terjadi di lapangan selama ini. Yakni, ternyata pihak swasta telah lebih maju dalam proses yang ada hubungannya dengan kependudukan ini.

Contohnya adalah produk rekening digital yang dibesut oleh sebuah bank swasta. Dalam proses aktivasi rekening digital ini, pihak bank melakukan verifikasi (pembuktian bahwa seseorang itu adalah benar dirinya, bukan orang lain) dengan sebuah alat biometrik yang memindai sidik jari dan penguji keaslian eKTP.
Alat Pemindai eKTP dan sensor biometrik
Alat Pemindai eKTP dan sensor biometrik
Lebih jelasnya begini:
Ketika orang membuat rekening digital, orang tersebut harus bertemu dengan petugas bank. Adapun tujuan pertemuan ini adalah untuk membuktikan bahwa calon nasabah yang membuat rekening digital ini benar adanya, bukan orang lain yang memalsukan identitas. Pertemuan ini tidak harus dilakukan di kantor Bank, pertemuan bisa dilakukan dimana saja. Bisa di Mall, di Pasar, di taman, malah kalau perlu petugasnya datang ke rumah calon nasabah.

Proses pembuktian identitas diri ini adalah dengan cara pemindaian eKTP dan sidik jari. Seperti kita ketahui bahwa pada kartu KTP jenis eKTP itu memiliki chip yang berisi informasi pribadi dari seseorang. Selain itu, dulu ketika daftar eKTP, kita kan diharuskan melakukan pemindaian (scan) sidik jari dan retina mata. Nah, pihak bank membuktikan keaslian seseorang ini melalui 2 komponen pembuktian, yakni informasi yang tertanam pada chip di kartu eKTP dan hasil scan sidik jarinya.

Adapun mekanismenya adalah, petugas bank membawa alat yang memiliki sensor kartu eKTP dan sensor sidik jari. Ketika melakukan pembuktian (verifikasi), maka calon nasabah harus menunjukkan eKTPnya kemudian discan di alat, selanjutnya sidik jarinya juga di scan.

Alat yang dibawa petugas bank ini, tersambung dengan sistem Disdukcapil pemerintah. Ketika membaca informasi yang terdapat pada chip eKTP dan membaca pola sidik jari, data-datanya akan dikirim ke sistem Disdukcapil untuk kemudian dicocokkan dengan data yang ada.

Jika datanya cocok, maka calon nasabah tersebut disetujui untuk membuat rekening digital.

Begitulah, prosesnya sederhana dan cepat. Tidak perlu ngantri berjam-jam dengan kemungkinan salah nulis. Semua serba mudah.

Kembali ke masalah antrian di kantor pemerintah. Mengapa masyarakat harus datang ke kantor pemerintah ketika mengurus Administrasi Kependudukan? Bukankah tujuannya untuk pembuktian saja (verifikasi)?

Kalau memang untuk verifikasi, bukankah sudah ada alat seperti yang digunakan oleh bank swasta tadi, yang bisa digunakan untuk verifikasi? Alat semacam itu harusnya bisa menjadi komponen utama dari sebuah solusi.

Solusi lengkapnya untuk masalah administrasi kependudukan yang menguras energi dan waktu ini adalah, dengan dibuatnya gerai-gerai pelayanan Dukcapil. Gerai-gerai ini ditempatkan di tempat-tempat umum yang mudah dijangkau,seperti misalnya pasar, mall, tempat ibadah besar, dan tempat-tempat strategis lainnya yang mudah dijangkau oleh masyarakat.

Ukuran gerai ini tidak harus besar, karena mungkin hanya membutuhkan satu meja dengan 2-3 kursi saja, laptop, alat sensor seperti punya bank tadi atau yang lebih canggih lagi, mesin cetak eKTP dan printer.

Laptop dan alat sensor ini terhubung ke sistem Dukcapil melalui jaringan internet yang terjamin keamanannya. Di laptop terinstall aplikasi untuk segala urusan administrasi kependudukan.

