Ini adalah tulisan berikutnya yang featuring Istri Saya. ^_^

---

Anyeong haseyo ...

Hai Bunda, kita mungkin sudah pernah mendengar bahwa wewangian bisa menciptakan kesan dan memiliki efek psikologis bahkan bisa membangkitkan memori tersendiri. dan setiap aroma memberikan efek berbeda.

Itulah mengapa di halaman rumah saya terdapat berbagai tanaman dengan bunga yang menghasikan aroma, tentu saja aroma yang saya sukai seperti Melati, Kemuning, Mawar, Kaca Piring, Pucuk Merah bahkan Kenanga. Aroma tersebut menimbulkan kesan tenang, romantis serta lembut, yaa paling tidak itu efek yang saya rasakan.

Ngomong-ngomong tentang wangi nih, saya ingin berbagi pengalaman baru yang saya rasakan  saat mencuci dengan memakai pewangi pakaian varian Korean Strawberry. Saya merasa kegiatan mencuci jadi lebih menyenangkan! karena harum Molto Korean Strawberry  yang segarnya mengesankan dan wanginya bikin jatuh cinta..! Bisa banget lho jadi mood booster para bunda ketika mulai merasa lelah saat harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga.  Karena pelembut pakaian Korea ini memang wanginya yang segar seperti dalam kebun buah dan khas. Putri kecil saya bahkan tak henti menciumi bajunya sendiri dan berkomentar "hm... jadi pengen jilat, sepertinya enak," serunya. Apalagi jika ia sempat melihat cairan berwana Pink mirip sirup itu saat dituang ke bilasan terakhir pakaian yang telah dicuci, bisa benar-benar ia jilat. hahah.

Molto pewangi pakaian formula terbaru  Korean Strawberry memang wanginya enak di penciuman karena ternyata konsentrat parfum Korean Strawberry-nya yang memiliki daya tujuh kali lebih mengharumkan dan anti bau  tentunya. Misal bau apek, bau polusi yang bisa menempel di pakaian saat di luar rumah, bau keringat, bau amis dan bau bawang yang bisa merusak mood seseorang yang menciumnya, ya gak sih.

Nah dengan menambahkan Molto pewangi Korean Strawberry ke dalam cucian,  meski si kecil sudah bermain seharian, si kakak sudah beraktivitas di sekolahnya sampai sore, si ayah yang masih wangi padahal wajahnya sudah kusut saat pulang kantor, meski daster bolong bunda sudah dipakai berbagai pekerjaan, tetep wangi dan efek wanginya enak, membuat percaya diri untuk peluk suami pas pulang kerja, no bau bawang apalagi bau amis hehhe . Kan,kan, jadi membayangkan serial Drakor "Jewel In The Palace"  saya sebagai Jung Geum sedang meramu hidangan terus datang pejabat Min pulang setelah seharian bekerja di istana, mau peluk bebas dong kan tetep harum  haiyaa.. itu drama Korea kapan yaa?

Dengan harga per pouch ukuran 680 ml cuma enam belas ribuan, sangat worth it untuk beragam manfaat yang kita rasakan ya Bunda. Melembutkan pakaian, lembut pula di telapak tangan dan  harumnya itu lho, berkesan mendalam...

Bunda, banyak produk yang dikeluarkan PT. Unilever dengan varian Korean Strowberry ini lho. Produk-produk tsb diantaranya :
  • Rinso Korean Strawberry dengan formulasi lengkap untuk mengatasi noda membandel dengan sekali kucek, menjaga serat kain agar tetap lembut dan tidak menimbulkan efek panas di tangan serta mengandung extrak pewangi dengan daya tahan selama 21 hari tetap wangi yang terpenting membunuh bakteri dan virus.
  • Superpell Korean Strawberry mengharumkan ruangan dengan aroma buah, melindungi anak dari paparan kumah saat bermain dilantai karena formulasi koeran strowberry dilengkapi teknologi power clean yang membuat lantai higienis maksimal dan membuat ruangan lebih wangi tahan lama bisa hingga 8 jam.
  • Nah ini hal yang sering dianggap sepele padahal penting dan harus diperhatikan di dapur bunda, yaitu mencuci piring. Karena jika kegiatan  yang satu ini dilakukan asal saja, resikonya kesehatan keluarga bisa terganggu. Sunlight Extra Korean Strawberry bisa dijadikan partner kita lho, untuk membersihkan lemak membandel dengan ekstrak Jeruk Nipisnya. Peralatan makan kita jadi lebih bersih kesat dan wangi buah.

