About


Hi, my name is Irpan. I live in Indonesia. This blog is to provide you with my trip stories, my ideas and some other things.

Facebook

BloggerHub

Connect with me

Jadwal Sholat

Mitologi Bangsa Viking

Posting Komentar

Dewa Odin
Setiap peradaban tentulah memiliki kepercayaan akan kekuatan yang lebih besar dari kekuatan manusia. Pada kesempatan kali ini, kita akan mengenal lebih jauh tentang kepercayaan yang ada di wilayah Nordik.

Nordik atau istilah Inggrisnya Norse, adalah wilayah di Eropa Timur dan Atlantik Utara yang terdiri dari negara Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia dan Swedia, dan juga teritori Kepulauan Faroe, Greenland, Svalbard dan Åland.

Wilayah ini dikenal sebagai wilayahnya bangsa Viking di masa lampau.

Mereka memiliki kepercayaan terhadap dewa-dewa. Dewa yang paling dikenal adalah Thor dan Odin. Saya yakin banyak diantara temen-temen mengenal 2 nama ini dari film-film superhero-nya Marvel. he..he.. sama saya juga.

Sebenarnya dewa-dewa bangsa Nordik itu bukan hanya Thor dan Odin, ada banyak lagi. Namun sebelum lebih jauh mengenal dewa-dewanya, ada baiknya kita tahu lebih dulu sejarah alam semesta versi kepercayaan bangsa Nordik ini.

Awal Mula Alam Semesta
Pada awalnya, hanya ada dua alam: Niflheimr (Niflheim) yakni alam kabut dan es, dan Múspellsheimr (Muspelheim) yakni alam api. Di antara dua alam ini terdapat  Ginnungagap, atau kekosongan. Pada suatu tempat, panas dan dingin dari kedua alam ini bertemu, di situ terciptalah uap. Uap ini terkumpul di Ginnungagap dan akhirnya melahirkan Ymir, Jötun (raksasa) pertama, dan Audhumla, sapi pertama.

Karena ini adalah dua makhluk pertama yang ada, hidup pasti sedikit membosankan bagi mereka. Ymir akan menghabiskan waktu dengan meminum susu Audhumla dan Audhumla akan menjilat sebongkah garam, yang akhirnya membentuk Búri, Æsir (dewa) pertama.

Búri memiliki seorang putra bernama Bor. Bor kemudian memiliki tiga putra: Odin, Vili dan Vé. Ketiga bersaudara ini kemudian membunuh Ymir dan menggunakan tubuhnya untuk menciptakan alam semesta.

Sembilan dunia mitologi Nordik


Alam semesta Nordik terdiri dari sembilan dunia. Dunia-dunia ini hanya dirujuk beberapa kali sepanjang mitos dan tidak disebutkan secara spesifik, namun diperkirakan (tanpa urutan tertentu) Asgard, Vanaheimr (Vanaheim), Jötunheimr (Jotunheim), Niflheim, Muspelheim, Álfheimr (Alfheim), Svartálfaheimr (Svartalfheim), Niðavellir (Nidavellir), dan Miðgarðr (Midgard) – yang merupakan dunia manusia.

Dunia-dunia ini dihubungkan oleh pohon ash besar bernama Yggdrasil, yang melintasi pusat alam semesta. Seekor elang hidup di puncak Yggdrasil, sedangkan naga Niðhöggr (Nidhogg) hidup di bawah dan mengunyah akarnya. Tupai Ratatosk berlari naik dan turun di batang-batang Yggdrasil, membawa pesan antara Elang dan Naga.

Selain menyatukan segalanya, Yggdrasil juga merupakan sumber kebijaksanaan dan tempat para Æsir sering berkumpul untuk pertemuan. Di kaki pohon terdapat Urðarbrunnr (sumur Urd), yang diasosiasikan dengan tiga Norn atau “takdir”.

Di bawah akar yang lain adalah Mímisbrunnr (sumur Mímir), di mana Odin menyerahkan matanya sebagai pembayaran minuman untuk mendapatkan pengetahuan tentang sumur tersebut. Yggdrasil juga dianggap sebagai pohon tempat Odin gantung diri, lagi-lagi untuk mengejar ilmu pengetahuan.

Dewa-Dewa Nordik

Odin, Thor, & Freyr pada sebuah Batu Rune yang ditemukan di Swedia

Ada dua klan dewa dalam mitologi Nordik: Æsir dan Vanir.

Æsir adalah dewa utama dalam mitologi Nordik dan tinggal di Asgard. Æsir yang terkenal termasuk Odin, Þórr (Thor), Frigg, Heimdall, Týr, Bragi, Iðunn (Idunn), Baldr, dan Loki.

Btw, Loki tidak selalu tinggal di Asgard.

Adapun Dewa-dewa dari klan Vanir, tidak banyak yang diketahui tentang mereka, selain bahwa mereka tinggal di Vanaheim.

Dewa klan Vanir yang terkemuka diantaranya Njörðr (Njord) dan kedua anaknya, Freyr dan Freyja, yang datang untuk tinggal di Asgard sebagai sandera untuk memastikan perdamaian setelah perang Æsir-Vanir.

Meskipun menjadi sandera, Njord, Freyr, dan Freyja dengan cepat diterima oleh Æsir. Freyja dan Odin bahkan membagi jiwa prajurit yang mati di antara mereka, dengan separuh pergi ke padang rumput Freyja, Fólkvangr, dan separuh lainnya pergi ke aula Odin, Valhalla.

Ketika pejuang Viking gugur, jiwa mereka akan dituntun oleh para Valkyrie (dewi perang) untuk mencapai satu diantara dua tempat di atas.