Satu gerai bisa dilayani oleh 1 orang petugas Dukcapil dan 1 orang Polisi untuk keamanan. Namun bisa juga lebih jika menurut prosedur yang berlaku, dibutuhkan lebih banyak petugas.

Untuk keperluan administrasi kependudukan, entah itu merubah data eKTP, membuat akta kelahiran, menambah daftar di Kartu Keluarga, bahkan kalau perlu pengurusan passport, dan sebagainya, bisa dilakukan di gerai ini.

Orang cukup datang ke gerai ini, mengatakan keperluannya kepada petugas, lalu petugas menuliskannya, kemudian dilakukan proses pembuktian dengan cara memindai eKTP dan Sidi Jari dan pindai Retina biar afdol. Setelah datanya cocok, disahkan. Selesai.

Tidak perlu harus jauh-jauh datang ke kantor Kabupaten, tidak perlu lagi ngantri berjam-jam dengan potensi kesalahan penulisan, dan masalah-masalah lainnya.

Setelah tersedia gerai-gerai ini, langkah selanjutnya adalah membuat aplikasi mobile resmi yang dibuat oleh pemerintah. Di dalam aplikasi ini terdapat semua hal yang ada hubungannya dengan administrasi kependudukan. Sehingga semua hal administrasi kependudukan, bisa dilakukan sendiri di HP terlebih dahulu. Baru kemudian disahkan oleh pemerintah dengan cara mendatangi gerai-gerai tadi untuk melakukan verifikasi.

Semua skenario diatas sudah mungkin dilakukan, karena teknologinya telah tersedia. Tinggal pihak pelakasananya dalam hal ini pemerintah, apakah mau menerapkan hal tersebut atau tidak. Dan karena pihak swasta saja sudah mampu melakukannya, kita perlu bertanya-tanya, kendala apa lagi yang menghambat pemerintah untuk melaksanakan sistem Administrasi Kependudukan yang full online seperti diatas?

***
Di internet ada website https://layananonline.dukcapil.kemendagri.go.id. Sepertinya ini website yang diidam-idamkan seperti pada paparan diatas. Namun ketika dicoba fungsi "Buat Akun"nya,sepertinya belum sepenuhnya beroperasi.

Pada menu panduan terdapat informasi tentang fitur-fitur yang ada di sistem ini. Sayangnya proses pendaftarannya tidak berhasil.

Meski demikian, kita perlu mengapresiasi niat dan pelaksanaan niat tersebut menjadi sebuah website. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sistem tersebut bisa beroperasi secara penuh. Aamiinn...
Makaroni Brayy
Makaroni Brayy rasa Pedas Bawang Jeruk dan Pedas Seblak

Penemuan saya ini terjadi tidak sengaja. Bermula dari saya mendapat oleh-oleh khas Bandung dari seorang sahabat. Oleh-olehnya sejenis cemilan berbahan makaroni. Saya lihat di kemasannya, mereknya Makaroni Brayy. Saya mendapat 3 bungkus dengan rasa yang berbeda, Rasa Keju, Pedas Seblak dan Pedas Bawang Jeruk.

Cemilan Makaroni Brayy merupakan produk sebuah UKM di Bandung. Wah, sesuai dengan semangat saya nih yang ingin memajukan UKM Indonesia, ciee... Makanya saya menulis ini pun selain untuk berbagi pengalaman, jugan sebagai bagian dari sumbangsih saya dalam upaya memajukan industri UMKM Indonesia. Saya bisanya baru menulis, mudah-mudahan selanjutnya saya bisa lebih dari sekedar menulis he..he..

Sahabat saya cerita bahwa Makaroni Brayy ini merupakan usaha dari salah seorang temannya bernama Kang Asep Sudarman, orang Cinunuk, Bandung. Kang Asep memulai usaha Makaroni Brayy pada tahun 2016 lalu. Ada latar berlakang unik yang mendorong kang Asep mengembangkan Makaroni Brayy ini.