Produk-produk diatas dapat dengan mudah kita beli di mini market maupun dipesan secara online.

Gamsahabnida.


"Jangan sampai tertipu oleh kebahagiaan semu, sehingga mengorbankan kebahagiaan yang hakiki"

Kumandang takbir bersahutan dari speaker mesjid-mesjid. Semburat manusia keluar dari pintu-pintu masjid menandai berakhirnya prosesi shalat hari Raya Idul Fitri. Atik segera melipat sajadah dan mukenanya, kemudian begabung dengan rombongan orang-orang yang keluar dari pintu Timur masjid. Di halaman masjid dia bertemu dengan tetangganya dan beberapa teman masa kecil dulu, yang merantau dan sekarang tengah pulang kampung.

Para jama'ah riuh bersalaman dengan tetangga, saudara, kenalan dan teman main. Momen ini jadi kesempatan untuk melampiaskan rindu bertemu dengan orang-orang yang hanya pada saat-saat seperti itu saja bisa menghadirkan dirinya di kampung. Anak-anak bergerombol saling memamerkan baju lebaran masing-masing.

Atik riuh berceloteh sambil bersalaman dengan mak Ipih, wak Hamidah, ibu hajjah Rustini, dan Silvy, anak ibu hj. Rustini yang kini tengah kuliah kedokteran di kota. Segera bergabung dengan kelompok celoteh itu Hartini, Dewi, Sari dan nenek Iyah.

Diluar mesjid tampak para pemuda tanggung nongkrong berjejer di pinggir jalan dekat selokan. Beberapa diantaranya sambil merokok. Busananya baju koko dan kain sarung, dihiasi peci yang sama sekali tidak menutupi rambut. Meski tampak saling bicara dengan temannya, tapi mata-mata mereka menyelidiki wajah-wajah yang dihiasi mukena dan jilbab itu. Menilai bidadari mana yang paling cantik.

Di dalam masjid masih terdapat bapak-bapak dan orang-orang tua. Termasuk imam dan khatib shalat Id barusan, Kyai Muslih. Nampak mereka berkumpul di dekat mimbar sambil berbincang-bincang ringan.

Langit cerah berhias awan-awan putih menaungi masjid desa itu. Kokok ayam masih bersahutan di belakang rumah-rumah. Burung-burung ramai berkicau.

Atik masih riuh berceloteh dengan kumpulannya. Tiba-tiba bahunya terasa ada yang menepuk, "Hei, cetar..." Mendengar panggilan itu mata Atik terbelalak. Hatinya merasakan seribu satu sensasi. Cetar adalah panggilan sahabat karibnya sewaktu sekolah dulu. Dia dipanggil cetar karena dulu rambutnya panjang sampai melewati pantat namun tipis. Rambut tipis panjangnya ini selalu dia kepang. Namun apa daya, alih-alih indah, kepang rambutnya ini malah jadi mirip cambuk. Itulah asal muasalnya dia dipanggil cetar. Namun hanya sahabatnya saja yang dia perbolehkan memanggil dirinya demikian. Kalau ada orang lain yang memanggilnya begitu, dia tak segan untuk mencubit si pemanggil tersebut.

"Isna!", pekik Atik setelah berbalik dan memastikan siapa yang memanggilnya cetar. Atik langsung  memeluk sahabatnya itu. "Makin kinclong aja kamu" ujar Atik sambil mencubit pipi Isna. "Ah biasa aja kali" kilah Isna merendah.

Isnawati Febriani, kini seorang dokter gigi yang membuka praktek di Kota. Sosoknya tinggi langsing berkulit putih. Wajahnya bersih dan cantik. Isna sudah berkeluarga, dikaruniai dua orang putra. Yang paling besar baru SD kelas 5, sedang adiknya baru masuk SD tahun ini.