Monster dalam Mitologi Nordik
Æsir dan Vanir adalah mahluk jenis dewa. Meski Dewa, tidak selamanya mereka melakukan kebaikan, ada kalanya mereka melakukan tindakan yang tidak terpuji bahkan jahat.

Selain mahluk jenis Dewa ada pula Mahluk jenis Monster. Sama juga, meski Monster, tidak selamanya mereka melakukan kejahatan, ada kalanya mereka melakukan tindakan yang baik.

Salah satu dari jenis monster ini adalah Jötnar, yang tinggal di dunia Jotunheim. Jötnar sering diterjemahkan sebagai “raksasa”, namun demikian tidak semuanya berukuran raksasa, ada juga yang berukuran seperti manusia biasa.

Penampilan Jötnar juga berbeda-beda. Ada tampan/cantik dan ada juga yang jelek. Para Æsir menghabiskan sebagian besar waktu mereka memerangi jötnar atau menikahi mereka. Jötnar yang terkenal termasuk Skaði (Skadi), Gerðr (Gerd), Surtr (Surt) dan Ymir.

Loki sebenarnya bisa dianggap sebagai Jötunn, karena ayahnya adalah seorang Jötunn.

Mitologi Nordik bersifat patrilineal, yang berarti keanggotaan suatu keluarga atau kelompok ditentukan melalui ayah.

Selain Jötnar, ada Ljósálfar (Light Elf) yang tinggal di Alfheim, dan Dökkálfar (Dark Elf) yang tinggal di Svartalfheim. Sedikit yang diketahui tentang Light Elf, tapi “Dark Elf” mungkin adalah nama lain untuk para Dwarf (bangsa cebol), yang juga tinggal di Svartalfheim.

Para dwarf konon tercipta dari belatung yang memakan daging mati Ymir dan hidup di bawah tanah dalam kegelapan.

Penampilan para dwarf ini tidak terlalu bagus malah terkesan jelek. Tapi kekurangan mereka dalam penampilan ini mereka imbangi dengan keahlian mereka dalam pandai besi dan kerajinan.

Para Dwarf bertanggung jawab menciptakan beberapa harta milik Æsir yang paling berharga, termasuk Mjölnir (palu Thor), Gleipnir (rantai yang mengikat serigala Fenris), dan rambut emas Sif setelah Loki mencukur botak dirinya sebagai lelucon.

Namun, meskipun para Dwarf sangat berguna bagi Æsir, para Æsir tidak menghargai mereka secara setara dan sering berkonflik dengan mereka.


Ragnarök: Senja Para Dewa

Penggambaran Ragnarok oleh Johannes Gehrts

Kata Ragnarök cukup sering kita dengar. Malah bagi gamer, sejak dulu ada game MMORPG yang terkenal, yakni Ragnarok. Siapa yang pernah main ini pake PC dulu? he..he...

Ragnarök adalah suatu peristiwa besar di dunia mitologi Nordik, yang umumnya dipahami sebagai akhir dunia (kiamat).

Namun jika kita baca lebih lanjut, Ragnarök bukan akhir dimana semuanya selesai, tapi lebih ke sebuah momen perubahan. Ragnarök menjadi akhir dari tatanan dunia yang ada, dan kemudian digantikan dengan tatanan dunia yang baru. Meskipun tatanan dunia yang baru ini tidak membuat hidup menjadi lebih menyenangkan.

Menurut völva di Völuspá (puisi yang menceritakan mitologi Nordik):

“Saudara-saudara akan bertarung,
membawa kematian satu sama lain.
Putra dari saudara perempuan
akan membagi ikatan kekerabatan mereka.
Masa-masa sulit bagi pria,
kebobrokan yang merajalela,
zaman kapak, zaman pedang,
perisai terbelah,
zaman angin, zaman serigala,
sampai dunia jatuh ke dalam kehancuran.”


Pada peristiwa Ragnarök para dewa berguguran: Odin dibunuh oleh Fenrir, Fenrir kemudian dibunuh oleh putra Odin, Víðar (Vidar). Thor dan Jörmangand, si Ular Midgard, saling membunuh. Surt membunuh Freyr sebelum menghancurkan Midgard dengan api.

Namun, setelah semua kematian dan kehancuran ini, sebuah dunia baru muncul. Beberapa Æsir yang selamat dari Ragnarok, diantaranya putra Thor, Magni dan Móði (Modi). Putra Odin, Vidar dan Vali, dan Hoenir. Baldr dan Höðr (Hod) juga kembali dari Hel dan bersatu kembali dengan yang lain di Iðavöllr (Idavoll), sebuah ladang di Asgard yang tidak tersentuh oleh pertempuran. Ras manusia juga berlanjut melalui dua manusia bernama Líf (Hidup) dan Lífthrasir (Perindu Kehidupan).

Dengan demikian, Ragnarok sebenarnya bukan hanya akhir dari yang lama, tapi juga merupakan awal dari yang baru.

***
Bagaimana? Seru juga kan membaca kisah mitologi bangsa Nordik ini? Pada artikel selanjutnya kita akan mengetahui lebih jauh mengenai para Dewa-dewa Nordik.

Siapa saja Dewa-Dewi bangsa Viking ini? Apa saja tugasnya? dll.

Mari kita lajutkan membaca di:

Dewa-Dewi Bangsa Viking


***
Daftar Pustaka:
https://www.lifeinnorway.net/Nordik-mythology/
https://www.worldhistory.org/image/7514/viking-rune-stone-sanda-sweden/
https://www.worldhistory.org/Ragnarok/

Image credit:
Johannes Gehrts
Ben Pirard

Related Posts

Posting Komentar