Kang Asep membuka usaha Makaroni dengan harapan, hasil usahanya ini bisa untuk membiayai orang tua Kang Asep berhaji ke Tanah Suci. Alhamdulillah, semoga niatan luhur kang Asep ini dikabulkan oleh Allah Sang Maha Kaya. Aamiinn..

Ketika saya buka kemasan Makaroninya. Eh iya, btw, Makaroninya dikemas dengan serius lho. Maksudnya, kalau di pasaran kan banyak tuh dijual makaroni goreng kiloan, yang dibungkus plastik biasa, paling dikasih secarik kertas berisi merek. Makaroni Brayy ini beda, dia dikemas dengan Aluminium Foil dengan desain yang elegan.

Ini menandakan kang Asep sang pembesut Makaroni Brayy, serius dengan produknya, tidak asal jualan aja.

Ketika saya mencicipinya, makaroninya nggak "leucir". He..he.. apa itu leucir? Leucir itu belepotan minyak. Makaroninya kering, dan tentu saja kriuk-kriuk. Belum lagi bumbunya, sedep banget, karena bumbunya pake rempah-rempah alami.

Anak saya ketika memakan ini gak mau berhenti. Dia habis satu bungkus sendirian.

Ketika makaroninya habis, di dasar kemasan masih tersisa banyak bumbu makaroni. Sayang juga kalau dibuang kan, karena enak, asli enak banget. Jadinya sementara kemasan Makaroni ini saya simpan di atas kulkas.

Paginya, istri saya menghidangkan nasi goreng untuk sarapan. Sebelum berangkat kerja memang saya selalu sarapan. Namun pagi ini nasi goreng yang dibuat istri saya ini rada beda, lebih enak, dan rasanya saya kenal, tapi lupa, rasa apa ya?

Ketika saya tanya, itu nasi goreng kok beda? Istri saya bilang bahwa dia menambahkan bumbu makaroni ke nasi goreng. Ooo.. pantesan sedep banget. Untungnya masih ada dua kemasan lagi, jadi saya masih punya stok bumbu makaroni istimewa itu.

Sorenya ketika makan malam, istri saya menghidangkan telur dadar. Guess what, telur dadar ini pun rasanya berbeda, lebih sedap. Kali ini saya bisa menebak, pasti ditambahin bumbu makaroni. Ternyata benar adanya.

Tapi ngomong-ngomong kok ada lagi bumbunya? bukannya udah dipake buat nasi goreng tadi pagi.

"Kayak yang nggak tahu anaknya aja, itu dua bungkus sudah habis lagi" Istri saya menyahut.

Waah, saya nggak kebagian dong.

Anyway, berkat Makaroni Brayy, saya bisa merasakan tiga jenis makanan yang sedap. Satu tentu Makaroni Brayy-nya sendiri, dan dua lagi Nasi Goreng dan Telur Dadar bumbu Makaroni Brayy.

Bisa dibilang dari Makaroni Brayy ini nggak ada yang kebuang deh. Makaroninya sedap buat cemilan atau teman makan mie. Adapun bumbunya yang mengendap, bisa untuk bumbu nasi goreng atau telur dadar, atau lainnya. Dan satu lagi, kemasannya, bisa digunakan sebagai pot, karena terbuat dari aluminium foil yang cukup kuat. Meski memang tumbuhan yang ditanam di pot ini gak bisa pohon besar, ya jenis pohon yang kecil aja seperti seledri atau maksimal pohon cabe lah.

Kalau ingin membeli Makaroni Brayy ini, di olshop-olshop sudah dijual kok. Atau bisa juga di website:
https://cemilan-khas-makaroni-brayy-soreang.business.site

Btw, produk ini sudah bersertifikasi lho, ini nomornya:
    LP POM MUI NO. 01101193060717
    DinKes P-IRT No. 2063204012484-21

Mau cemilan?
#MakaroniBrayy
Makaroni Brayy
Makaroni Brayy
Copyright © 2018 - irpanisme.com. Diberdayakan oleh Blogger.