Adapun Atik, dia juga sudah berkeluarga dan punya tiga orang anak. Anak yang paling besar harusnya lulus SMA tahun ini. Namun apa daya, suaminya yang hanya kerja serabutan, tidak mampu membiayai sekolah anaknya. Alhasil anak pertamanya terpaksa putus sekolah ketika kelas dua SMA. Kini dia bekerja menjadi montir di Bengkel Motor kecil di samping pasar. Penghasilannya digunakan untuk membantu menjaga dapur tetap ngebul. Anak Atik yang kedua kini duduk di bangku SMP, sedang anak yang ketiga masih SD.

Melihat sahabatnya Isna, Atik hanya bisa menelan sesal. Andai saja dulu dia tidak mengalami "kecelakaan" hamil diluar nikah saat kelas 3 SMA, mungkin dia bisa melanjutkan sekolah bahkan kuliah. Dengan ijasah Sarjananya dia akan mendapat pekerjaan yang layak. Dan tentunya akan menikah dengan lelaki yang "jelas" mata pencahariannya.

Lain dengan yang dialaminya kini. Akibat dulu terlena dengan pacarnya, mereka melangkah terlalu jauh, sehingga mengakibatkan hamilnya Atik. Sang pacar yang juga sama-sama duduk di bangku kelas 3 SMA, dituntut untuk bertanggung jawab dan terpaksa menikahinya.

Hanya saja bangunan pernikahan mereka berdiri diatas pondasi yang sangat rapuh. Pondasi ekonomi keluarganya sangat-sangat lemah. Suaminya tidak pernah lulus SMA dan tidak punya keterampilan khusus. Akibatnya dia tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang "seperti orang-orang".

Lebih parah lagi, Suaminya juga termasuk orang yang malas namun rasa gengsinya tinggi. Ia tidak mau bekerja kasar atau berjualan dengan benar. Yang dilakukannya untuk mencari uang adalah mencari proyekan-proyekan, atau bahasa pendeknya calo.

Jika ada rencana pembangunan jalan desa misalnya, dia tampil paling depan. Setelah proyeknya dipegang, dia akan cari orang yang mau jadi sub kontraktor, memberikan sebagian dana proyek ke sub kontraktor tersebut untuk membangun jalan, sedangkan sebagian lagi masuk kantong. Karena sang sub kontraktor mendapatkan dana yang pas-pasan bahkan terkadang kurang, maka demi untuk mendapat untung, mereka terpaksa mengurangi kualitas bahan-bahan yang digunakan untuk membangun jalan. Alhasil jalan yang dibangunnya berkualitas buruk, tidak tahan lama. Ketika terkena hujan sedikit, jalannya langsung rusak, berlubang disana-sini. Malah di beberapa tempat, jalan tersebut kondisinya sangat parah, sehingga lebih mirip sungai kering ketimbang jalan.
 
Suami Atik juga termasuk playboy yang suka menyeleweng. Jika mendapatkan uang dari hasil jadi calo, hanya sebagian saja yang digunakan untuk menafkahi keluarga. Sebagiannya lagi digunakan untuk berfoya-foya dengan wanita selingkuhannya. Meski itu tidak berlangsung lama, karena uangnya akan cepat menguap habis.

Dengan tabiat suami yang demikian, tak heran kalau kondisi ekonomi keluarga Atik sungguh memprihatinkan.

"Tik, pipi kamu kenapa?" tanya Isna ketika matanya menangkap sesuatu yang tidak biasa pada pipi kiri Atik bagian belakang, dekat telinga. Bagian itu nampak sedikit lebam membiru. Rupanya ketika mereka berpelukan, jilbab Atik tergeser kebelakang, dan menampakkan bagian pipi yang sebenarnya sedang berusaha ditutupi oleh Atik.

"Ah, nggak, bukan, bukan apa-apa kok" jawab Atik tergagap, sambil tangannya berusaha merapikan kembali jilbabnya dan menutupi bagian itu.

"Tik, aku tahu itu lebam Tik, bukan blast on. Kenapa? Dipukul suamimu ya?" cecar Isna.

"Serius Na, aku nggak apa-apa", Atik tetap berkilah sambil mencoba pergi dari pelataran masjid. Namun Isna pantang menyerah. Dia tahu sahabatnya dalam masalah, karenanya Isna pun mengikuti Atik, berlalu dari kerumunan jama'ah di halaman Mesjid.

"Tik, aku ini sahabatmu sejak lama. Kalau kamu dalam masalah, aku ingin membantumu" kata Isna sambil berusaha menjajari langkah Atik.

Atik trenyuh mendengar pernyataan sahabat karibnya itu. Dia tahu ucapan Isna bukan basa-basi pemanis mulut. Karenanya Atik kemudian memegang tangan Isna, dan mengajaknya ke rumah Atik.

Sesampainya di rumah, suasana nampak lengang. Rumah Atik kecil saja dan dari luar nampak kusam karena catnya sudah memudar. Di ruang tamu nampak sehelai karpet bergambar yang tidak terlalu baru. Beberapa toples makanan berjajar ditengah.

Atik mempersilahkan sahabatnya masuk. Isna memasuki rumah itu dengan perasaan trenyuh. Betapa sahabatnya ini kurang beruntung dalam hidup.

Setelah mereka duduk, mulailah Atik menceritakan permasalahan hidup yang dialaminya.

Sore kemarin dia bertengkar hebat dengan suaminya. Bibit pertengkaran itu pada awalnya adalah perihal persiapan lebaran. Namun kemudian melebar kemana-mana. Puncaknya Suami Atik menampar dan memukulinya kemudian pergi, dan hingga pagi ini belum kembali.

Atik menceritakan itu diiringi dengan uraian air mata dan isak tangis. Isna berkaca-kaca dibuatnya. Hatinya turut hancur mendengar penderitaan sahabatnya itu.

Atik menceritakan tabiat suaminya kepada Isna. Betapa mereka sering mereka bertengkar, dan ketika bertengkar tak jarang suaminya melakukan kekerasan kepada Atik dan kepada anak-anak.  Karena tumbuh di lingkungan keluarga yang penuh dengan pertengkaran dan kekerasan, anak-anak Atik kemudian tumbuh menjadi anak yang liar, kurang kasih sayang.

Isna yang selain dokter, kini juga tengah memperdalam ilmu parenting, mulai merangkai semua alur kehidupan sahabatnya. Jika dirunut, rupanya hal ini terjadi karena baik Atik maupun suaminya, sebenarnya belum siap membangun rumah tangga dan belum siap jadi orang tua. Mereka menikah karena terpaksa, dan mempunyai anak juga terpaksa, akibat ulah mereka sendiri.

Alhasil, banyak bagian-bagian diri mereka yang belum matang namun langsung dibebani dengan tanggung jawab sebagai suami istri dan orang tua. Yang terjadi kemudian adalah apa yang keluarga Atik alami sekarang. Kehidupan keluarga mereka carut-marut dan penuh penderitaan.

Atik mulai kehabisan bahan keluh kesah, karena semua beban di hatinya sudah dikeluarkan, diceritakan pada sahabat karibnya itu. Tangisnya mulai mereda, meski menyisakan isak yang berjeda.

Isna memegang tangan Atik, menunjukkan simpatinya yang mendalam.

Hari semakin siang ...


Indahnya punya pasangan yang punya passion yang sama itu gini. Saya suka nulis, istri saya juga. Jadilah saya punya kesempatan menampilkan guest writer. Guest writer kali ini adalah my beloved wife.

Biasanya istri saya nulis fiksi cerita bersambung di wall facebook-nya. Namun kali ini saya tantangin nulis pengalaman hidup dalam format blog.  Tantangan saya disambut baik, dan berikut adalah tulisannya:

***

Setelah beraktivitas seharian, cocok rasanya kita ambil waktu sejenak memanjakan diri. 

Merawat diri khususnya wajah, adalah hal yang bisa kita lakukan dengan berbagai cara. Saya berharap saya dapat  memiliki kulit sehat serta tampak cerah sesuai dengan warna kulit.

Agar kita memiliki kulit yang sehat, cerah, lembab, dan halus  tentu membutuhkan perhatian khusus baik cara perawatan, bahan yang digunakan, dan seberapa sabar kita melakukannya. 

Sangat penting untuk kita ketahui, bahwa cara-cara instan dan  sembarangan memilih produk dengan kandungan bahan dasar berbahaya pasti menimbulkan efek merugikan di kemudian hari. So, pilih jalan aman dan tentu sesuai dengan kemampuan, ya. 

Salah Satu contoh rangkaian perawatan mudah dan praktis yang bisa kita lakukan sendiri di rumah adalah dengan menggunakan serum dan masker. 

Ngomong-ngomong soal masker dan serum, saya mau cerita tentang produk kecantikan yang sudah sangat terkenal di Indonesia, tahu Pond's, ya? 

Pond's adalah brand perawatan kesehatan dan kecantikan yang diluncurkan pada tahun 1846 di Amerika serikat. Sementara saya mengenal Pond's sejak 22 tahun lalu. Pada saat itu saya menggunakan cream pelembabnya saja untuk melengkapi kegiatan sehari-hari.

Seiring berjalannya waktu, Pond's mengeluarkan banyak sekali produk unggulan untuk melengkapi kebutuhan perawatan kulit wanita masa kini. Tentu dengan pengalaman ratusan tahun, Pond's pasti sangat mengerti kebutuhan berbagai karakter kulit wanita. 

Nah, Pond's saat ini memperkenalkan Pond's Bright Beauty Triple Glow Serum dan Triple Glow Serum Mask. Keduanya diformulasikan khusus untuk memberi solusi perawatan kulit wajah berbahan dasar aman, agar menghasilkan kulit sehat, halus, lembab dan tampak cerah.  Istilah yang kita kenal sekarang, Glowing! 

Triple Glow Serum dan Triple Glow Serum Mask adalah rangkaian perawatan yang mengandung tiga unggulan skincare sekaligus!

  1. Mengandung 60 kali lebih efektif dari vitamin C untuk menutrisi kulit, mencerahkan wajah dan menyamarkan flek hitam dengan Gluta-boost-C.
  2. Melembabkan wajah terutama untuk kulit kering dan sensitif dengan Hyaluronic Acid-nya sehingga kulit tampak sehat, lembab dan berkilau. 
  3. Membuat pori-pori kulit wajah menjadi lebih kecil tersamarkan hingga menyamarkan garis-garis halus di wajah karena mengandung vitamin B3+.

Saya sangat suka aromanya yang lembut dan teksturnya yang ringan. Tidak lengket, cepat meresap dan agak kental namun ketika diaplikasikan ke wajah jadi meleleh sehingga mudah diratakan di kulit dan tentu jadi mudah meresap sehingga wajah langsung lembab, sehat dan terasa kenyal. 


Setelah menggunakan Triple Glow Serum dan Triple Glow Serum Mask yang langsung saya rasakan adalah kulit jadi terasa kenyal dan semakin fresh!

Kelebihan lainnya, menggunakan masker sheet sangat praktis, tidak perlu dibilas dan tidak menimbulkan remahan setelah kering. 

Karena terdapat juga kemasan kecil maka bisa dibawa kemana-mana dan perawatan bisa dilakukan juga saat bepergian. Praktis, kan?

How to use: 

Bersihkan wajah dengan sabun wajah, keringkan lalu teteskan Triple Glow Serum di beberapa titik wajah, kemudian ratakan sambil dipijat lembut memutar, tunggu beberapa menit hingga serum meresap. 

Langkah berikutnya, aplikasikan Triple Glow Serum Mask sheet. Atur agar sesuai dengan fitur wajah. Sebaiknya sambil rebahan supaya lebih santai. Rasakan sensasi sejuk dan segarnya, diamkan selama kurang lebih 15-20 menit. 

Owh ya, masker sebaiknya cukup gunakan 2-3 kali dalam sepekan, sementara serum bisa digunakan setiap hari sebelum tidur setelah wajah dibasuh. 

Perlu kita ketahui, jika kita menggunakan masker sheet, maka serum diaplikasikan di awal. Namun jika kita menggunakan masker berupa pasta yang harus dibilas maka serum diaplikasikan di akhir. 

Sekali lagi, kulit sehat tidak bisa didapat dengan cara-cara instan. Selain dari perawatan luar, pola hidup sehat, hindari stress, sabar dan konsisten melakukan perawatan, maka kita akan merasakan hasilnya. 

Well, bagi saya, melakukan perawatan sesuai keperluan dalam arti tidak berlebihan, tidak memaksakan diri, tidak pula terobsesi dengan kecantikan, merupakan refleksi dari rasa syukur atas karunia-Nya yang telah menciptakan kita sedemikian sempurna :).

Hayuk, nutrisi kulit dengan Pond's Triple Glow Serum lanjut maskeran dengan Triple Glow Serum Mask. Ini bisa jadi solusi untuk kulit kita yang bermasalah atau mempertahankan kulit agar tetap sehat, lembab, kenyal, halus dan cerah! 

#Pond's Bright Beauty Triple Glow Serum  #Pond's Bright Beauty Triple Glow Serum Mask

***
Photo Credit:
- Freepik.com
- Pond's


Ketika baca-baca berita science, saya menemukan sebuah artikel dengan topik yang menarik. Artikel tersebut tentang kotoran telinga.

Dulu saya pernah mengalami penurunan pendengaran. Suara orang yang bicara terdengar kecil/pelan. Saya kemudian periksa ke dokter THT. Guess what, dalam saluran telinga saya ada beberapa gumpal kotoran telinga!

Setelah gumpalan-gumpalan kotoran tersebut dikeluarkan oleh dokter dengan alat penyedot kecil, pendengaran saya kembali normal.

Sepertinya gumpalan tersebut merupakan akibat saya membersihkan telinga dengan cotton bud. Ketika menggunakan cotton bud, sebagian kotoran memang menempel ke cotton bud, tapi ada juga yang justru jadi terdorong ke bagian dalam saluran telinga.

Btw, apa sebenarnya kotoran telinga itu?

Kotoran Telinga merupakan campuran antara sel kulit mati, keringat, dan lemak yang dikeluarkan oleh kelenjar pada kulit di sepanjang saluran telinga.

Meski kotoran telinga ini berbau kurang sedap, dan bagi beberapa orang itu menjijikkan, namun rupanya dia ada manfaatnya juga lho.

Kotoran telinga rupanya dapat berfungsi sebagai pelindung kulit di saluran telinga, dan organ lainnya di dalam telinga. Dengan adanya kotoran telinga, maka kulit menjadi lebih lembab, sehingga tidak kering dan gatal.

Jika tidak ada kotoran telinga, maka kulit di saluran telinga akan selalu terasa kering dan gatal. Akibatnya kita akan mengorek-ngorek saluran telinga ini untuk menggaruknya. Hal ini bisa berbahaya, karena bisa melukai kulit, selain itu jika terdapat bakteri pada jari atau alat pengorek telinga, maka bakteri tersebut bisa menempel di kulit dan menyebabkan infeksi.

Selain itu, bentuk kotoran telinga yang lembab dan lengket, bisa menangkap serangga kecil atau benda asing yang masuk ke saluran telinga. Mencegah mereka masuk lebih dalam lagi dan mengancam selaput gendang telinga.

Apakah kotoran telinga ini harus dikeluarkan secara berkala?

Sebenarnya saluran telinga mempunyai mekanisme untuk mengeluarkan kotoran telinga. 

Pertumbuhan sel kulit baru menggantikan sel kulit yang mati di saluran telinga, berurutan sedemikan rupa sehingga pergantian sel ini mendorong kotoran telinga ke arah luar.

Selain itu, ketika kita mengunyah makanan, gerakan geraham selama mengunyah, juga merembet ke saluran telinga dan menggerakkan kotoran telinga ke arah luar.

Dengan mekanisme diatas, maka kotoran telinga akan terbuang dengan sendirinya. Maka jangan heran kalau kita sering mendapati ada kotoran telinga menempel pada daun telinga kita.

So, kalaupun kita mau mengeluarkan kotoran telinga, sebaiknya jangan menggunakan cotton bud. Gunakan alat untuk mengeluarkan kotoran telinga. Sekarang alat-alat tersebut ada berbagai macam, dan dapat dengan mudah kita beli secara online.

Stay safe, stay health.***

Credit Picture:
- Lars Chittka; Axel Brockmann


  

Copyright © 2018 - irpanisme.com. Diberdayakan oleh Blogger.